Kamis, 26 Maret 2020

MASYA ALLAH......* *INIKAH ARTI QORONA DALAM ALQUR'AN ???*


Ini ada di surat al Ahzab ayat 33.
Silahkan dibuka bagi yg tidak berhalangan

Saya jadi penasaran dengan arti Qarana, saya sengaja membuka kamus al-Qur’an. Saya dapati lafald Qarana (قَرْنَ) ada di QS. Al Ahzaab: 33. Saya jadi tercengang ketika melihat potongan ayat tersebut.

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ - ٣٣
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya

Pesannya sangat jelas bahwa lafadz Qarana mengandung arti perintah untuk tinggal. Tinggalnya dimana? Dirumah-rumahmu, di keluargamu, karena kata Nabi rumahku adalah sorgaku. Rumah kalian adalah sorga kalian semua. Ciptakan sorga di keluarganya masing-masing. Coronavirus menggiring kembalinya kesadaran bahwa yang paling hakekat dalam kehidupan adalah keluarga. Sehingga Nabi sendiri memberi parameter kebaikan manusia diukur dari kebaikannya kepada keluarganya
خَيْركُمْ خَيْركُمْ لِأهْلِهِ وَاَنَا خَيْركُمْ لِأهْلِى
"Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku (Rasulullah) orang yang terbaik diantara kalian kepada keluargaku”

Seakan Allah sedang berkata, “wahai manusia modern, janganlan cari kepuasan di gedung-gedung mewah yang menyediakan berbagai macam kamuflase kesenangan yang tak sejati, kebahagiaan itu bukan karir dan gajimu yang selalu tak memuaskanmu, karena selama ini yang kau kejar sebagai kenikmatan itu hanyalah fatamorgana dunia yang kalian anggap kenikmatan dan keindahan (itu semua perilaku jahiliah). Padahal sesungguhnya sorga itu ada di keluargamu, ada di rumahmu masing-masing yang bisa kau bangun dan kau ciptakakan. Kembalilah kepada keluargamu masing-masing dan berbahagialah atas berkumpulnya keluarga.”

Dalam ayat berikutnya, dapat kita mentadaburi bahwa Corona yang diturunkan ini sejatinya untuk membersihkan manusia dari dosa, membersihkan sebersih-bersihnya dari segala hal yang sifatnya kamuflase, talbis, menuju kesejatian hidup.

Note:JANGAN MUDIK ya untuk sementara waktu jika ingin menyelamatkan keluarga yg jauh,tetaplah dirumah masing-masing.

Sabtu, 21 Maret 2020

Abah Anom Suryalaya


KH. A Shohibulwafa Tajul Arifin atau yang akrab disapa Abah Anom oleh para santri khususnya Ikhwan dan akhwat  Abah Anom dilahirkan di Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat tanggal 1 Januari 1915. Beliau adalah putra kelima Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad, pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, dari ibu yang bernama Hj Juhriyah. Pada usia delapan tahun Abah Anom masuk Sekolah Dasar (Verfolg School) di Ciamis antara tahun 1923-1928. Kemudian ia masuk Sekolah Menengah semacan Tsanawiyah di Ciawi Tasikmalaya. Pada tahun 1930 Abah Anom memulai perjalanan menuntut ilmu agama Islam secara lebih khusus. Beliau belajar ilmu fiqih dari seorang Kyai terkenal di Pesantren Cicariang Cianjur, kemudian belajar ilmu fiqih, nahwu, sorof dan balaghah kepada Kyai terkenal di Pesantren Jambudipa Cianjur. Setelah kurang lebih dua tahun di Pesantren Jambudipa, beliau melanjutkan ke Pesantren Gentur, Cianjur yang saat itu diasuh oleh Ajengan Syatibi.

