Jumat, 24 Agustus 2018

Haulan Guru KH.Gazali Lumbu


RANTAU, SURYALAYA ~ Jama’ah Haulan KH.Gazali Bin Bulayah berlangsung khusyu dipimpin Habaib dan para Alim Ulama di Tapin, Kamis pagi (23/8) kemarin.
Muslimin dan Muslimat se-Tapin yang Cinta Kasih Sayang para Ulamanya semata-mata karena Allah hadir guna memetik hikmah dan fadhilah berkat acara khas budaya daerah ini di haulan KH.Gazali Bin Bulayah ke-50 di Kubah Maqamnya Desa Lumbu Raya Kecamatan Tapin Utara. Haulan di isi lantunan Ayat Suci Al-Qur’an, Pembacaan  Maulid Habsy, dan Tausyiah oleh Habaib Al Mukaram dari Kalimantan Selatan.


Disamping itu pedagang dari luar daerah turut datang disamping ikut menghadiri acara haulan sekaligus menjajakan dagangannya berupa bingkai foto guru besar di Kalimantan Selatan yaitu KH.Abdul Ghani Guru Sekumpul Martapura Kalimantan Selatan. Guru Sekumpul merupakan Sosok Aulia Allah di Kalsel yang di Cinta, Kasih, dan Sayang semata-mata karena Allah oleh para jamaah dan murid-muridnya di Kalimantan. “Sebagaimana pesan beliau terhadap murid-muridnya dalam tausyiahnya untuk menghormati para ulama dan habib, sebagaimana Rasulullah.SAW dalam sarannya kepada seluruh umat muslim untuk menghormati ulama bahkan mencium tangannya, menurut rasulullah mencium tangan ulama sama dengan mencium tangan rasulullah.saw, “katanya.


Riwayat singkat KH.Gazali Bin Bulayah adalah Bapak atau Abah dari seorang Guru Besar di Kabupaten Tapin yaitu Abuya KH.Ali Nurdin Cangkering. KH.Gazali lahir di Lumbu Raya sekitar tahun 1907 Masehi atau 1325 Hijriyah, beliau berhasil menyebarkan syiar Agama Islam di daerahnya sekitar tahun 1950 Masehi lalu dengan Rabbaniyatul Il’mNya dan Rabbaniyatul Hukm-Nya. Atas izin Allahu ta’ala beliau dianugerahkan ilmu Agama meliputi Tauhid, Fiqih, dan Tassawuf hingga dipercaya oleh para muslimin muslimat dan para  alim ulama beliau termasuk para pewaris nabi.


Ayah beliau bernama Bulayah seorang petani yang pekerjaannya disamping betani juga ahli memasak nasi dengan khalwah (red.panci) yang besar. Bulayah bukan dari kalangan ulama namun dirinya memiliki harapan besar terhadap anak-anaknya untuk menjadikan mereka anak yang sholeh alim lagi bertaqwa terhadap Allahu ta’ala. Karena itulah Beliau mensekolahkan anak-anaknya ke pondok pesantren dan menitipkannya kepada tuan guru alim ulama di masanya di desa Banua Halat bernama Al-Arif KH.Muhammad Abdul Karim yang memiliki pola pengajaran dakwah dan ajarannya yang sangat istimewa (red.setingkat khawas dan khawashul khawas) di sebuah musholah dan ruang  asrama bagi para santri. Selain itu KH.Gazali termasuk kriteria  seorang yang tak pernah merasa puas dalam menuntut Ilmu Agama sehingga melanjutkan belajar lagi dengan menuntut ilmu di Mekkah bersama seorang ailm ulama di sana hingga Pondok Pesantren Darusallam Martapura. Setelah melalui proses belajar beliau pulang kampung untuk memanfaatkan ilmu yang diperolehnya dan berhasil menyebarkan syiar agama Islam di Banua.

Yaa Allah Bentangilah Curahan Asuhan Cinta Kasih dan SayangMu selalu terhadap diri kami, kepada orang tua Kami, Anak Istri Kami, Saudara dan Keluarga Kami, Yang Ada di sekitar kami, Sahabat kami,  Para Guru-Guru Kami dan Pimpinan kami Yang kami Cinta Kasih dan sayang semata-mata karena Allah. Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah, tiada yang lebih kami cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah selain Allah dan Rasulullah.SAW.

Yaa Allah lindungilah kami dari kemurkaanMu, KebencianMu, dan AzabMu yang pedih. Tolonglah kami Ya Allah dan berilah kami Hidayah dan InayahMu untuk dapat  terus selalu melaksanakan Hak Mu atas diri kami (red.Tauhid).

Jadikanlah diri kami tempat persinggahanMu selalu Ya Allah berupa cahaya ilmu (Rabbaniyatul Ilm) dan aturan hukum (Rabbaniyatul Hukm) dari Rasulullah.SAW yang Kami Cinta Kasih dan Sayang Karena Allahu Ta’ala. Allah MaksudKu dan Ridho Allah Tujuan Hidupku (Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Wa Marifataka).

Yaa Allah berilah kami rezeki yang luas, banyak lagi halal melalui pekerjaan yang engkau beri pada diri kami. Dan bimbinglah kami  Ya Allah menggunakan rezeki itu di jalanMu Ya Allah Yaa Wakil Yaa Rahman Yaa Rahim diantaranya untuk menafkahi anak istri kami yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah dan berderma bak Wakil Allah. Yaa Allah Kabulkanlah doa dan hajat kami. Amin..  (Nasrullah)

Selasa, 21 Agustus 2018

Selamat Hari Raya Idhu Adha dan Hari Raya Haji




PASAL HAJI
Firman Allah.SWT dalam ayat suci Al-Qur’an (Al ‘Imran 97).
“Dan untuk Allah diwajibkan atas manusia melakukan Ibadah Haji ke Baitullah, bagi siapa yang kuasa perjalanannya. Dan siapa kafir tidak mempercayai kewajiban Ibadah Haji maka Allah Ghani (Maha Kaya) dan tidak berhajat pada sekalian makhluk seisi alam”. (Al-Qur’an)
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1.       Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa,
2.       Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepadaNya segala sesuatu,
3.       Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,
4.       Dan tidak ada sesuatu dan seorangpun yang setara dengan Dia”.

(Al-Qur’an Surah Al Ikhlas)
Ibn Umar Ra berkata: Rasulullah.SAW bersabda: Islam didirikan di atas lima sendi:
1.       Percaya bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW utusan Allah.
2.       Mendirikan Sholat (Sembahyang).
3.       Mengeluarkan Zakat.
4.       Pergi Haji ke Baitullah jika mampu.
5.       Puasa di bulan Ramadhan.
(Hadist Buchary, Muslim)
                Abu Hurairah Ra bekata: ada seseorang umat Rasulullah.SAW bertanya kepada Rasulullah.SAW terkait amal perbuatan yang paling utama dalam Agamanya. Menanggapi pertanyaan itu, Rasulullah.SAW menjawab Iman Percaya Kepada Allah dan Rasulullah.SAW. Lalu apa lagi ? dijawab Rasulullah.SAW Jihad berjuang untuk menegakan Agama Allah. Kemudian apa lagi ? jawab Nabi: Haji yang Mabrur. (Buchary, Muslim)
Abu Hurairah Ra  berkata : Rasulullah.SAW berkhutbah, maka ia berkata: Hai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kamu untuk berhaji, maka berhajilah kamu. Maka ada orang bertanya: Apakah tiap tahun Ya Rasulullah ? Nabi diam tidak menjawab, dan mengulangi keterangannya itu, orang itupun mengulangi pertanyaannya, hingga tiga kali. Maka Nabi berkata: Andaikan saya menjawab: Ya. Tentu menjadi wajib, dan jika telah menjadi wajib kamu tidak dapat melaksanakan. Biarkanlah apa yang sengaja saya diamkan. Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat yang sebelum kamu itu, karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mereka. Karena itu apabila aku perintahkan kepada kamu sesuatu, maka kerjakanlah sekuat tenagamu, dan bila aku melarang kamu dari sesuatu maka tinggalkanlah. (Muslim)
Yaa Allah Shalawat dan Salam semoga terus tercurah atas baginda Rasulullah.SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabat beliau hingga akhir nanti. Yaa Allah semoga engkau bentangkan selalu curahan asuhan Cinta Kasih dan SayangMu kepada kami dan seluruh umat muslim. Lindungilah kami dari kemurkaanMu  dan Kebencianmu. Yaa Allah Ampunilah kami atas segala khilaf dan dosa-dosa kami serta kelalalaian kami. Yaa Allah berilah kami kesempatan dapat memenuhi panggilanMu ke tanah suci untuk menunaikan Ibadah haji dan berilah kami rezeki yang luas lagi banyak dan halal untuk kami. Amin.
Qurban di Hari Raya Idhul Adha (Haji)
                Ibadah Haji tak terlepas dari moment peringatan Hari Raya Idhul Adha atau yang akrab dikenal  hari raya haji oleh umat Muslim di Indonesia. Demikian dengan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban pada hari raya haji inilah dilaksanakan setiap tahunnya. Penyembelihan hewan qurban tak terlepas dari ikatan kisah sejarah Nabi Ibrahim.AS yang mengurbankan anaknya demi tegaknya peraturan hukum di tengah umatnya dengan cara menyembelih anaknya Nabi Ismail.AS.
Haji adalah Arafah hari perenungan tentang Sang Khalik untuk apa kita manusia diciptakan….. Menjadi khalifah dan melaksanakan Hak Allah atas dirinya. Apa itu Hak Allah atas diri setiap muslim adalah mentauhidkan Allah atau menyaksikan Tiada Tuhan Selain Allah.
Dari sejarah itulah tercatat  Nabi Ibrahim.AS dikenal oleh umat Muslim sebagai Bapak Tauhid yang mampu memberantas kesyirikan di tengah umat pada massa nya. Bermula dari kisah Nabi Ibrahim.AS  mendapatkan wahyu dari Allah.SWT berupa ujian untuk melaksanakan perintahNya menyembelih anaknya Nabi Ismail.AS. Tujuan Allah mengujinya adalah untuk memberantas kesyirikan di tengah-tengah umat pada saat itu. Melihat sejarah itu dari aspek Ilmu Hukum, seseorang yang dianugerahi sang maha kuasa ilmu pengetahuan di bidang hukum (Peraturan Perundang-Undangan)  tentunya mereka adalah para pimpinan yang berada dibaris depan tak terlepas dari sifat sabar dan penuh pengorbanan untuk berada di baris depan dalam memangku kepemimpinan dan menyelesaikan permasalahan. Bak khalifah yang ter/t/utup pintu kemenangan bagi dirinya demi membela umatnya.
                “Pengorbanan itu ternyata merupakan syarat setiap sosok para pemimpin yang berada dibaris depan untuk memperoleh analisa tajam”. Rata-rata seseorang yang bergerak di bidang hukum pengorbanan merupakan ujian prioritas untuk dapat menyelesaikan kasus permasalahan dan pekerjaaannya.
Hal ini terbukti sebagaimana  pengorbanan Nabi Ibrahim.AS yang rela mengorbankan anaknya Nabi Ismail.AS  terlahirlah hikmah kebijaksanaan berupa Ilmu Rabbaniyatul Hukm (Ilmu Hukum Ketuhanan) dan Rabbaniyatul Ilm (Ilmu Ketuhanan) yang langsung dari Allah.SWT, untuk umatnya secara langsung berupa petunjuk dan hidayah agar dapat melaksanakan hak Allah atas diri manusia yaitu mentauhidkan Allah atau menyaksikan bahwa Tiada Tuhan Selain Allah.
Mengenal Tauhid (Keesaan Allahu ta’ala), sebagaimana manusia  yang dasarnya tiada daya dan upaya bahwa tidak ada yang mampu mentauhidkan Allah melainkan TauhidNya sendiri. Karena itulah hanya Allahlah yang kuasa mampu mentauhidkan dirinya yang maha tunggal kepada seluruh umat manusia dan alam sekitar. Karena itulah ilmu Tauhid ibarat samudera lautan yang luas dan tempatnya sangat mulia lagi di Istimewakan Allah.SWT dan Rasulullah.SAW. Allahu Alim (Allah Maha Mengetahui).
Karena itulah Rasulullah.SAW beserta para pewarisnya mulai dari Aulia Allah dan para Alim Ulama setiap detik kesehariannya selalu berdzikir  ingat kepada Allah baik berdiri, duduk, hingga berbaring. Selain itu mereka sangat dekat dengan Allah karena selama hidupnya dihabiskan dan diperuntukan pada Allah hingga rata-rata mereka dianugerahi ilmu tauhid menyaksikan Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah, karena itulah Rasulullah.SAW merupakan teladan bagi seluruh umat manusia dan umat Islam. (Nasrullah)





Kamis, 26 Juli 2018

Hukum-Hukum yang mengenai syarat-syarat, rukun dan sifat-sifat sembahyang. Takbir dapat menggugurkan dosa diri.


 Oleh Nasrullah.
Sembahyang mempunyai beberapa syarat yang tidak sah sembahyangnya dengan ketiadaan syarat itu. Syarat yang mendahului kita melaksanakan sholat atau sembahyang yaitu wudhu dengan air atau tayamum jika tak tersedianya air untuk bewudhu. Selain itu juga berdiri di tempat yang suci bersih misalnya seperti langgar Musholah dan Masjid, menghadap kiblat dikala sanggup melakukannya dan mengetahui masuk waktu. Hukum ini semua disepakati oleh imam-imam yang empat.
Keterangan ini diambil dari Guru Fiqih Kami K.H.Abdul Khaliq.RA  yang kami Cinta, Kasih dan Sayang semata-mata karena Allah dan keterangan kitab hukum islam .  Kala itu Beliau membuka majelis ilmu fiqihnya dan menjelaskan keterangan hukum tata cara wudhu dan rukun-rukun sholat. Demikian juga kitab hukum fiqih pandangan 4 mahzab. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) hari ini terakhir berada di bulan Rajab, bulan  sebagaimana diketahui umat Muslim bahwa Rasulullah.SAW melaksanakan perjalanan Isra Mir’aj bertemu Allah dan menerima kewajiban bagi umatnya untuk melaksanakan sholat 5 waktu sehari semalam. Kebijaksanaan Rasulullah.SAW yang memberikan keringanan bagi umatnya untuk melaksanakan kewajiban sholat dari sebelumnya 50 kali sehari semalam menjadi 5 kali. Alhamdulillah. “Semoga Shalawat dan Salam Selalu Tercurah Atas Junjungan Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabat beliau hingga akhir nanti”.
Lanjut lagi keterangan syarat sah sembahyang lainnya adalah menutup aurat sebagai syarat sah sembahyangnya. Ini disepakati oleh Abu Hanifah dan Ahmad. Kata Ashhab Malik : Menutupi aurat menjadi syarat kalau sanggup dikerjakan dan teringat. Kalau sengaja dibuka, padahal sanggup ditutupnya, batal deh sembahyangnya. Ada yang berkata juga: Menutup aurat suatu wajib yang berdiri sendiri, bukan syarat sah sembahyang. Jika seseorang bersembahyang dengan terbuka auratnya secara sengaja dipandang durhaka kendati sembahyangnya itu dipandang sah. Dan yang dipegang oleh ashhab Malik yang mutaakhirin, ialah tidak sah sembahyang bila dikerjakan dalam keadaan terbuka ‘aurat.
Sembahyang mempunyai rukun-rukun yang dikerjakan didalamnya, yaitu niat, takbiratul ihram, berdiri bagi orang yang sanggup, fardhu membaca  ayat suci Al-Alqur’an (Al-Fatihah),  ruku,  sujud, duduk pada akhir sembahyang. Inilah rukun yang disepakati semua Imam, sementara pada yang lainnya diperselisih pandang mahzab.
Mengenai niat fardhu bagi sembahyang, di ijma’i  para imam.  Abu Hanifah.RA dan Ahmad membolehkan mendahulukan niat atas takbir asal tidak terlalu lama dengan sebelum takbir. Malik dan Asy-Syafie berpendapat mewajibkan muqaranah niat dengan takbir, tak boleh didahulukan dan tak boleh dikemudiankan. Kata Al-Qaffal seorang Ulama besar dalam mahzab Asy Syafie :Apabila niat itu muqaranah dengan awal takbir, sahlah sembayang itu. Kata An Nawawy: Pendapat yang dipilih dalam soal ini, ialah cukup muqaranah urfiyah ‘ammiyah, yaitu asal saja tidak dipandang lalai dari sembahyang. Inilah yang diamalkan para Salaf.
Takbiratul ihram suatu fardhu  sembahyang dan harus di lafadzkan. Hukum ini disepakati. Menurut suatu hikayat dari Az Zuhry, bahwa beliau mensahkan sembahyang dengan berwujudnya niat sembahyang, kendati tidak diucapkan takbir.
Sah ihram untuk sembahyang dengan ucapan takbir “Allahu Akbar”. Hukum ini disepakati. Apakah lafadz yang lain sah juga untuk mengwujudkan ihram ? Menurut pendapat Abu Hanifah.RA , sah ihram dengan segala lafadzh ta’dhim dan tafkhim, seperti Allah Djalil, Allahu Adhiem, dan sah dengan lafadzh Allah saja. Sementara menurut Imam Asy-Syafie sah dengan ucapan lafadzh Allhu Akbar. Malik dan Ahmad tidak mensahkan selain dengan lafadzh Allahu Akbar.
Orang yang bertakbir dalam bahasa Arab, tidak sah bertakbir dengan bahasa lain. Hukum ini disetujui Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah.RA :Sah.
Mengangkat dua tangan saat bertakbiratul ihram, hukumnya sunat”. Ini diidjmai. Hanya mereka berselisihan tentang watas mengangkat tangan itu.
Menurut Malik dan Asy Syafie diangkat setentang bahu. Abu Haniefah menetapkan setentang telinga. Dari Ahmad diperoleh tiga pendapat, setentang bahu, setentang telinga, boleh setentang telinga, boleh setentang bahu. Ini disepakati oleh Al Chiraqy. Mengangkat tangan, diwaktu takbir, ruku, dan itidal, adalah sunat. Begini juga pendapat Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah: Tidak.
Berdiri fardhu dalam sembahyang, fardhu atas orang yang sanggup. Bila ditinggalkan pada hal sanggup dikerjakan, tidak sah sembahyangnya. Sementara tidak sanggup berdiri, hendaklah duduk.  Ini disepakati semua imam.
Duduk sebagai ganti berdiri, boleh secara bersila, boleh secara iftirasy. Pendapat duduk secara bersila disetujui Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah: Boleh duduk sebagaimana dikehendaki oleh yang duduk sendiri.
Apabila tak sanggup duduk hendaklah berbaring atas lambung kanan, menghadap kiblat. Kalau tak sanggup berbaring, hendaklah telentang atas punggung, kedua kakinya ke kiblat supaya ruku sujudnya ke kiblat. Pendapat ini disetujui Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah: Dia tidur telentang atas punggungnya dan menghadap kiblat dengan dua kakinya.
Apabila tak sanggup cukup berisyarat dengan kepala, untuk ruku dan sujud hendaklah ia berisyarat dengan mata. Menurut pendapat Abu Hanifah: Apabila sampai ke derajat ini, gugurlah tugas sembahyangnya.
Selanjutnya disukai kita meletakan tangan kanan atas tangan kiri didalam sembahyang. Dalam suatu pendapat Malik, tangan itu diulurkan. Posisi tangan itu diletakan di bawah dada diatas pusat. Demikian pendapat Malik. Kata Abu Hanifah:dibawah pusat. Disukai supaya orang yang sedang sembahyang itu, memandang ke tempat sujud. Dalam memandang ke tempat pesujudan ini disepakati semua imam empat.
Doa iftitah  dalam sembahyang, disunatkan. Ini disetujui Abu Hanifah dan Ahmad. Kata Maliik:Tidak, hanya sesudah takbir terus membaca surat Al Fatihah. Lafadzh iftitah ialah : “Wadjatu Wayahya lilladzi fatharus samawathi wal ardhi hanifan muslimin wama ana minal musrikin. Inna sholati wanusuki wamahyahya wamamati lillahi rabbil alamin. Laa syarikallahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin”. Inilah lafadzh iftitah yang dipilih Imam Asy Syafie. Abu Hanifah dan Ahmad memilih lafadzh: Subhanakallahumma rabbana wabihamdhika watabarakas mukawata’la jadduka wala illaha ghairuka. Kata Abu Yusuf: Yang baik dikumpulkan kedua-keduanya.


Jumat, 08 Juni 2018

Sesal Keputusanku



Alhamdulillah Segala Puji Bagi Allah shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas baginda Rasulullah.SAW beserta keluarga yang kita cinta kasih dan sayang karena Allah, begitu terasa hidayah inayah di bulan Ramadhan ini dan maha benar Allah atas segala firmanya dan yang disampaikan beliau terhadap umatnya. Semoga Allah terus memberi petunjuk hidayah dan inayahnya untuk terus istiqomah dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allahu ta’ala. Diakhir bulan pada hitungan 10 malam ganjil bulan Ramadhan saya mengenang apa yang disampaikan Abah Anom guru kami yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah. Sebelum beliau menyampaikan motivasi dalam dzikir zahar dan khafinya, beliau menceritakan salah seorang riwayat sosok Ibu seperti Istri tercinta Nabi Muhammad.SAW yaitu Siti Khadijah.RA dan sosok Rabbayiatul Adawiyah.RA pengikutnya sosok wanita sholehah yang memiliki tekad motivasi dalam kehidupanya hanya allah maksudnya semata untuk meraih Ridho Allah, sebagaimana tujuan dzikir dan ibadah santri disini Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Wamarifataka.

Beliau sadar sudah divonis nabi melalui hadistnya bagi kehidupan para wanita waktu itu yang rata-rata neraka akan dihuni banyak kalangan wanita dibandingkan pria. Beliau sebagai wanita sholeh menangis sehingga menyatakan bahwa dirinya selalu memanjatkan doa kepada Allahu ta’ala bahwa aku tak pantas masuk syurga begitu pula dengan kehidupan neraka dirinya bakal tak tahan azab itu. Oleh karena itulah Beliau menanggalkan keduanya dalam tujuannya setiap beribadah kepada Allahu ta’ala sebagaimana Rasulullah.SAW menanggalkan dunia dalam aktifitas hidupnya. Ibunda Rabbayiatul Adawiyah.RA dalam menjalani sisa hidupnya beribadah kepada Allah diniatkan semata-mata untuk meraih Ridho Allah secara ikhlash menjadikan dirinya sebagai tempat persinggahan Allah karena bentuk segala kebaikan bersumber dari Allah dan keburukan dari dirinya yang hina lemah dan tiada daya upaya melainkan atas pertolongan Allah. Demikian visi hidupnya bertujuan hanya Allah dan Ridho Allah semata sebagaimana disampaikan Abah Anom.RA yang kita cinta kasih dan sayang karena Allah kepada seluruh santrinya Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Wamarifataka.

Demikian pula sosok Imam Naqsabandi.RA diceritakan Abah Anom.RA riwayat sejarah kehidupannya yang dihukum pancung dengan menyerah kepada Rabbaniyatul Hukum (Hukum Allah) dengan prinsip Rabbaniyatul I’lmnya, beliau berhasil mengakhiri hidupnya dengan dua kalimat syahadat yang harum wanginya. Beliau divonis hukum pancung waktu itu karena diduga telah sirik terhadap Allah lantaran  faktor sebab kondisi lingkungan yang rata-rata adalah para kafir. Dengan keyakinan dirinya terhadap Allah yang Maha Bijaksana, Maha Alim, Maha Pengampun dan Maha Penerima Tobat dirinya mengambil keputusan menyerah kepada Hukum Allah untuk menebus dosa-dosanya dan berhasil menjadi Imam Besar yang cara tobatnya termasuk benar-benar yang dicintai oleh Allahu ta’ala.

Kebetulan malam akhir di bulan Ramadhan ini termasuk malam-malam yang dimuliakan Allahu ta’ala, Rasulullah.SAW di bulan ini menyarankan kepada umatnya yang ingin sungguh-sungguh mendapatkan Lailatul Qadar agar berdoa meminta ampunan terhadap Allah, karena pada malam mulia yang bersifat sir dirahasiakan Allah terdapat kebesaran dan kesempurnaan Allahu ta’ala yang kita cinta kasih dan sayang semata-mata karena allah juga.

Hamba sesali diri dan takut pada illahi allahu rabbi dimanakah tempatku nanti dimalam 21 dan 23 Ramadhan. Yaa Allah hamba menyerah pada hukummu Rabbaniyatul Hukm dengan berpegang pada Rabbaniyatul Ilm yang engkau anugerahkan pada diri kami. Rabbi Anzilni Munzalan  Mubarakan Waanta Khairul Munzilin. Tobat Yaa Allah.


Minggu, 03 Juni 2018

Di Bulan Ramadhan Mari Kencangkan Sarung Ibadah Sungguh-Sungguh


            Selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Allahu ta’ala dapat bertemu dengan bulan suci Ramadhan mari gunakan kesempatan di bulan ini untuk bertaqarub kepada Allah melalui wasilah Rasulullah.SAW yang disampaikan para Ulama untuk beribadah bersungguh-sungguh guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap Allah.SWT.  dengan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Siapa tahu ini merupakan Ramadhan terakhir bagi kita,  Allahu Alim.

Sungguh alangkah meruginya seseorang  yang diberi kesempatan dalam umurnya dapat bertemu dengan bulan suci  Ramadhan namun tidak digunakannya untuk ibadah dengan sungguh-sungguh, sehingga takala bulan Ramadhan telah meninggalkannya penyesalan terbesit di hati orang-orang yang lalai. Dibulan Ramadhan setiap umat muslim beribadah didalamnya berbeda dibandingkan beribadah pada di bulan biasa. Karena Allahu ta’ala membuka pintu-pintu syurga di bulan ini hingga rahmat terhampar luas bahkan setan pun dirantai, sehingga nilai ibadah dibulan ini lebih dari 1000 bulan lainnya.

                Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) tanpa terasa kita kini sudah berada di 10 akhir bulan Ramadhan 1439 Hijriyah  yang penuh rahmat kasih sayang dan maghfirah Allahu ta’ala. Sebagaimana kita ketahui Rasulullah.SAW setiap 10 akhir bulan Ramadhan mengajak keluarga dan para pengikutnya untuk mengencangkan sarung dan bangun tengah malam untuk mencari malam mulia yaitu Lailatul Qadar dengan cara bersungguh-sungguh ibadah kepada Allah.

Pasal Keutamaan Bangun Pada Malam Turunnya Lailatul Qadar dan Keterangan Malam Yang Dapat Diharapkannya.

Firman Allah :
Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan Qur’an dalam Malam Lailatul Qadri (Malam Yang Besar Nilainya), dan tidak kau ketahui apakah lailatul-qadri itu ? Lailatul-qadri itu mempunyai nilai melebihi dari seribu bulan. Disitu turun Malaikat dan Ruh dengan izin Tuhan, selamat sejahtera malam hingga terbit fajar. (Al_Qadar 1-5)

Al-Qur’an diturunkan Allahu ta’ala pada malam yang berkat dibulan yang mulia dan penuh rahmat kasih sayang Allah. Al-Qur’an merupakan imam atau pedoman hidup setiap umat muslim yang menjalani kehidupan di dunia dan akhirat dengan mengikuti  jejak Rasulullah.SAW. Didalam Al-Qur’an terdapat berbagai macam kebaikan bagi seseorang mulai dari kesehatan hingga informasi  kehidupan yang disajikan dari awal hingga akhir jaman nanti. Maha Benar Allah dengan segala firmannya. Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.

Firman Allah :
Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan Qur’an pada malam yang berkat. (Addukhan 3)

Abu Hurairah R.A berkata : Bersabda Nabi SAW: Siapa yang bangun pada malam Lailatul-qadri itu karena dorongan iman dan mengharap pahala dari Allah, diampunkan dosanya yang telah lalu. (Buchary,Muslim)

Ibn Umar R.A berkata: Beberapa orang sahabat Nabi.SAW telah mimpikan Lailatul-Qadri pada tujuh malam yang akhir bulan Ramadhan. Maka Nabi.SAW, bersabda: Saya perhatikan impian kamu bertepatan pada tujuh malam yang akhir, maka siapa yang benar akan mencari Lailatul-qadri, hendaknya mencari dan memperhatikannya pada tujuh malam yang akhir. (Buchary, Muslim)

Aisyah R.A berkata: Adanya Rasulullah SAW beritikaf pada malam-malam sepuluh yang akhir bulan Ramadhan (Malam 21-29). Dan bersabda:Carilah lalilatul qadri dalam malam-malam sepuluh yang akhir bulan Ramadhan. (Buchary, Muslim)

Aisyah R.A berkata: Bersabda Nabi.SAW: Carilah lailatul-qadri pada malam yang ganjil pada sepuluh yang akhir bulan Ramadhan (21-23-25-27-29-) (Buchary)


Sabtu, 26 Mei 2018

MARHABAN YAA RAMADHAN (Selamat Berpuasa)


             Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah ) saat ini kita masih berada di bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. Sebagaimana kita ketahui bulan Ramadhan adalah bulan umat Rasulullah.SAW  yaitu bulannya umat muslim di seluruh penjuru negeri ,  selama sebulan umat muslim  melaksanakan ibadah untuk meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah sekaligus bertaqarub mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah beserta para sahabat dan para pengikutnya setiap bulan Ramadhan. Pada  bulan Ramadhan,  siang harinya kita diperintahkan untuk shaum berpuasa sebagai pelindung kebaikan atau tameng diri hingga malam harinya beribadah kepada Allahu ta’ala.
PUASA AKAN MENGHAPUSKAN DOSA.
Barangsiapa mendirikan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R. Buchary-Muslim)
Seorang hamba (manusia) yang berpuasa dalam sehari di jalan Allah, maka akan dijauhkan oleh Allah orang tersebut pada hari itu wajahnya (dirinya) dari neraka sejauh 70 musim dingin (penghujan). (H.R.Buchary Muslim)
                Sungguh beruntung orang-orang yang dianugerahkan sisa umur  dalam hidupnya  dan bertemu dengan bulan Ramadhan hingga mereka menfaatkan bulan Ramadhan untuk Inabah kembali kepada Allah dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarangnya. Karena bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan didalamnya.Selama bulan Ramadhan pintu-pintu  syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan pun dibelenggu. Di bulan Ramadhan curahan Rahmat Allah terhampar  luas  juga terbentang maghfirah ampunan Allahu ta’ala teruntuk mereka yang beriman dan bertakwa terhadap Allahu ta’ala.
Terdapat dua kegembiraan bagi orang-orang yang berpuasa dirasakannya, pertama jika waktu berbuka setelah menahan lapar dan haus selama seharian dirinya merasa gembira bahagia, demikian kelak ketika menjumpai Allahu ta’ala di akhirat kelak dirinya akan gembira menjumpai Allah dengan puasanya.
Selama bulan Ramadhan setelah siang harinya berpuasa dilanjutkan pada malam harinya ibadah. Karena dibulan Ramadhan terdapat satu malam yang istimewa dan nilai pahala bagi orang yang beribadah pada malam itu nilainya sama dengan beribadah selama seribu bulan. Subhanallah (Maha Suci Allah) yang menurunkan Al-Qur’an di malam Lallatul Qadar.
Firman Allahu Ta’ala:
Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan Qur’an dalam malam Lailatul-Qadri (Malam yang besar nilainya), dan tidak kau ketahui apakah lailatul-qadri itu? Lailatul-Qadri itu mempunyai nilai melebihi dari seribu bulan. Di situ turun Malaikat dan Ruh dengan Izin Tuhan, selamat sejahtera malam hingga terbit fajar. (Al-Qadar-1-5)
Firman Allah Ta’ala:
Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan Qur’an pada malam yang berkat. (Adduklhan 3).
Aisyah R.A berkata : Adalah Rasulullah.SAW, sangat rajin dan bersungguh-sungguh melakukan ta’at ibadah pada setiap bulan terutama pada bulan Ramadhan, dan pada malam-malam sepuluh yang akhir melebihi dari malam lain-lainnya. (H.R.Muslim)


Sabtu, 28 April 2018

Keutamaan Bulan Syaban Dengan Kuliner Khas Daerahnya.



                Bulan Syaban merupakan bulan yang di Istimewakan Allah.SWT, sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menyampaikan bulan-bulan mulia yang didalamnya terdapat kelebihan dan keutamaan. “Bulan Rajab Bulan Allah, Bulan Syaban Bulan Ku, dan Bulan Ramadhan bulan Umatku. Kemulian Rajab dengan Isra Mir’aj Rasulullah.SAW, kemulian Syaban dengan satu malamNya yang penuh Rahmat dan Ampunan Allah, dan kemulian Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya pada 10 Malam terakhir bulan Ramadhan pada hitungan ganjil”.
                Di dalam bulan Syaban terdapat keutamaan dalam satu malamnya yakni Malam Nisfu Sya’ban. Banyak keutamaan pada malam tersebut diantaranya terbukanya pintu-pintu langit dan Allah membentangkan Rahmat serta MaghfirahNya yang luas bagi orang-orang yang melakukan ibadah pada malam itu dan memohon ampunanNya. Karena pada malam itu, Allah memerintahkan kepada MalaikatNya untuk mengangkat buku amal perbuatan seseorang selama setahun.
                Karena itulah setiap umat muslim diminta untuk tafakur sejenak guna instropeksi diri akan perbuatannya selama setahun pada malam itu.
Pasal Keutamaan Puasa Muharram dan Sya’ban
Aisyah R.A berkata : Tidak pernah Rasulullah.SAW, berpuasa dalam suatu bulan yang lebih banyak dari puasanya dalam bulan Sya’ban adakalanya sebulan penuh. Dan adakalanya hampir penuh hanya sedikit yang tidak puasa. (Buchary, Muslim)
                Banyak Ibadah yang dilakukan umat muslim pada malam mulia itu diantaranya dengan bangun seperempat malam untuk melaksanakan sholat seraya berdoa kepada Allahu ta’ala, memperbanyak dzikir dengan membaca istighfar dan shalawat, dilanjutkan keesokan harinya berpuasa sunah.
                Dari Abdullah bin Amr bin Ash R.A mengatakan : Telah bersabda Rasulullah.SAW padaku : Hai Abdullah, janganlah engkau seperti si Fulan (si dia) yang bangun tidur malam hari tetapi meninggalkan shalat (ibadat) pada malam hari. (Buchary, Muslim)
                Dari keterangan hadist diatas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali diantara umat muslim yang tidak bisa tidur pada malam hari dengan banyak sebab, apa  karena dirinya bekerja rutin di malam hari untuk melaksanakan tugasnya atau bawaan penyakit hingga dirinya tak dapat tidur pada malam hari. Jika demikian alangkah baiknya digunakan waktu seperempat malam itu untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan sholat malam  atau berdzikir kepada Allah disertai membaca shalawat terhadap rasulullah.
                Apalagi keutamaan shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW banyak sekali, sebagai bentuk wasilah untuk bertaqarub mendekatkan diri kepada Allah. Disamping dzikir yang di lafazhkan.
                Barang siapa yang membaca shalawat padaku sebanyak satu kali maka Allah akan memberikan kebaikan pada orang itu sebanyak 10 kali, akan dihapus orang itu dari kesalahan dosa dan akan ditinggikan derajatnya 10 kali (Buchary-Muslim)
                Sebagaimana teladan kita Nabi Muhammad.SAW yang kita cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah semasa hidupnya selalu ingat kepada Allah pada setiap waktunya. Sebagaimana dikatakan istri beliau dalam keterangan riwayat hadist di bawah ini.
                Dari Aisyah R.A mengatakan: Adalah Rasulullah.SAW. Mengingat Allah pada segala waktunya. (Muslim)
                Apalagi di daerah ini tingkat keyakinan keagamaannya sangat tinggi karena mereka cinta Allah dan Rasulullah.SAW, dari mulai kalangan Arifin Billah dan Alim Ulama yang selalu istiqomah dengan ikhlash memberikan ilmu melalui tausyiah dalam majelis il’m nya kepada para pejabat, guru, pedagang, petani, dan masyarakat lainnya. Berkat perjuangan para ulama ini terciptalah budaya religius Islami yang kental di tengah-tengah masyarakat. Contohnya seperti acara haulan, isra mir’aj, tahlilan, tausyiah majelis il’m,  selamatan dan syukuran, hingga di bulan Ramadhan yang selalu meriah yaitu buka puasa bersama.
                Jalinan Ukhuwah Islamiyah rekat di tengah-tengah masyarakat banyak dalam keseharian untuk saling bersilahturahmi ke sesama umat muslim dalam setiap acara. Tak hanya berkumpul di Masjid dan Musholah tempat mereka berkumpul, melainkan ada pula di sebuah rumah seseorang yang sengaja menggelar acara selamatan untuk keluarganya. Dalam setiap acara terhampar luas rezeki dari Allah berupa makanan dan minuman yang banyak seperti kue dan nasi bungkus yang khas citra kuliner daerahnya disertai teh hangat manis sebagai pelepas dahaga setelah menghentakan intonasi suara bersama jamaah dalam kumandangkan ayat suci al-qur’an,  dzikir, shalawat hingga berdoa.
                Bagaimana tidak barokah citra kehidupan, setiap memulai aktifitas sesuatu selalu menyebut nama Allah. Mereka sebelum mencicipi makanan dan minuman yang disajikan selalu terlebih dahulu dimulai dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim dan Berdoa kepada Allah meminta kesejahteraan dan kebahagiaan bagi dirinya, keluarga, dan kelompok. Tak hanya itu sebagai bentuk rasa syukurnya kehadhirat Allah.SWT selaku pemberi nikmat berupa limpahan rezeki yang luas, mereka turutkan serta lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai dari Ummul Qur’an Surah Al-Fatihah, dilanjutkan surah Al-Anas, Al-Falaq, dan Surah Yasin. Tak ketinggalan pula mereka lantunkan Shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW sambil mendoakan para Sahabat Nabi, Keluarga Nabi Muhammad.SAW, dan Muslimin Muslimat pengikut setia Nabi Muhammad.SAW. Demikian pun kalimat Tauhid sekaligus Penyaksian terhadap perjuangan Nabi Muhammad.SAW dalam memperjuangan ajaran Islam, “Tiada Tuhan Selain Allah Laa Illahaillaallah”, Nabi Muhammad.SAW Utusan Allah”. Bahkan dalam setiap kali berdoa mereka selalu dibimbing oleh ahli agama hingga para guru agama yang rata-rata adalah Cendikiawan Muslim, Arifin, Alim Ulama dan Arifinbillah hingga para Habib, Habaib yang kita cinta kasih sayang karena Allah.SWT. Contohnya seperti di rumah-rumah warga pemilik acara undangan Seruan, maupun di Masjid dan Musholah di daerah ini.
                Nasi Bungkus dan Kue asli daerah ini dibuat oleh warga asli daerah dan semuanya didapati dari ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pedagang kue dan nasi bungkus yang menjajakan dagangannya setiap pagi hari, atau dari profesi lainnya. Menariknya ada diantara mereka dalam mengola bahan-bahan kebutuhannya untuk bedagang esok hari itu dilakukan pada malam harinya dengan istilah mereka mengawah di dapur rumahnya. Kendati ada juga yang dilakukannya pada siang hari dan semuanya itu tergantung pada waktu kapan dilaksanakannya acara.
                Dalam mengolah bahan makanan tadi ada diantara mereka yang secara istiqomah menyempatkan waktu mengisi seperempat malamnya dirumah untuk Ibadah kepada Allahu ta’ala sekaligus berdoa kepada Allah dengan harapan dapat dikabulkan doanya sehingga nasi olahannya menjadi berkah. Karena itulah sebuah rumah yang dihuni oleh orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dan orang-orang yang musyrik itu berbeda.
                Perumpamaan sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat berdzikir kepada Allah.swt dari pada rumah yang tidak dijadikan sebagai tempat berdzikir kepada Allah didalamnya seperti antara tempat hidup dengan tempat mati. (Buchary-Muslim)
Sumber Hadist Buchary Muslim.  



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls