RANTAU,~Senandung Syair Yaa Arhaman Rahimin dan Shalawat
Rasulullah.SAW berkumandang merdu berdendang menyentuh kalbu di
Sekretariat Majelis Ilm Al-Hadi Pimpinan Habib Mahsin Bin Al Hamid
Banahsan Desa Perintis Raya pada Minggu (11/11) malam dalam rangka
memperingati Maulid Rasulullah.SAW 1440 Hijriyah sekaligus Haulan
Al-Walid Habib Al Hamid Bin Hasan Banahsan.
Acara maulid malam itu mendatangi Guru Besar dari Hadramaut Kota Seribu
Wali Yaman sebagai penceramah dalam kewilayahanNya yang ditandai
dengan cuaca rintik hujan sebagai tanda curahan rahmat barokah cinta
kasih sayang dari Allah.SWT teruntuk seluruh para jama’ah majelis Ilm
yang hadir terhadap Rasulullah beserta keluarga dan Alim Ulama.
Habib
Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir seorang khatib sekaligus dosen di
salah satu Universitas Islam yang ada di Yaman sekaligus juga Guru Besar
di Yaman. Beliau zuriat salah satu cucu keturunan dari Al-Wali Al-Qutub
Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Husin Bin Thohir pengarang kitab Sullam
Taufik yang tersebar di seluruh Indonesia terutama berbagai pondok
pesantren yang kitabnya dikaji dan dipelajari. Diantara syair-syair
karangan Kakek beliau yang terkenal dan biasa kita baca “Yaa Arhaman
Rahimin 3 x Qori Alal Muslimin” dan juga biasa kita baca dalam wirid
setelah melaksanakan sholat fardhu di Masjid dan Langgar Musholah hingga
Majelis Dzikir dan Ilm yang ada di kota Rantau hingga wilayah lainnya
adalah “Yaa Allah Bihaa 3 x Khusnul Khatimah”. Selain itu yang biasa
kita baca ketika ziarah ke maqam Aulia Allah “Salamullah Ya Shadar
Minarahman Yaa Shakum” pengarangnya Habib Abdullah Bin Thohir Datu
Beliau.
Dalam ceramahnya Habib Murtadho Bin Abu Bakar
bin Thohir menyampaikan nasehat berupa ilmu kepada para jamaah
menggunakan bahasa Timur Tengah yang secara langsung diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia oleh Habib dan Habaib yang mendampinginya. Pertama
beliau memuji Allah Subhanawatala pemilik alam semesta disambung
shalawat terhadap Baginda Rasulullah.SAW pembuka pintu segala kebaikan
dan penyebab turunnya rahmat bagi seluruh alam semesta nabi besar
Muhammad dan juga shalawat salam terhadap keluarga beliau hingga sahabat
beliau hingga akhir zaman.
Berdasarkan firman Allah
beliau perkenalkan nabi-nabi pilihan Allah mulai dari Nabi Adam.AS
hingga nabi-nabi lain seperti Nabi Nuh, Nabi Zakaria, Nabi Ibrahim.AS
diatas sekalian ciptaan Allah diseluruh alam semesta ini, Allah memilih
nabi-nabi tersebut sebagai pilihan Allah dari makhluk lain selain
manusia. Keturunan mereka dari sebagaian keturunan mereka, kemudian
Allah menceritakan Nabi Imran yang mengajarkan apa yang ada dalam perut
istrinya.
Selain itu beliau memperkenalkan Ibu Maryam
Istrinya sebagaimana tertera sudah di dalam ayat suci Al-Qur’an.
Pasangan ini lama mengharap kehadiran anak di dalam rumah tangganya.
Dalam
hubungan setiap rumah tangga itu semua tergantung dengan niat mereka
masing-masing dalam menjalin hubungan berumah tangga, diantaranya
seperti tujuan berumah tangga pertama adalah niat untuk memiliki zuriat
keturunan mulia dengan harapan kelak Allah menganugerahkan anak yang
sholeh beriman lagi bertakwa terhadap Allahu ta’ala hingga hari kiamat.
Beliau
menjelaskan perut rahim Ibu Maryam yang ditetapkan hingga kiamat
sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an dan telah Allah mengamanatkan
kepadanya akan mendapatkan keturunan yang mulia. Dengan niatnya Ibu
Maryam berdoa meminta putra kepada Allah pertama yang lahir harapnya
dalam kandungannya menjadi anak yang sholeh, taat, dan mengabdi kepada
Allahu ta’ala hingga hari kiamat. Ini pelajaran besar bagi semua, ketika
pria dan wanita menikah pertama adalah letak niat untuk mendapatkan
anak yang sholeh bukan mendapatkan anak yang banyak, melainkan anak yang
sholeh taat terhadap Allahu ta’ala.