Dua tahun kemudian (1935-1937) Abah Anom melanjutkan belajar di Pesantren Cireungas, Cimelati Sukabumi. Pesantren ini terkenal sekali terutama pada masa kepemimpinan Ajengan Aceng Mumu yang ahli hikmah dan silat. Dari Pesatren inilah Abah Anom banyak memperoleh pengalaman dalam banyak hal, termasuk bagaimana mengelola dan memimpin sebuah pesantren. Beliau telah meguasai ilmu-ilmu agama Islam. Oleh karena itu, pantas jika beliau telah dicoba dalam usia muda untuk menjadi Wakil Talqin Abah Sepuh. Percobaan ini nampaknya juga menjadi ancang-ancang bagi persiapan memperoleh pengetahuan dan pengalaman keagaman di masa mendatang. Kegemarannya bermain silat dan kedalaman rasa keagamaannya diperdalam lagi di Pesantren Citengah, Panjalu, yang dipimpin oleh H. Junaedi yang terkenal sebagai ahli alat, jago silat, dan ahli hikmah.

Setelah menginjak usia dua puluh tiga tahun, Abah Anom menikah dengan Euis Siti Ru’yanah. Setelah menikah, kemudian ia berziarah ke Tanah Suci. Sepulang dari Mekah, setelah bermukim kurang lebih tujuh bulan (1939), dapat dipastikan Abah Anom telah mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman keagamaan yang mendalam. Pengetahuan beliau meliputi tafsir, hadits, fiqih, kalam, dan tasawuf yang merupakan inti ilmu agama. Oleh Karena itu, tidak heran jika beliau fasih berbahasa Arab dan lancar berpidato, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda, sehingga pendengar menerimanya di lubuk hati yang paling dalam. Beliau juga amat cendekia dalam budaya dan sastra Sunda setara kepandaian sarjana ahli bahasa Sunda dalam penerapan filsafat etnik Kesundaan, untuk memperkokoh Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Bahkan baliaupun terkadang berbicara dalam bahasa Jawa dengan baik.

Ketika Abah Sepuh Wafat, pada tahun 1956, Abah Anom harus mandiri sepenuhnya dalam memimpin pesantren. Dengan rasa ikhlas dan penuh ketauladan, Abah Anom gigih menyebarkan ajaran Islam. Pondok Pesantren Suryalaya, dengan kepemimpinan Abah Anom, tampil sebagai pelopor pembangunan perekonomian rakyat melalui pembangunan irigasi untuk meningkatkan pertanian, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Dalam perjalanannya, Pondok Pesantren Suryalaya tetap konsisten kepada Tanbih, wasiat Abah Sepuh yang diantara isinya adalah taat kepada perintah agama dan negara. Maka Pondok Pesantren Suryalaya tetap mendukung pemerintahan yang sah dan selalu berada di belakangnya.

Di samping melestarikan dan menyebarkan ajaran agama Islam melalui metode Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Abah Anom juga sangat konsisten terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tahun 1961 didirikan Yayasan Serba Bakti dengan berbagai lembaga di dalamnya termasuk pendidikan formal mulai TK, SMP Islam, SMU, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah kegamaan, Perguruan Tinggi (IAILM) dan Sekolah Tinggi Ekonomi Latifah Mubarokiyah serta Pondok Remaja Inabah. Didirikannya Pondok Remaja Inabah sebagai wujud perhatian Abah Anom terhadap kebutuhan umat yang sedang tertimpa musibah. Berdirinya Pondok Remaja Inabah membawa hikmah, di antaranya menjadi jembatan emas untuk menarik masyarakat luas, para pakar ilmu kesehatan, pendidikan, sosiologi, dan psikologi, bahkan pakar ilmu agama mulai yakin bahwa agama Islam dengan berbagai disiplin Ilmunya termasuk tasawuf dan tarekat mampu merehabilitasi kerusakan mental dan membentuk daya tangkal yang kuat melalui pemantapan keimanan dan ketakwaan dengan pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari, Abah Anom menunjuk tiga orang pengelola, yaitu KH. Noor Anom Mubarok BA, KH. Zaenal Abidin Anwar, dan H. Dudun Nursaiduddin.

Abah Sepuh Suryalaya


Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad atau yang biasa di panggil Abah Sepuh, lahir tahun 1836 di kampung Cicalung Kecamatan Tarikolot Kabupaten Sumedang (sekarang, Kp Cicalung Desa Tanjungsari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) dari pasangan Rd Nura Pradja (Eyang Upas, yang kemudian bernama Nur Muhammad) dengan Ibu Emah. Beliau dibesarkan oleh uwaknya yang dikenal sebagai Kyai Jangkung. Sejak kecil, beliau sudah gemar mengaji/mesantren dan membantu orang tua dan keluarga, serta suka memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Setelah menyelesaikan pendidikan agama dalam bidang akidah, fiqih, dan lain-lain di tempat orang tuanya. Di Pesantren Sukamiskin Bandung beliau mendalami fiqih, nahwu, dan sorof. Beliau kemudian mendarmabaktikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat dengan mendirikan pengajian di daerahnya dan mendirikan pengajian di daerah Tundagan Tasikmalaya. Beliau kemudian menunaikan ibadah Haji yang pertama.

Walaupun Syaikh Abdullah Mubarok telah menjadi pimpinan dan mengasuh sebuah pengajian pada tahun 1890 di Tundagan Tasikmalaya, beliau masih terus belajar dan mendalami ilmu Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah kepada Mama Guru Agung Syaikh Tolhah bin Talabudin di daerah Trusmi dan Kalisapu Cirebon. Setelah sekian lamanya pulang-pergi antara Tasikmalaya-Cirebon untuk memperdalam ilmu tarekat, akhirnya beliau memperoleh kepercayaan dan diangkat menjadi Wakil Talqin. Sekitar tahun 1908 dalam usia 72 tahun, beliau diangkat secara resmi (khirqoh) sebagai guru dan pemimpin pengamalan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah oleh Syaikh Tolhah. Beliau juga memperoleh bimbingan ilmu tarekat dan (bertabaruk) kepada Syaikh Kholil Bangkalan Madura dan bahkan memperoleh ijazah khusus Shalawat Bani Hasyim.

Karena situasi dan kondisi di daerah Tundagan kurang menguntungkan dalam penyebaran Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah, beliau beserta keluarga pindah ke Rancameong Gedebage dan tinggal di rumah H. Tirta untuk sementara. Selanjutnya beliau pindah ke Kampung Cisero (sekarang Cisirna) jarak 2,5 km dari Dusun Godebag dan tinggal di rumah ayahnya. Pada tahun 1904 dari Cisero Abah Sepuh beserta keluarganya pindah ke Dusun Godebag.

Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad kemudian dan bermukim dan memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sampai akhir hayatnya. Beliau memperoleh gelar Syaikh Mursyid. Dalam perjalanan sejarahnya, pada tahun 1950, Abah Sepuh hijrah dan bermukim di Gg Jaksa No 13 Bandung. Sekembalinya dari Bandung, beliau bermukim di rumah H Sobari Jl Cihideung No 39 Tasikmlaya dari tahun 1950-1956 sampai beliau wafat.

Setelah menjalani masa yang cukup panjang, Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad-sebagai Guru Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah dengan segala keberhasilan yang dicapainya melalui perjuangan yang tidak ringan, dipanggil Al Khaliq kembali ke Rahmatullah pada tangal 25 Januari 1956, dalam usia 120 tahun. Beliau meniggalkan sebuah lembaga Pondok Pesantren Suryalaya yang sangat berharga bagi pembinaan umat manusia, agar senantiasa dapat melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta mewariskan sebuah wasiat berupa “TANBIH” yang sampai saat sekarang dijadikan pedoman bagi seluruh Ikhwan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya dalam hidup dan kehidupannya.

Rabu, 19 Februari 2020

Pengalaman Di Inabah Suryalaya

Rehabilitasi Narkoba merupakan cara untuk menyembuhkan para generasi muda dari ketergantungan yang namanya narkoba dengan beragam jenisnya mulai dari sabu, kokain, hingga obat-obatan terlarang.

Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan dari jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang sangat banyak ternyata sedikit yang mendapatkan rehabilitasi. Hal ini karena faktor tak keseriusan pemerintah terhadap masalah ini. Karena lebih pada menghukum mereka yang nyatanya tak berhasil membuat efek jera.

Metode rehabilitasi yang dilakukan di Pesantren Suryalaya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dibawah pimpinan KH.Shohibulwafa Tajul Arifin Ra.

Rehabilitasi di Pondok Pesantren Suryalaya melalui struktur jenjang maqamat Inabah dan Tobat.

