Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW adalah utusan Allah, Ya Allah semoga engkau curahkan kasih sayangmu selalu kepada Nabi Muhammad.SAW beserta sahabat, keluarga, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, bentangi dan naungilah kami selalu dengan curahan cinta, kasih, dan sayangmu terhadap kami yang membina keluarga atas jalinan cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu semata dan jadikanlah diri kami sasaran cemburumu selalu. Karena sesungguhnya cemburumu adalah kasih sayang. Teguhkanlah hati dan jiwa kami ya Allah atas Hallihwal yang engkau anugerahkan kepada kami, dan tetapkanlah untuk kami yang selalu mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah. Lindungilah kami ya Allah dari kemurkaan, kebencian, juga azabmu. “Kasih sayang Allah mendahului murka dan azabnya”. Ampunilah kami ya Allah yang maha pengampun atas khilaf dan kesalahan yang kami perbuat, karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri.
Ya Allah hanya engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Kabulkanlah doa kami (Orang yang saling mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah), sesungguhnya hanya Allah yang dapat mengabulkan setiap doa.
Ya Allah yang maha mencukupi sesungguhnya engkaulah yang maha kaya juga yang mengurusi setiap makhluk ciptaannya dengan memberikan rezeki yang luas dan banyak. Ya Allah yang maha pemberi dan maha sebaik-baiknya pemberi rezeki, kabulkanlah doa dan hajat kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah).
Ya Allah berilah kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah) kebahagian di dunia dan akhirat dan mampukan kami serta beri petunjuk kepada kami agar dapat membahagiakan orang yang kami cinta, kasih, serta sayangi karena Allah. Orang-orang yang saling mendoakan dan memberi lagi berbagi antar sesama karena Allah, termasuk tulisan yang ada di blog ini. Ya Allah semoga Ramadhan ini terbentang untuk kami ampunanmu, cinta, kasih dan sayangmu serta pembebasan darimu untuk kami yang saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah.
Ramadhan 1433 Hijriah / 31 Juli 2012.
Pengelola Blogg
Senin, 30 Juli 2012
Sabtu, 28 Juli 2012
Marhaban Ya Ramadhan
Oleh Nasrullah.
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah tuhan seru sekalian alam
yang mempertemukan kita kembali kepada bulan mulia yakni Ramadhan yang sebentar
lagi datang. Bulan Ramadhan yang ditunggu-tunggu umat muslim terutama kalangan
orang-orang yang taat dan patuh kepada-Nya.
Dalam tulisan sebelumnya memiliki konteks yang hampir sama yakni
selamat datang Ramadhan, tertera bahwa di dalam bulan Ramadhan terdapat satu
malam yang istimewa. Dimana beribadah pada malam itu nilainya sama dengan
beribadah seribu bulan. Malam itu bernama malam Lailatul Qadar. Selain itu
banyak keistimewaan lainnya di bulan Ramadhan, dimana nafas menjadi tasbih,
tidur menjadi ibadah, doa-doa di ijabah oleh Allah dan keutamaan lainnya. Selama
bulan Ramadhan banyak keberkahan, dimulai pada 10 malam minggu pertama bulan
Ramadhan itu ada Rahmat (kasih sayang) Allah. 10 malam berikutnya itu ada
Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 malam terakhir bulan Ramadhan, itu pembebasan
dari api neraka dan 1 malamnya yang di tunggu-tunggu umat Muslim.
Sebagaimana khatib Jum’at menyampaikan pesannya, “Selamat datang
bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang. Marhaban Ya Ramadhan. Sambutlah bulan
Ramadhan ini dengan suka cita karena mana didalam bulan Ramadhan itu banyak
keberkahan dan kasih sayang. Persiapkan diri secara fisik agar dapat menunaikan
ibadah selama bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang. “tuturnya.
“Barang siapa yang bergembira dan suka cita menyambut kedatangan
bulan Ramadhan, bulan penuh berkah lagi mulia. Niscaya Allah mengharamkan
jasad-nya dari api neraka. Diampuni segala dosa-dosanya”.
“Shalat lima waktu, sholat jum’at sampai ke jum’at berikutnya,
puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa)
apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR.Muslim).
Semoga di bulan Ramadhan ini kita mendapat taufik dan hidayah
dari Allah.SWT untuk selalu dapat mengingat Allah, serta dapat melaksanakan
ibadah wajib maupun sunah sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi kita
Muhammad.SAW.
Segala puji bagi Allah.SWT, selamat datang Ramadhan, sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan ‘RAMADHAN’, tamu yang mulia lagi agung yakni bulan yang penuh berkah dan kasih sayang (Rahmat) serta banyak lagi keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. 10 hari pertama bulan Ramadhan itu ada rahmat (kasih sayang) Allah, 10 hari berikutnya itu ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 hari berikutnya itu ada pembebasan dari api neraka. Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya, bulan orang-orang berpuasa wajib, sholat malam, membaca al-qur’an, zikir, dan ibadah sunah lainnya. Di bulan Ramadhan nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal di terima dan doa-doa di ijabah. Bermohon seraya berharap kepada Allah agar membimbing kita untuk melakukan puasa dan membaca kitab suci lagi banyak ingat kepada Allah, hingga Allah mengampuni kita. Dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya pada malam itu orang beribadah sama dengan seribu bulan.
Sebagaimana Khatib Jum’at kemarin menyampaikan setengah bulan sebelum Ramadhan, tanpa terasa saat ini kita sudah berada dipertengahan bulan Sya’ban, yang sebentar lagi menyambut tamu mulia lagi agung yakni Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan lagi keberkahan.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka jahim serta dibelenggu pemimpin-pemimpin setan, di dalamnya Allah mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan siapa yang dihalangi untuk mendapatkan kebaikannya maka ia telah benar-benar dihalangi dari kebaikan“. Hadits riwayat An Nasai dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib.
“Semoga kita dipanjangkan umur dan bertemu dengan tamu mulia kita yakni bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang, dan semoga juga mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban menunaikan ibadah di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, dan tercapai hajat doa dan mendapatkan Ridho Allah.SWT, Amin, “kata khatib saat sholat jum’at.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, kita harus menyambut tamu mulia ini dengan suka cita. Termasuk mempersiapkan fisik untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, karena kita akan melaksanakan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan.
“Ya Allah pertemukanlah kami selalu dalam bulan mulia Ramadhan ini, dan naungilah kami selalu serta bentangilah kami dengan kasih sayangmu kepada kami. Ya Allah bentangilah maghfirahmu kepada kami dan beri petunjuk dan hidayahmu agar dapat menunaikan perintahmu dan menjauhi laranganmu. Ya Allah ampunilah kami, tetapkanlah hati dan jiwa kami untuk terus mencari keridhoanmu selalu. Illahi anta maksudi waridhoka matlubi attini mahabahtakka wamarifataka.”
Segala puji bagi Allah.SWT, selamat datang Ramadhan, sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan ‘RAMADHAN’, tamu yang mulia lagi agung yakni bulan yang penuh berkah dan kasih sayang (Rahmat) serta banyak lagi keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. 10 hari pertama bulan Ramadhan itu ada rahmat (kasih sayang) Allah, 10 hari berikutnya itu ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 hari berikutnya itu ada pembebasan dari api neraka. Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya, bulan orang-orang berpuasa wajib, sholat malam, membaca al-qur’an, zikir, dan ibadah sunah lainnya. Di bulan Ramadhan nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal di terima dan doa-doa di ijabah. Bermohon seraya berharap kepada Allah agar membimbing kita untuk melakukan puasa dan membaca kitab suci lagi banyak ingat kepada Allah, hingga Allah mengampuni kita. Dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya pada malam itu orang beribadah sama dengan seribu bulan.
Sebagaimana Khatib Jum’at kemarin menyampaikan setengah bulan sebelum Ramadhan, tanpa terasa saat ini kita sudah berada dipertengahan bulan Sya’ban, yang sebentar lagi menyambut tamu mulia lagi agung yakni Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan lagi keberkahan.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka jahim serta dibelenggu pemimpin-pemimpin setan, di dalamnya Allah mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan siapa yang dihalangi untuk mendapatkan kebaikannya maka ia telah benar-benar dihalangi dari kebaikan“. Hadits riwayat An Nasai dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib.
“Semoga kita dipanjangkan umur dan bertemu dengan tamu mulia kita yakni bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang, dan semoga juga mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban menunaikan ibadah di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, dan tercapai hajat doa dan mendapatkan Ridho Allah.SWT, Amin, “kata khatib saat sholat jum’at.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, kita harus menyambut tamu mulia ini dengan suka cita. Termasuk mempersiapkan fisik untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, karena kita akan melaksanakan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan.
“Ya Allah pertemukanlah kami selalu dalam bulan mulia Ramadhan ini, dan naungilah kami selalu serta bentangilah kami dengan kasih sayangmu kepada kami. Ya Allah bentangilah maghfirahmu kepada kami dan beri petunjuk dan hidayahmu agar dapat menunaikan perintahmu dan menjauhi laranganmu. Ya Allah ampunilah kami, tetapkanlah hati dan jiwa kami untuk terus mencari keridhoanmu selalu. Illahi anta maksudi waridhoka matlubi attini mahabahtakka wamarifataka.”
Kamis, 26 Juli 2012
Abah Anom Nan Ku Cinta-Kasih-Sayang Karena Allah
Oleh
Nasrullah.
Mengenang Ulama kharismatik di Tasikmalaya, Jawa
Barat tepatnya di Pageur Ageng, Suryalaya. Beliau bernama KH.Shoibulwafa Tajul
Arifin atau dikenal Abah Anom, Mursyid pembimbing (Sufi) Tarekat Qadiriyah
Naqsabandi (TQN). Beliau yang mengajarkan sekaligus membimbing setiap santri
yang mondok disana, melalui talqin zikir jahar dan khafi yang ditanam kedalam
hati setiap murid yang pernah bertemu Abah Anom.
Pengasuh
Pondok pesantren Suryalaya, KH.Zaenal Abidin Anwar, atau yang akrab disapa
Babeh oleh para santri di era 1990-an mengatakan, “Melalui pengamalan TQN akan
timbul rasa ikhlash, tenteram, adil, asih, ramah, cinta kepada sesama, agama
dan Negara. Berpendirian teguh, gontong royong, sabar, tahan godaan setan,
hilang rasa benci, emosi, nafsu jahat, iri dengki, dan penyakit hati lainnya.
Melalui pengamalan metode zikir jahar dan khafi serta ibadah sholat sunat pada
malam harinya itu dinilai dapat
menyembuhkan penyakit hati, “katanya.
Pesan Abah
Anom saat talqin kepada ikhwan disini, Perbanyaklah ingat kepada Allah dan
tetap berpegang pada tali agama Allah. Bersandar dan bergantung hanya kepada
Allah. Ingat Allah dimana pun berada
bahwa Allah selalu mengawasi, maha kasih dan sayang lagi maha lemah lembut. Sebut
nama Allah dalam khafi-mu dan jaharmu sebanyak-banyaknya, jadikanlah Allah
maksud tujuan, dan carilah
keridhoan Allah sebagaimana diucapkan sebelum zikir jahar maupun khafi, “Illahi Anta
Maksudi Waridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Waa Ma’rifat”.
Zikir atau
ingat Allah adalah suatu kewajiban bagi umat Muslim. Allah SWT memerintahkan hambanya melalui Nabi Muhammad.SAW, agar banyak-banyak mengingat Allah
baik pada waktu berdiri, duduk maupun
berbaring. Sebagaimana firmannya, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah
dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al Ahzab
33:41).
Banyak
hikmah dan kebijaksanaan yang diberikan Allah terhadap hamba-hambanya yang
ingat selalu kepada Allah. Sebagaimana janji Allah bagi orang yang selalu
berzikir. “Allah hijrahkan dari kegelapan menuju cahaya-Nya”. (QS.Al Ahzab
41-44).
Dalam
Inabah (Kembali kepada Allah.SWT) kita
berserah diri kepada Allah untuk
kembali pada Allah, dengan menyerahkan setiap
persoalan hidup yang dihadapi. Diantara-nya dengan “Tobat”. Allah sangat suka
dengan orang-orang yang pernah berbuat kesalahan lalu tobat dan mensucikan
diri.
“Sesungguh-Nya
Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang
mensucikan diri.” (QS.AlBaqarah 2:222).
Rasullulah
SAW berkata, “Demi jiwakku berada dalam genggaman-Nya, Jika kalian tak
melakukan dosa, maka Allah akan melenyapkan kalian. Kemudian Allah mendatangkan
orang-orang baru yang mereka melakukan dosa, lalu mereka memohon ampun kepada
Allah, dan Allah pun mengampuni mereka.” (HR.MUSLIM).
Jangan
pernah putus asa dari rahmat-nya karena Allah maha pengampun lagi maha pengasih
dan penyayang. Tetap tanamkan sugesti bahwa Allah memang tempat bersandar bagi
manusia, walaupun sangat banyak dosa yang telah diperbuat dan kemaksiatan yang
menjadi kebiasaan kita sehingga lalai mengingatnya. Yakinlah dengan firman
Allah, “Katakanlah : ‘ Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (QS.Az-Zumar (39):52)
“Dan
sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal
sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS.Thaha (20):82)
Inabah
Ponpes Suryalaya
Masuk
Inabah di Suryalaya ibarat kita memasuki stasiun. Didalam stasiun kita membeli
tiket dan menunggu jemputan kereta yang akan menjemput. Selanjutnya mulai
berjalan dan melintasi stasiun-stasiun lainnya hingga akhirnya sampai
pada tujuan.
Lantunan kelembutan yang terlontar sebelum di talqin oleh Abah Anom, “Illahi
Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Waa Ma’rifat”.
Ya Allah yang maha pengampun lagi maha
penerima tobat, ampunilah kami ya allah yang khilaf terjerumus dalam dosa
lantaran kejahilan kami. Ya Allah yang maha pengasih lagi penyayang, naungilah
kami selalu ya Allah dengan cinta kasih dan sayangmu, dan lindungilah kami ya
Allah dari kemurkaanmu dan azabmu, ya Allah yang maha lemah lembut dan
pengasih.
Ya Allah berilah kami petunjuk dan
hidayahmu berupa faham ilmu pengetahuan yang bermanfaat di dunia dan akhirat,
sesungguhnya engkaulah ya allah yang arif, dan juga alim.
Ya Allah cukupilah kami dengan limpahan
rizki yang luas dan berilah kami rizki, ya allah yang pemberi rezeki, yang maha
kaya, ya wakil. Dan bimbinglah kami menggunakannya rezeki darimu pada jalanmu
dengan niat bismillah.
Senyum raut
wajah ABAH ANOM membuat
seorang pemuda bertobat.
Cerita ini diambil dari ceramahnya KH.M.Abdul Gaous
Saefulloh Al-Maslul atau Ajengan Gaos salah satu wakil Talqin Thoriqoh
Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat
Indonesia.
Diceritakan ada seorang pemuda yang hobinya melacur,
pemuda tersebut berniat untuk berhenti dari pebuatannya yang tercela. Sudah
berbagai cara dilakukan untuk menghentikannya itu tidak membuat minat lacurnya
berhenti. Padahal, pelaksanaan amalan ibadah yang “super ketat” atas petunjuk
dari para kiai yang pernah dikunjungi dari berbagai daerahpun belum berhasil.
Jadi, Sudah tidak asing lagi baginya riyadloh (latihan) seperti puasa, dzikir,
sholat baik yang sifatnya wajib maupun sunat dan amalan lainnya.
Dalam keadaan kondisi jiwa yang begitu kritis,
datanglah pemuda itu ke Pondok Pesantren Suryalaya untuk menemui seorang
Waliullah yaitu Abah Anom dan menceritakan maksud kedatangannya. Abah Anom
berkata : “Tidak apa-apa, asal jangan dilakukan didepan Abah”. Setelah itu
pemuda yang hobi “jajan” perempuan ditalqin dzikir TQN untuk diamalkan.
Seperti biasa pemuda tersebut datang ke hotel yang
telah dipesan untuk melaksanakan hasrat nafsunya “meniduri” wanita pelacur.
Setelah siap-siap semuanya, terbesit dalam jiwanya akan bayangan wajah Abah
Anom “Asal jangan dihadapan Abah!”, pemuda itu terkejut dan gelisah, dengan
segera meninggalkan hotel. Gagallah keinginan nafsunya.
Dihari yang lain, pemuda itu datang lagi ke hotel
untuk melaksanakan hasrat nafsunya yang tidak terbendung. Namun, disaat
detik-detik akan melaksanakan maksiatnya muncul wajah Abah Anom “Tidak apa-apa,
asal jangan dihadapan Abah”. Pemuda itu kembali mengurungkan niatnya dan
kembali pulang.
Kejadian itu terus terulang selalu melihat bayangan
wajah Abah Anom disaat-saat akan melakukan maksiat dengan pelacur. Akhirnya,
dengan kejadian itu pemuda tersebut menghentikan dari hobinya melacur untuk
selamanya dan menjadi pengamal Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah.
Sesungguhnya kejadian itu suatu anugrah dari Allah
untuk hamba yang dicintai dengan perantara Mursyid sebagai pilihan-Nya.
Subhanallah..
Bayangan wajah Mursyid itu adalah sebagai burhana
robbihi (cahaya / tanda dari Allah) yang membawa berkah terhadap pemuda
tersebut.
Kita teringat akan kisah salah satu utusan Allah
yaitu Nabi Yusuf as. yang ditolong Allah ketika akan terjadi maksiat dengan
Siti Zulaikha. Dalam al-Qur’an Surat Yusuf ayat 24: “Sesungguhnya wanita itu
telah bemaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf-pun bermaksud
(melakukan pula) dengan wanita itu (Zulaikha) andaikata tidak melihat burhana
robbihi yaitu tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah agar Kami memalingkan
daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk
hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS: Yusuf 24)
Dalam ayat ini terdapat perkataan Allah “Burhana
Rabbihi”. Menurut perkataan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, juz II /
474 : “Adapun maksud “Burhaana Rabbihi” yang terlihat oleh Yusuf, maka terdapat
beberapa pendapat. Menurut sahabat Abdullah bin Abbas, Said, Mujahid, Sa’id bin
Jubair, Muhamad bin Sirin, Hasan, Qatadah, Ibnu Sholeh, Dlohah, Muhammad bin
Ishaq dan lain-lain yakni Yusuf melihat bayangan ayahnya (Ya’kub), rupanya,
bentuknya seakan-akan ayahnya marah-marah. Menurut sebagian riwayat memukul
dada Yusuf. Al-‘Aufi berpendapat dari Ibnu Abbas, maksud perkataan itu ialah
Yusuf teringat kepada bayangan wajah suami Zulaikha yaitu raja Qithfir yang
seolah-olah ada dirumah dan mengetahui apa yang akan diperbuat Yusuf. Demikian
juga Muhammad bin Ishaq berpendapat yang sama.” (Tafsir Ibnu Katsir, II / 474)
Subhanallah…
Sabtu, 02 Juni 2012
Tobat
Sedih, takut, dan penyesalan yang
menyelimuti dada ketika menyadari kekhilafan lantaran kelewat batas kelakuan
diri. Alhamdulillah, teringat Pangersa Abah Anom guru kita yang kita cinta,
kasih, dan sayang karena Allah, pernah memberi pelajaran kepada kita yang
pernah di talqin zikir akan betapa penting-Nya bertobat kepada Allah dan
berpegang pada tali agama Allah.SWT.
Sebagaimana firman Allah yang maha
bijaksana, lemah lembut lagi pengasih dan penyayang. “Katakanlah : Hai
hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguh-Nya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguh-Nya Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.“
Untuk itu jangan berputus asa dalam
memohon ampunan-Nya, bangun niat kembali untuk ‘Inabah’ kepada-Nya dengan
menjalani sisa kehidupan ini dengan berusaha taat dan berserah kepada-Nya.
Karena walau bagaimana-pun, kita ini tak ada daya dan upaya yang semua gerak
diam jiwa kita dalam genggaman-Nya.
“Dan, (juga) orang-orang yang
apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka
ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi
yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak akan
meneruskan perbuatan keji itu, sedangkan mereka mengetahui. “(Ali-‘Imran : 135)
Dan juga firmanNya:
“Dan barangsiapa mengerjakan
kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah,
nescaya dia mendapati Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’:
110)
FirmanNya yang lain:
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar
di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, nescaya Kami hapus
kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu) yang kecil dan Kami masukkan kamu ke tempat
yang mulia (syurga).” (An’Nisa’: 31)
FirmanNya yang lain:
“…sesungguhnya jikalau mereka
ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan
Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’: 64)
“Dan sesungguhnya Aku Maha
Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman, beramal soleh, kemudian
tetap di jalan yang benar. (Thaha: 82)
Tatkala Nabi Musa ‘Alaihissalam
secara tidak sengaja membunuh seseorang, maka dia berkata:
“…Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah
menganiaya diriku sendiri, kerana itu ampunilah aku.” (Al-Qashash: 16)
Juga firman Allah Ta’ala yang
menjelaskan tentang Nabi Daud ‘Alaihissalam setelah menyatakan taubatnya dan
Allah Ta’ala mengampuninya:
“Maka Kami ampuni baginya kesalahan
itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang sangat dekat pada sisi Kami
dan tempat kembali yang baik.” (Shad: 25)
Sungguh, Allah benar-benar Maha
Pengasih dan Maha Mulia! Bagaimana tidak, Dia masih menawarkan rahmat dan
magfirahNya kepada orang-orang yang mereka yakini triniti (Allah itu salah satu
dari Tuhan yang tiga). Firman Allah Ta’ala tentang mereka:
“Sesungguhnya kafirlah orang yang
mengatakan :’ Bahawasanya Allah adalah salah satu daripada yang tiga’, padahal
sekali-kali tidak tidak ada llah lain selain Allah Yang Esa. Jika mereka tidak
berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di
antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertaubat
kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya! Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (Al-Ma’idah: 73-74)
Dalam sebuah hadith shahih,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Allah Tabaarakawa Ta’ala berfirman:
“Wahai anak Adam, selama kalian mahu memohon dan mengharapkan (keampunanKu),
tentu akan Aku ampuni semua dosa-dosa kalian dan Aku tidak peduli (meskipun
dosa kalian banyak). Wahai anak Adam, sekalipun dosa-dosa kalian menumpuk
setinggi langit, kemudian kalian memohon ampunanKu, tentu akan Aku ampuni dosa
kalian dan tidak Aku pedulikan (meskipun dosa yang kalian kerjakan itu dosa
besar). Wahai anak Adam, sekiranya kalian datang kepadaKu dengan dosa sepenuh
isi bumi, kemudian kalian mati dengan tidak menyekutukanKu dengan apapun, Aku
akan memberikan ampunan sepenuh isi bumi kepada kalian.”
Dalam sebuah hadith shahih yang
lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala membuka
tanganNya pada waktu tengah malam untuk menerima taubat orang pada siang hari
dan membuka tanganNya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang
melakukan dosa pada malam hari, sehingga matahari terbit dari sebelah barat.”
Dalam sebuah hadith qudsi
disebutkan:
“Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya
kalian berbuat dosa, baik pada malam hari mahupun siang hari, sedang Aku
mengampuni semua dosa-dosa iti. Oleh kerana itu, mohonlah ampunan kepadaKu,
nescaya akan Aku ampuni kalian.”
Dalam sebuah hadith shahih yang
lain disebutkan:
“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku,
sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, nescaya Allah akan mematikan kalian
dan menggantikan dengan kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada
Allah dan Allah pun mengampunkan mereka.”
“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku,
sekiranya kalian tidak pernah berbuat dosa, sungguh aku khuatir kalian akan
melakukan hal yang lebih berbahaya daripada sekadar dosa, iaitu ujub
(kesombongan).”
Juga disebutkan dalam hadith shahih
yang lain:
“Semua orang di antara kalian pasti
pernah melakukan dosa dan sebaik-baik orang melakukan dosa adalah mereka yang
mahu bertaubat.”
Pada kesempatan yang lain,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
“Sungguh Allah sangat senang dengan
taubat hambaNya ketika dia bertaubat kepadaNya. Bahkan lebih senang daripada
seseorang yang kehilangan untanya di tengah gurun pasir, sedangkan di atas unta
itulah terdapat segala perbekalan makanan dan minuman sehingga ia merasa putus
asa. Selanjutnya, dia menuju sepohon dan berbaring lesu dalam naungan
rendangnya. Dia merasa putus asa dengan untanya. Ketika dia merenungi nasibnya,
tiba-tiba untanya telah berdiri dekatnya dan segeralah ia meraih tali
kekangnya. Bersangatlah gembira dia berkata; “Ya Allah, Engkau adalah hambaKu
dan aku adalah Tuhanmu!’ bersangatan gembiranya, dia sampai salah ucap seperti
itu.”
Dalam riwayat shahih yang lain,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba yang
melakukan dosa, kemudian berkata: ‘Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada
lagi yang dapat mengampuni dosa, kecuali Engkau.’ Setelah itu kembali malakukan
dosa dan berkata: ‘ Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada yang dapat
mengampuni dosa, kecuali Engkau’, kemudian dia melakukan dosa, lalu berkata: :
‘ Ya Allah, ampunilah dosaku, kerana tiada yang dapat mengampuni dosa, kecuali
Engkau’, maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “HambaKu tahu bahawa dirinya
mempunyai Tuhan yang boleh menyeksa hambaNya kerana berbuat dosa atau
mengampuni dosa hambaNya, maka silakan hambaKu melakukan apa yang dia sukai.”
Maksud semua hadith ini bahawa
Allah akan mengampuninya selama hamba itu bertaubat, meminta ampun dan
menyesali perbuatannya.
Doa kami “Ya Allah yang memiliki
bulan mulia ini yakni bulan Rajab, Ya Allah yang maha pengampun lagi maha
penyayang kami baru menyadari-Nya atas kebodohan kami yang telah melampaui
batas. Maka tolong-lah kami Ya Allah, dan ampunilah kami atas kesalahan dan
kekhilafan kami. Kami menyerah pada hukum-mu, dan berilah kami petunjuk dan hidayahmu
dan ampunilah kami serta terimalah tobat kami. Ya Allah engkaulah tujuan kami,
keridhoanmu dan maghfirahmua lah yang kami cari. Tetapkanlah hati kami padamu
Ya Allah, dan jadikanlah kami tempat persinggahanmu semata. Ya Allah kami
meletakan niat dari Allah karena Allah, dan ampunilah keburukan yang ada pada
diri kami yang berasal dari diri kami, sungguh engkau maha suci dan penyayang
lagi maha benar. Ya Allah kami mencintai karena mu, hanya engkaulah tempat
bersandar dan meminta pertolongan”.
Tobat Di Bulan Rajab
Jum’at kemarin seorang penceramah dalam khutbah-Nya mengatakan keutamaan bulan Rajab sebagai bulan yang termasuk dimuliakan Allah.SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menunjukan keutamaan bulan Rajab, “BulanRajab bulan Allah,Bulan Sya’ban bulan-ku,dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, Sya’ban dengan malam Nifsu-Nya, dan Ramadhan dengan keutamaan 1 malam yakni Lailatul Qadar-Nya”.
Di bulan Rajab inilah terjadi satu peristiwa penting bagi umat Islam yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad.SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan ke Sidrathul Muntaha, diatas langit tertinggi dalam satu malam. Disanalah Nabi Muhammad.SAW menyaksikan kebesaran Allah, (Al-Qur’an Surat Al Najm (53:18).
Disana-lah Nabi Muhammad.SAW mendapatkan perintah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu yang sekarang menjadi kewajiban umat muslim.
Pada bulan Rajab ini-lah, Allah.SWT membuka pintu tobat yang luas bagi umat-Nya, dimana diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertobat kepada-Nya, diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun lagi bertobat kepada Allah.SWT. Berpuasa pada bulan Rajab, diampunkan dosa-dosa-Nya yang lalu, juga dipelihara sisa umur-Nya oleh Allah.
“Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan serta kekhilafan kami, dan terimalah tobat kami di bulan yang mulia ini ”.
Langganan:
Postingan (Atom)