Sebagaimana
disebutkan dalam kitab fiqih jika seorang bernadzar maka nadzar itu
milik orang lain, yaitu milik Allah.SWT. Sama dengan wanita sholehah ini
bernadzar putranya milik Allah termasuk Hakikahnya. Jika seorang
bernadzar miliki anak lelaki namun ternyata atas kehendak Allah lain
dirinya melahirkan seorang anak wanita, yang mana sama dengan pikiran
orang di zaman sekarang berpendapat lelaki lebih baik dibandingkan
wanita, menurut beliau itu salah. Pendapat ini benar jika lelaki merasa
lebih mulia dari wanita jika lelaki itu taat orang sholeh dan wanita
lebih mulia dari lelaki jika wanita itu selalu taat kepada Allahu
ta’ala. Namun ternyata banyak wanita lebih mulia daripada laki-laki saat
ini.
Dimana wanita saat mengandung dan tak bisa lelaki
merasakan hal itu, wanita itu bernadzar Yaa Allah hamba inginkan anak
laki-laki namun ternyata Allah berkehendak lain hingga melahirkan anak
wanita. Jika Allah sudah berkehendak lain dan memilih lagi memandang itu
lebih baik daripada keinginan semuanya, siapapun itu baik keinginan
sang ayah atau keinginan sang ibu yang melahirkan. Karena itulah niat
itu seperti bibit yang ditanam pada seseorang jika niat itu bagus akan
berkembang hingga berbuah yang bagus.
Hingga akhirnya
Nabi Zakaria terpilih untuk mengasuh Maryam anak wanita yang dilahirkan
tadi, dan Nabi Zakaria mengasuhnya dengan kasih sayang. Apalagi Nabi
Zakaria belum memilik anak. Anak itu tumbuh menjadi wanita sholehah yang
sangat mulia dan suci dan selalu menjauhi pengaruh luar yang dapat
merusaknya. Bahkan dengan cara diuji oleh Allah dirinya membentengi diri
anak itu agar tak tepengaruh dari lingkungan luar yang merusak,
padahal itu dari aspek hakikat adalah Allah menjaga anak dari pengaruh
yang bersifat merusak dari luar agar tidak masuk kedalam diri anak
dengan cara dibentenginya.
Ini adalah pelajaran bagi
seluruh orang tua saat ini, bagaimana cara kita untuk menjaga
putra-putri kita dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar ke dalam
diri. Mulai dari kerusakan di jalan, kerusakan di sekolah, terkadang
kerusakan masuk ke lingkungan keluarga. Hingga banyak manusia saat ini
lebih memilih menghadiahkan sebuah telepon untuk anak-anaknya, apalagi
apa yang disaksikan telepon itu untuk anak-anak kita. Apa yang masuk
dalam pikiran dari telepon itu, lebih baik tanamkan Allah didalam
dirinya sejak dini, Ingat Allah dimanapun berada, bergantung kepada
Allah, bersandar kepada Allah, hingga anak menginginkan sesuatu
hendaknya ajari dirinya untuk minta hanya kepada Allah ketimbang
menghadiahkan sebuah telepon selular yang saat ini sedang marak
digunakan umat manusia.
Apalagi Nabi Zakaria
membentengi diri anak itu dari pengaruh luar yang merusak agar anak itu
taat terhadap Allahuta’ala kelak hingga menjadi anak yang sholehah dan
tak terpengaruhi lingkungan luar yang merusak tadi.
Semestinya
kita selaku orang tua juga instropeksi saat ini demi anak-anaknya,
lihat saat ini anak duduk dengan siapa ? dan berkawan dengan siapa,
bukan pada dirinya lagi hingga pengaruh luar dapat masuk kedalam
pikirannya dengan mudah. Karena itulah jika kita berteman dengan orang
yang agamanya baik tentu agama kita akan ikut baik.
Sama
sebagai Nabi Zakaria bertahan di tempat benteng anak itu dan terdapat
sebuah mihrab dan mihrab itu bukan tempat tidur ataupun untuk nonton
video atau sekedar melihat gambar di HP, mihrab itu tempat untuk
bermunajat hanya kepada Allah Subhanatala. Bahkan disetiap Nabi Zakaria
masuk ke Mihrab disitu Nabi Zakaria disediakan oleh Allah
hidangan-hidangan yang luar biasa, termasuk kunci. Lalu bertanyalah Nabi
Zakaria ke Maryam, Ya Maryam darimana hidangan-hidangan ini, darimana
kunci ditanganku, dan darimana makanan ada dimusim dingin dan dimusim
panas ini, dari mana engkau dapatkan tanya Nabi Zakaria. Lalu sontak
dijawab Maryam yang sholehah bahwa semua ini datangnya dari
Allahuta’ala Yang Maha Kuasa dan Perkasa mengwujudkan segala yang Ia
kehendaki. Hidangan yang nikmat ini mencerminkan bahwa Nabi Zakaria
merupakan orang yang selalu mensyukuri nikmatNya.
Demikian tausyiah beliau terhadap para jamaah di majelis ilm yang mulia
itu. Kehadiran beliau disambut para jamaah yang hadir untuk mencium
tangannya sebagai tanda penghormatan kepada keluarga Rasulullah.SAW yang
di cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Yaa Allah semoga kami yang
hadir termasuk dalam golongan pengikut rasulullah yang kami cinta kasih
dan sayang karena Allah hingga mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak
sebagai orang sholeh beriman lagi bertakwa kepada Allahutala.