Menurut Abah Anom saat mentalqin saya dengan kalimat tauhidnya, Inabah merupakan tempat kembali kepada Allah. Maqamat itu adalah anugerah Allah, dimana dirinya berangkat dengan niat tulus menuju kepada Allah dari mulai kembali dirinya dari perilaku buruk yang jauh pada Allah ke keperilaku baik yang dekat pada Allah dengan cara bertobat.

"Rabbi Anzilni Munzalan Mubarokan WaAnta Khairul Munzilin"
Artinya, Yaa Allah, tempatkan lah hamba pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.

Disini para ikhwan akhwat santri yang mondok di Suryalaya rata-rata banyak tadinya dirinya tercebur di dunia narkoba dan perilakunya selalu menentang Allah. Selanjutnya, dimasukan ke ruang Inabah untuk menjalani proses tahapan demi tahapan metode rehabilitasi untuk merubah perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau taat.

Datang dalam keadaan mabuk tak sadarkan diri, dikatakan Abah Anom, orang yang sedang mabuk berarti jiwanya sedang terganggu. Di Inabah ruang spiritual Tarekat Qadriyah Naqsabandiyah (TQN)  Abah Anom, ikhwan akhwat diminta untuk bertobat dan menyesali perbuatannya dengan cara bertobat. "Tundukan kepala mu ke sebelah dada kiri, sebut Allah terus dalam qalbu seiring ketukan jari, teriak dalam hati tobat yaa Allah".

Selain itu, metode rehabilitasi berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist serta Ijtihad para Ulama. Dari aspek Rabbaniyatul Ilmnya dan Rabbaniyatul Hukum, Ikhwan dan Akhwat jam 02:00 Wita dibangunkan dan antri ke kamar mandi untuk wudhu dan mandi tobat. Lemahnya kesadaran pecandu akibat narkoba bisa dipulihkan dengan mandi dan wudlu. Mandi dan wudlu ini berarti akan mensucikan tubuh dan jiwa sehingga siap untuk 'kembali' menghadap Allah Yang Maha Suci.

Disamping itu, terdapat makna simbolik dari wudlu berupa mencuci muka, mensucikan bagian tubuh yang mengekspresikan pembersihanjiwa. Kemudianmencuci lengan yang berarti mensucikan perbuatan. Kegiatan membasuh kepala juga berarti sedang mensucikan otak yang mengendalikan seluruh kegiatan badan. Terakhir, saat membasuh kaki berarti mensucikan setiap langkah perbuatan dalam hidup.

Setelah mandi digiring menuju surau masjid untuk melaksanakan sholat sunah tobat sekaligus tahajud. Dan dipandu untuk berdzikir Laa Illaha Illallahu secara berjamaah hingga memasuki waktu Subuh dan melaksanakan sholat fardhu.
Tuntunan pelaksanaan sholat fardhu dan sunnah pun disesuaikan dengan ajaran islam dan kurikulum ibadah yang telah dibuat dan disarikan oleh Abah Anom.

Setelah tiga sampai lima bulan Pecandu yang telah pulih kesadarannya berkat binaan di Inabah sepanjang 24 jam, kemudian diajak berdzikir melalui talqîn dzikir. Talqin dzikir adalah pembelajaran dzikir pada qalbu. Dzikir tidak cukup diajarkan dengan mulut untuk ditirukan dengan mulut pula, melainkan harus dipancarkan dari qalbu untuk dihunjamkan ke dalam qalbu yang di talqin. Yang dapat melakukan talqin dzikir hanyalah orang-orang yang qalbunya sehat (bersih dari syirik) dan kuat (berisi cahaya ilahi). Ditalqin dan dibina oleh Abah Anom melalui kurikulum nya yang terbukti berhasil memulihkan pecandu narkoba dan jera mabuk lagi. Baik hidup cari ridho Illahi, terima kasih Abah Anom Guru kami yang kami cinta, kasih, dan sayang karena Allah.

Pesantren Suryalaya yang mampu mendidik santrinya menuju kehidupan yang baik. Suryalaya mendapat penghargaan “Distinguished Service Awards” dari IFNGO on Drug Abuse, serta penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia kepada KH.A Shohibulwafa Tajul Arifin atas keberhasilan metode Inabah tersebut serta jasa-jasanya di bidang rehabilitasi korban Narkotika dan Kenakalan remaja.

Ikhwan Inabah 11 Suryalaya by Nasrullah

Jumat, 03 Januari 2020

Takut Sekali Sampai Terserang Epelipsi



Malam pergantian tahun 2019 ke tahun baru 2020 sungguh mengerikan. Diriku terserang epelipsi ayan yang bersarang di susunan hyphocampus dan hyphothalamus syaraf kepala. Psikologis mengerikan berupa rasa takut selimuti diri di tengah cuaca ekstrem awal tahun ini. Takut
sekali terhadap Allah sang Maha Pencipta seluruh alam semesta hingga bercucuran air mata, bagaimana diriku suatu saat nanti berhadapan Allahu taala untuk mempertanggungjawabkan perbuatan selama hidup di dunia ini.

Diri tak terkendali,  mungkin terlalu arogan terhadapNya hingga Allah menguji dengan memberikan penyakit seperti ini. Dimanakah diriku termasuk nanti ? Apakah golongan orang-orang yang akhir hidupnya baik (Khusnul khatimah) atau sebaliknya, nauzubillah. Yaa Allah lindungilah hambaMu ini yang tiada daya upaya melainkan atas pertolonganMu. Tobat Yaa Allah...Tobat Yaa Allah...Tobat Yaa Allah….

Pikiran Dejavu tereplikasi era reformasi, mengenang guru Talqin Abah Anom di Ponpes Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat lagi untuk kembali kepada Allah dan Tobat. Terkenang Abah Guru Sekumpul Martapura KH.Abdul Ghani, perbanyak Shalawat terhadap Nabi Muhammad.Saw. Instrospeksi diri pada dosa yang membludak berupa syirik yang tak terampuni dan juga keutamaan seorang yang pernah menangis takut terhadap Allah.

Apa kata Nabi Muhammad.Saw, tidak akan tersentuh api neraka mata yang pernah menangis takut terhadap Allah. Itu janjinya terhadap umatnya yang selalu diperhatikannya dengan Arif bijaksana.
Jika itu bagian mata, bagaimana dengan urusan qalbu hati yang dikenal sebagai raja bagian tubuh lainnya.

Struktur susunan Qalbi hati, Sir, hingga Syaghaf dibawah kendali diri. Bahwa segala sesuatunya hanya Allah melalui Noor Muhammad singgah di diri memberi hadiah banyak beragam kebaikan, sementara keburukan dari diri sendiri. Pantas saja, Ulama bahari kerap meratapi diri disertai cucuran air mata anugerah Allah.

Mengingat Ummi Rabbiyatul Adawiyah, "Surga tak pantas untukku, demikian sebaliknya tinggal di kobaran 🔥 api jahanam. Ditanggalkan keduanya, dengan niat hanya Allah maksud diri. Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka wamarifataka."

Tapi itu keutamaan para Wali dan Ulama, bagaimana dengan orang seperti kita yang penuh dosa dan banyak lalai lagi.Tuntutan di dunia, miliki anak dan istri untuk menafkahi mereka atas dasar Hallikhwal berupa cinta, kasih, dan sayang yang kami niatkan karena Allah dan kawinkan Istri untuk menjadi golongan umat Rasulullah.SAW. Dapat bahagiakan mereka, dengan tempat berupa naungan di dunia dan akhirat nanti, bahkan sampai ke tanah suci. Yaa Allah tolong kami.

Senin, 30 Desember 2019

Tobat Ya Allah



Tobat Ya Allah, Tobat Ya Allah, Tobat Ya Allah. Bentangilah maghfirahMu pada kami yang tiada daya dan upaya melainkan atas pertolonganMu. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah atas Baginda Rasulullah Saw yang kami cinta, kasih, dan sayang semata-mata karena Allah. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah. Tiada yang lebih kami cintai, kasih, dan sayang karena Allah selain Allah dan Rasulullah.Saw.

Ya Allah kami takut sekali padaMu dimoment akhir tahun 2019 ini. Alhamdulillah takut yang engkau anugerahkan pada kami kali ini disertai cucuran air mata. Ampunilah hambaMu ini ya Allah, yang menyerah pada Rabbaniyatul HukumMu dengan prinsip Rabbaniyatul I'lmMu.Tolong hambaMu ini dalam menjalani sisa hidup didunia ini.

Ya Allah, engkaulah maksudku ridhoMU tujuan hidupku, Cinta dan maghfirahMu sebagaimana pesan Abah, Illahi Anta Maksudi Wa Ridgoka Mathlubi Attini Mahabahtaka wamarifataka. Beliau beramanah Ummi Rabbiyatul Adawiyah.RA mengatakan, "Surga tak pantas untukku, neraka tak tahan. Allah Maksudi wa Ridhoka tujuanku,"katanya.

Jumat, 06 Desember 2019

TAUHID



TAUHID adalah Ilmu yang agung dan mulia. Seorang muslim yang mampu melaksanakan Hak Allah dengan tidak menyekutukan sesuatu selain Allah, dan hanya Allah tempat bersandar, bergantung, dan meminta pertolongan. Tiada Tuhan Selain Allah.

Meniti titian kehidupan dengan jenjang yang dianugerahkan Allah taala, baik itu dengan ibadah, pendidikan, maqamat, hallikhwal, atau laduni yang semuanya merupakan anugerah Allah untuk setiap insan yang ingin mengenalNya.

TAUHID merupakan tempat disisi Allah ta'ala, dimana setiap muslim yang berada ditempat itu tidak memandang sebelah mata.Berlaku sunahtullah kehidupan dalam dirinya merupakan jalan mustahab.Dan menjadikan Allah maksud dan tujuan, menjadikan Allah Tuhan yang disembah dan meyakini hanya Allah yang mengatur seluruh alam semesta dan makhluk ciptaannya.

Setiap muslim yang mengenal Allah dengan prinsip Rabbaniyatul Hukum dan Rabbaniyatul I'lm Nya, dirinya dihadapan Allah selalu merasa tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah. Mati Maknawi, segala sesuatunya disandarkan hanya kepada Allah mulai dari struktur Qalbi, Sir, hingga Syaghaf dirinya dijadikan tempat persinggahan Allah semata. Dalam memandang hukum, dirinya tak taklif selalu berpandangan pada imam nya yaitu Al-Qur'an hingga Nabi Muhammad.Saw. Dan memiliki sanad yang kuat bersama para guru-gurunya yang telah memberikan ilmu padanya dan dicinta kasih sayang semata-mata karena Allah.

Teringat tausyiah Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani Ra menyampaikan umat Rasulullah yang pernah ditemui beliau baik dalam waktu bermimpi maupun tersadar secara kasyaf ( dibukakan mata batin oleh Allah taala secara ghaib karena Allahu Alim Ghaib Wa Syahadat). Beliau menyampaikan keutamaan shalawat dan hendaknya memperbanyak membaca shalawat terhadap Baginda Rasulullah.Saw. Menteladani Rasulullah.Saw karena beliau suri teladan. Selanjutnya beliau sampaikan sifat 20 dan keutamaan Noor Muhammad. "Bahwa sosok Rasulullah.Saw  indah dan lembut lagi pengasih dan penyayang kepada umatnya. Sehingga beliau sangat perhatian terhadap umat muslim dan memandangnya penuh keindahan dan Arif Billah (Pemimpin bijaksana), ilmu yang disampaikan beliau rapi tertata baik, buktinya Al-Qur'an Wahyu Allahu ta'ala,"katanya.

Dapatkah disamakan antara mereka yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui.Sesungguhnya yang dapat menyadari itu hanyalah orang-orang yang sempurna akal pikiran. (Az-Zumar 9)

Seseorang untuk dapat dekat dengan rasulullah diantaranya dengan cara bertaqwa kepada Allah dan selalu melaksanakan Hak Allah atas diri kita yaitu untuk menyembahNya dan menyaksikan Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah. Dalam kehidupan melaksanakan hak Allah atas diri dan terus berupaya menjadi Hamba Allah Yang selalu Bertakwa dan Beriman.

Maka sesungguhnya hak Allah terhadap para hamba-Nya adalah agar menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya akan sesuatu.Sedangkan hak para hamba dari Allah ialah Dia tidak akan menyiksanya terhadap mereka yang tidak menyekutukannya akan sesuatu. (Buchary Muslim).

Nasrullah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls