Selasa, 12 Maret 2019
Bulan Rajab Takut Kepada Allah
Pasal KEUTAMAAN Menangis Karena Takut Kepada Allah dan Rindu Kepada Allah. Oleh Nasrullah Firman Allah Al-Qur’an: Dan sujudlah mereka sambil menangis, dan bertambah khusyu. (Isra 109) Firman Allah Al-Qur’an: Apakah karena keterangan ini kamu heran, lalu tertawa dan tidak menangis ? (An Naz’m 59-60) Abu Hurairah R.A berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah, hingga dapat kembali air susu ke dalam tetek. Dan tidak akan berkumpul debu dalam jihad fisabilillah dengan asap neraka jahanam. (Artamidzy) Ibn Mas’ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Bacakan kepadaku Al-Qur’an. Saya berkata: Ya Rasulullah, bagaimana saya akan membacakan kepadamu, padahal kepadamulah Qur’an telah diturunkan. Bersabda Nabi:Aku suka mendengar dari lain orang. Maka saya baca surat Annisa hingga ayat: Fakaifa Idza Ji’na Min Kulli Ummatin Bisyahidin, wa ji’na bika ala haa’ulla’i syahida. (Bagaimanakah bila Kami telah mendatangkan kau sebagai saksi atas semua mereka itu). Bersabda Nabi:Cukuplah, Ibnu Mas’ud berkata:Maka saya menoleh kepadanya, tiba-tiba kedua mata Nabi berlinang-linang air mata. (Buchary, Muslim) Allahumma Sholialla Sayidina Muhammadin Wa Alaihi Wasalim, Yaa Allah Yaa Hayuu Yaa Qayum Birahmatika Astagitsu. Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) Terima Kasih Yaa Allah atas bentangan curahan asuhan kasih sayangMu berupa rahmat kepada kami di sini malam tadi dalam bentuk cucuran air mata yang menangis takut dan rindu kepada Allah seraya berzikir, bershalawat, sujud, dan sholat tahajud malam tadi. Yaa Allah satukanlah khauf kami terhadapMu dengan bentangan curahan rahmat kasih sayangMu selalu. Yaa Allah Engkaulah Maksud Kami dan RidhoMulah tujuan hidup kami. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga para sahabat beliau yang kami Cinta Kasih Sayang semata-mata karena Allah dan pengikut beliau hingga akhir zaman nanti. Ampunilah kami dan bentangilah MaghfirahMu kepada kami yang berdosa dan jahil ini. Yaa Allah, ampunillah kesalahan orang tua (ibu Bapak Kami). Yaa Allah berilah kami yang rindu terhadapMu berupa Taufik Hidayah dan InayahMu untuk terus selalu melaksanakan hakMu atas diriku secara ikhlash semata-mata karena Allah. Sesungguhnya tiada daya dan upaya diri kami untuk melaksanakan hak Allah melainkan atas pertolongan Allah.SWT.
Sabtu, 17 November 2018
Bulan Maulid Kenang Abah Anom
Bismillahirahmanirahim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang pertama kami sampaikan puji kepada sang pencipta alam semesta.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah kita sudah berada di bulan Maulid, dimana
pada bulan ini banyak sekali keutamaan didalamnya yang diperuntukan untuk kita.
Dibulan Maulid ini seluruh umat muslim
mengenang teladan kita Rasulullah.SAW, nabi pilihan Allah yang mulia hingga
akhir zaman. Shalawat dan salam semoga terus selalu tercurah kepada Baginda,
Keluarga, hingga Sahabat beliau. Dibulan inilah Allah menguji Rasulullah.SAW
dengan bermacam ujian dari Allahu ta’ala semasa hidupnya hingga beliau
dianugerahkan Allahu ta’ala dapat melihat kondisi umatnya dari zaman ke zaman
hingga akhir nanti. Di bulan Maulid ini Rasulullah mewariskan Ilmunya dengan
beramanah kepada para pewarisnya seperti Ulama yang ada diseluruh bumi ini dengan
dalil berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist.
Di bulan Maulid ini jadi
terkenang dengan Abah Anom atau KH.Shohibul Wafa Tajul Arifin.RA guru kami yang
kami cinta kasih dan sayang karena Allahu ta’ala. Demikian pula, Abah Zain,
Kh.Zainal Abidin Anwar Pengasuh Ponpes Suryalaya dan Kh.Noor Anom. Saat dzikir khafi sontak teringat talqin Abah
kepada diri, alhamdulillah menangis tanda dapat curahan rahmat kasih dan sayang
Allah kami dapati ditengah persoalan hidup yang menghimpit dan tengah dihadapi
keluarga dalam struktur tata negara
republik indonesia . Demikian pula hallikhwal (keadaan hati) berupa rindu pada
sosok Abah yang membimbing diri santri meniti setiap maqamat yang dilintasi
mulai dari maqam Inabah dan Tobat hingga selanjutnya. Rindu sekali ingin mencium tangan beliau lagi
dan mendengarkan nasihatnya yang sangat lemah lembut dan santu. Bahkan ingin
sekali ziarah ke kubur Abah Sepuh dan Abah Anom di Pageur Agung Suryalaya,
sebagaimana baru-baru tadi Ulama di Tasikmalaya berkumpul menyambut Calon
Presiden dalam rangkaian safari politiknya dengan menggunakan Helikopternya ke
Ponpes Suryalaya, dilanjutkan dengan ziarah ke maqam ulama kharismatik di
Tasikmalaya Jawab Barat yaitu Kh.Shohibul Wafa Tajul Arifin atau Abah Anom dan
juga Abah Sepuh. Capres Prabowo berbincang-bincang dengan KH.Zainal Abidin
Anwar pimpinan Ponpes Suryalaya.
Terima Kasih Abah, kenang kami
semoga engkau selalu beserta Allah dan Rasulullah.SAW, karena mencium tanganmu
sama dengan mencium tangan Rasulullah.SAW yang kita cinta kasih dan sayang
karena Allahu ta’ala.
Kembali ke diri Rasulullah,
sebagaimana nasihat khatib jum’at kemarin menyampaikan pesan terkait kehidupan Rasulullah yang
diceritakan sahabat beliau. Di bulan Maulid inilah beliau dilahirkan dan juga
meninggal, kelahirannya sebagai nabi pilihan Allahu ta’ala disambut seluruh
makhluk di alam semesta. Demikian sebaliknya kepulangan beliau banyak makhluk
bersedih.
Sebelum kepulangan beliau,
Rasulullah diuji sakit oleh Allah dibulan ini hingga para sahabat melihatnya
itu tak seperti biasanya, maka bercucuranlah air mata sahabat melihat kondisi
Rasulullah.SAW. Hingga akhirnya Rasulullah.SAW bertanya kepada Sahabat tadi,
wahai amirul mukminin apa yang engkau tangisi. Sontak Rasulullah menjawab,
“Apakah engkau tidak ridhokah melihat kondisi ku seperti ini, dunia ini hanyalah ladang bercocok tanam
segala amal kebaikan yang sifatnya sementara, dan akhiratlah tempatku nanti
dengan Ridho Allah, “katanya.
Terkait Ridho Allah yang
ditanamkan kepada seluruh santri yang pernah di talqin Abah Anom. Ridho Allah
dijadikan tujuan hidup sebagaimana awal talqinnya baik zahar maupun khafi.
“Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Wamarifataka”,
letakan motivasi ini dalam niat didiri sebelum beraktifitas ibadah kepada
Allahu ta’ala. Terima Kasih Abah yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah.
“Yaa Allah Yaa Hayuu Yaa Qayum
Birahmatika Astagitsu, Yaa Allah Engkaulah Tuhan yang Kami Sembah dan Engkau
pula tempat memohon pertolongan. Tolonglah kami Illahi dapat keluar dari
struktur tata negara dalam hidup ini dan berilah kami ilmu yang berguna lagi
bermanfaat dunia akhirat serta rezeki yang luas banyak lagi halal tanpa harus
mengganggu Hidayah dan Inayah yang ada pada diri hamba. Jadikanlah diri hamba
tempat persinggahanMu selalu dan tolonglah hamba untuk dapat melaksanakan hak
Mu pada diri hamba menjadi orang beriman, sholeh, bertaqwa kepada Allah, Tiada
Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah. Bentangilah kami dengan
MaghfirahMu dan Ridho Mu. Amin.
Senin, 12 November 2018
Maulid Rasulullah Habib Beramanah Agar Proteksi Anak Dari Pengaruh Luar Yang Merusak
RANTAU,~Senandung Syair Yaa Arhaman Rahimin dan Shalawat Rasulullah.SAW berkumandang merdu berdendang menyentuh kalbu di Sekretariat Majelis Ilm Al-Hadi Pimpinan Habib Mahsin Bin Al Hamid Banahsan Desa Perintis Raya pada Minggu (11/11) malam dalam rangka memperingati Maulid Rasulullah.SAW 1440 Hijriyah sekaligus Haulan Al-Walid Habib Al Hamid Bin Hasan Banahsan.
Acara maulid malam itu mendatangi Guru Besar dari Hadramaut Kota Seribu Wali Yaman sebagai penceramah dalam kewilayahanNya yang ditandai dengan cuaca rintik hujan sebagai tanda curahan rahmat barokah cinta kasih sayang dari Allah.SWT teruntuk seluruh para jama’ah majelis Ilm yang hadir terhadap Rasulullah beserta keluarga dan Alim Ulama.
Habib Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir seorang khatib sekaligus dosen di salah satu Universitas Islam yang ada di Yaman sekaligus juga Guru Besar di Yaman. Beliau zuriat salah satu cucu keturunan dari Al-Wali Al-Qutub Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Husin Bin Thohir pengarang kitab Sullam Taufik yang tersebar di seluruh Indonesia terutama berbagai pondok pesantren yang kitabnya dikaji dan dipelajari. Diantara syair-syair karangan Kakek beliau yang terkenal dan biasa kita baca “Yaa Arhaman Rahimin 3 x Qori Alal Muslimin” dan juga biasa kita baca dalam wirid setelah melaksanakan sholat fardhu di Masjid dan Langgar Musholah hingga Majelis Dzikir dan Ilm yang ada di kota Rantau hingga wilayah lainnya adalah “Yaa Allah Bihaa 3 x Khusnul Khatimah”. Selain itu yang biasa kita baca ketika ziarah ke maqam Aulia Allah “Salamullah Ya Shadar Minarahman Yaa Shakum” pengarangnya Habib Abdullah Bin Thohir Datu Beliau.
Dalam ceramahnya Habib Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir menyampaikan nasehat berupa ilmu kepada para jamaah menggunakan bahasa Timur Tengah yang secara langsung diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Habib dan Habaib yang mendampinginya. Pertama beliau memuji Allah Subhanawatala pemilik alam semesta disambung shalawat terhadap Baginda Rasulullah.SAW pembuka pintu segala kebaikan dan penyebab turunnya rahmat bagi seluruh alam semesta nabi besar Muhammad dan juga shalawat salam terhadap keluarga beliau hingga sahabat beliau hingga akhir zaman.
Berdasarkan firman Allah beliau perkenalkan nabi-nabi pilihan Allah mulai dari Nabi Adam.AS hingga nabi-nabi lain seperti Nabi Nuh, Nabi Zakaria, Nabi Ibrahim.AS diatas sekalian ciptaan Allah diseluruh alam semesta ini, Allah memilih nabi-nabi tersebut sebagai pilihan Allah dari makhluk lain selain manusia. Keturunan mereka dari sebagaian keturunan mereka, kemudian Allah menceritakan Nabi Imran yang mengajarkan apa yang ada dalam perut istrinya.
Selain itu beliau memperkenalkan Ibu Maryam Istrinya sebagaimana tertera sudah di dalam ayat suci Al-Qur’an. Pasangan ini lama mengharap kehadiran anak di dalam rumah tangganya.
Dalam hubungan setiap rumah tangga itu semua tergantung dengan niat mereka masing-masing dalam menjalin hubungan berumah tangga, diantaranya seperti tujuan berumah tangga pertama adalah niat untuk memiliki zuriat keturunan mulia dengan harapan kelak Allah menganugerahkan anak yang sholeh beriman lagi bertakwa terhadap Allahu ta’ala hingga hari kiamat.
Beliau menjelaskan perut rahim Ibu Maryam yang ditetapkan hingga kiamat sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an dan telah Allah mengamanatkan kepadanya akan mendapatkan keturunan yang mulia. Dengan niatnya Ibu Maryam berdoa meminta putra kepada Allah pertama yang lahir harapnya dalam kandungannya menjadi anak yang sholeh, taat, dan mengabdi kepada Allahu ta’ala hingga hari kiamat. Ini pelajaran besar bagi semua, ketika pria dan wanita menikah pertama adalah letak niat untuk mendapatkan anak yang sholeh bukan mendapatkan anak yang banyak, melainkan anak yang sholeh taat terhadap Allahu ta’ala.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqih jika seorang bernadzar maka nadzar itu milik orang lain, yaitu milik Allah.SWT. Sama dengan wanita sholehah ini bernadzar putranya milik Allah termasuk Hakikahnya. Jika seorang bernadzar miliki anak lelaki namun ternyata atas kehendak Allah lain dirinya melahirkan seorang anak wanita, yang mana sama dengan pikiran orang di zaman sekarang berpendapat lelaki lebih baik dibandingkan wanita, menurut beliau itu salah. Pendapat ini benar jika lelaki merasa lebih mulia dari wanita jika lelaki itu taat orang sholeh dan wanita lebih mulia dari lelaki jika wanita itu selalu taat kepada Allahu ta’ala. Namun ternyata banyak wanita lebih mulia daripada laki-laki saat ini.
Dimana wanita saat mengandung dan tak bisa lelaki merasakan hal itu, wanita itu bernadzar Yaa Allah hamba inginkan anak laki-laki namun ternyata Allah berkehendak lain hingga melahirkan anak wanita. Jika Allah sudah berkehendak lain dan memilih lagi memandang itu lebih baik daripada keinginan semuanya, siapapun itu baik keinginan sang ayah atau keinginan sang ibu yang melahirkan. Karena itulah niat itu seperti bibit yang ditanam pada seseorang jika niat itu bagus akan berkembang hingga berbuah yang bagus.
Hingga akhirnya Nabi Zakaria terpilih untuk mengasuh Maryam anak wanita yang dilahirkan tadi, dan Nabi Zakaria mengasuhnya dengan kasih sayang. Apalagi Nabi Zakaria belum memilik anak. Anak itu tumbuh menjadi wanita sholehah yang sangat mulia dan suci dan selalu menjauhi pengaruh luar yang dapat merusaknya. Bahkan dengan cara diuji oleh Allah dirinya membentengi diri anak itu agar tak tepengaruh dari lingkungan luar yang merusak, padahal itu dari aspek hakikat adalah Allah menjaga anak dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar agar tidak masuk kedalam diri anak dengan cara dibentenginya.
Ini adalah pelajaran bagi seluruh orang tua saat ini, bagaimana cara kita untuk menjaga putra-putri kita dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar ke dalam diri. Mulai dari kerusakan di jalan, kerusakan di sekolah, terkadang kerusakan masuk ke lingkungan keluarga. Hingga banyak manusia saat ini lebih memilih menghadiahkan sebuah telepon untuk anak-anaknya, apalagi apa yang disaksikan telepon itu untuk anak-anak kita. Apa yang masuk dalam pikiran dari telepon itu, lebih baik tanamkan Allah didalam dirinya sejak dini, Ingat Allah dimanapun berada, bergantung kepada Allah, bersandar kepada Allah, hingga anak menginginkan sesuatu hendaknya ajari dirinya untuk minta hanya kepada Allah ketimbang menghadiahkan sebuah telepon selular yang saat ini sedang marak digunakan umat manusia.
Apalagi Nabi Zakaria membentengi diri anak itu dari pengaruh luar yang merusak agar anak itu taat terhadap Allahuta’ala kelak hingga menjadi anak yang sholehah dan tak terpengaruhi lingkungan luar yang merusak tadi.
Semestinya kita selaku orang tua juga instropeksi saat ini demi anak-anaknya, lihat saat ini anak duduk dengan siapa ? dan berkawan dengan siapa, bukan pada dirinya lagi hingga pengaruh luar dapat masuk kedalam pikirannya dengan mudah. Karena itulah jika kita berteman dengan orang yang agamanya baik tentu agama kita akan ikut baik.
Sama sebagai Nabi Zakaria bertahan di tempat benteng anak itu dan terdapat sebuah mihrab dan mihrab itu bukan tempat tidur ataupun untuk nonton video atau sekedar melihat gambar di HP, mihrab itu tempat untuk bermunajat hanya kepada Allah Subhanatala. Bahkan disetiap Nabi Zakaria masuk ke Mihrab disitu Nabi Zakaria disediakan oleh Allah hidangan-hidangan yang luar biasa, termasuk kunci. Lalu bertanyalah Nabi Zakaria ke Maryam, Ya Maryam darimana hidangan-hidangan ini, darimana kunci ditanganku, dan darimana makanan ada dimusim dingin dan dimusim panas ini, dari mana engkau dapatkan tanya Nabi Zakaria. Lalu sontak dijawab Maryam yang sholehah bahwa semua ini datangnya dari Allahuta’ala Yang Maha Kuasa dan Perkasa mengwujudkan segala yang Ia kehendaki. Hidangan yang nikmat ini mencerminkan bahwa Nabi Zakaria merupakan orang yang selalu mensyukuri nikmatNya.
Demikian tausyiah beliau terhadap para jamaah di majelis ilm yang mulia itu. Kehadiran beliau disambut para jamaah yang hadir untuk mencium tangannya sebagai tanda penghormatan kepada keluarga Rasulullah.SAW yang di cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Yaa Allah semoga kami yang hadir termasuk dalam golongan pengikut rasulullah yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah hingga mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak sebagai orang sholeh beriman lagi bertakwa kepada Allahutala.
Kamis, 01 November 2018
Senandung Qasidah BURDAH
RANTAU,~ Menghadiri Majelis Il’m di Mushollah
Darulsalam Desa Perintis Raya Hulu yang rutin mengumandangkan qasidah shalawat
Burdah selama seminggu sekali setiap Rabu Malam Ba’da Maghrib. Jadi teringat dengan Almarhum
Abah Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani di Martapura, beliau menceritakan keutamaan dan fadhilah dari shalawat burdah
ini.
Shalawat Burdah ini buah karya
karangan sastrawan yang juga seorang Ulama Besar dan juga Sufi di Maroko dan di
maqamkan di Mesir. Beliau adalah Imam Bushiri (610-695 H/ 1213-1296 M). Berkat
mengarang dan membaca shalawat burdah ini beliau dianugerahi Allah yang secara
spontan kesembuhan dari penyakit lumpuh yang dideritanya. Bahkan menurut
riwayat Rasulullah.SAW menjumpai beliau dalam mimpinya. Suatu ketika Al-Bushiri mendapatkan ujian
dari Allahu Ta’ala berupa derita
penyakit lumpuh sehingga tak dapat bangun dari tempat tidurnya. Kala itu dibuat
syair-syair yang berisi pujian kepada Rasulullah.SAW dengan maksud memohon
syafa’atnya. Didalam tidurnya, beliau bermimpi berjumpa dengan Nabi
Muhammad.SAW, kala itu Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, kemudian beliau
melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke anggota tubuhnya. Sontak saat dirinya
terbangun dari mimpinya dirinya sembuh dari penyakit lumpuhnya.
Shalawat Burdah ini tersebar ke
seluruh penjuru bumi dari timur ke barat.
Burdah yang diartikan mantel dan mengandung fadhilah kesembuhan (shifa)
bagi orang yang membacanya di rumah mapun di majelis-majelis dzikir maupun ilm
dalam suatu wilayah keagamaan. Bagaimana tidak, bahkan banyak diantara Ulama
dan Habib yang membaca burdah mendapatkan fadhilah dapat bertemu Rasulullah.SAW
dalam mimpinya untuk tetap istiqomah membaca burdah di Majelis itu. Dalam mimpi
tersebut, Rasulullah berkata membaca Burdah sekali lebih afdol daripada membaca
Dalail Khoiroot 70 kali.
Bahkan diriwayatkan ketika Hadramaut
tertimpa paceklik hingga banyak binatang buas berkeliaran di jalan bahkan bala
dimana-mana, lalu seorang habib memerintahkan para jamaah untuk membaca
burdah. Alhamdulillah, berkat burdah rumah-rumah dan lingkungan mereka aman
dari gangguan binatang buas dan juga bala bencana.
Mengetahui keutamaan shalawat dan qasidah burdah yang
sangat banyak ini sehingga shalawat ini kerap dibaca beliau dalam satu majelis
il’m bersama para jamaah yang cinta kasih dan sayang guru sekumpul karena
Allahu ta’ala terdiri dari kalangan habaib, ulama, umara, santri, hingga
murid-muridnya dari kalangan masyarakat, dan lain sebagainya di Musholah
Ar-Raudah pada setiap Malam Jum’at ketika beliau masih hidup. Menurut beliau, keutamaan qasidah shalawat
burdah yang banyak ini dapat menyembuhkan penyakit bagi yang
membacanya dan juga berdampak baik bagi lingkungan sekitar menjadi aman
terhindar dari bala bencana. Untuk itu kita selalu tanamkan kepada murid-murid
beliau terdiri dari alim ulama di Kalsel untuk mengamalkannya seminggu sekali bersama jamaah , kendati
sekedar kue lokal dan teh manis sebagai
hidangan penutup syukur lebih menjadi nasi bungkus namun semua itu pasti jadi berkat shalawat terhadap Rasulullah.SAW yang
kita cinta kasih dan sayang karena Allahu ta’ala, hidangan menjadi rezeki yang
luar biasa nikmat terasa.
Diawal
membaca shalawat burdah didahului dengan surah Al-Fatihah sebagai pembuka dan
juga shalawat terhadap rasulullah sebagai wasilah sekaligus betawasul dengan
para datu seperti datu kelampayan hingga datu sanggul dan lainnya.
Jumat, 24 Agustus 2018
Haulan Guru KH.Gazali Lumbu
RANTAU, SURYALAYA ~
Jama’ah Haulan KH.Gazali Bin Bulayah berlangsung khusyu dipimpin Habaib dan
para Alim Ulama di Tapin, Kamis pagi (23/8) kemarin.
Muslimin dan
Muslimat se-Tapin yang Cinta Kasih Sayang para Ulamanya semata-mata karena
Allah hadir guna memetik hikmah dan fadhilah berkat acara khas budaya daerah
ini di haulan KH.Gazali Bin Bulayah ke-50 di Kubah Maqamnya Desa Lumbu Raya
Kecamatan Tapin Utara. Haulan di isi lantunan Ayat Suci Al-Qur’an, Pembacaan Maulid Habsy, dan Tausyiah oleh Habaib Al
Mukaram dari Kalimantan Selatan.
Disamping
itu pedagang dari luar daerah turut datang disamping ikut menghadiri acara
haulan sekaligus menjajakan dagangannya berupa bingkai foto guru besar di
Kalimantan Selatan yaitu KH.Abdul Ghani Guru Sekumpul Martapura Kalimantan
Selatan. Guru Sekumpul merupakan Sosok Aulia Allah di Kalsel yang di Cinta,
Kasih, dan Sayang semata-mata karena Allah oleh para jamaah dan murid-muridnya
di Kalimantan. “Sebagaimana pesan beliau terhadap murid-muridnya dalam
tausyiahnya untuk menghormati para ulama dan habib, sebagaimana Rasulullah.SAW
dalam sarannya kepada seluruh umat muslim untuk menghormati ulama bahkan
mencium tangannya, menurut rasulullah mencium tangan ulama sama dengan mencium
tangan rasulullah.saw, “katanya.
Riwayat
singkat KH.Gazali Bin Bulayah adalah Bapak atau Abah dari seorang Guru Besar di
Kabupaten Tapin yaitu Abuya KH.Ali Nurdin Cangkering. KH.Gazali lahir di Lumbu
Raya sekitar tahun 1907 Masehi atau 1325 Hijriyah, beliau berhasil menyebarkan
syiar Agama Islam di daerahnya sekitar tahun 1950 Masehi lalu dengan
Rabbaniyatul Il’mNya dan Rabbaniyatul Hukm-Nya. Atas izin Allahu ta’ala beliau
dianugerahkan ilmu Agama meliputi Tauhid, Fiqih, dan Tassawuf hingga dipercaya oleh
para muslimin muslimat dan para alim
ulama beliau termasuk para pewaris nabi.
Ayah
beliau bernama Bulayah seorang petani yang pekerjaannya disamping betani juga
ahli memasak nasi dengan khalwah (red.panci) yang besar. Bulayah bukan dari
kalangan ulama namun dirinya memiliki harapan besar terhadap anak-anaknya untuk
menjadikan mereka anak yang sholeh alim lagi bertaqwa terhadap Allahu ta’ala.
Karena itulah Beliau mensekolahkan anak-anaknya ke pondok pesantren dan
menitipkannya kepada tuan guru alim ulama di masanya di desa Banua Halat
bernama Al-Arif KH.Muhammad Abdul Karim yang memiliki pola pengajaran dakwah
dan ajarannya yang sangat istimewa (red.setingkat khawas dan khawashul khawas)
di sebuah musholah dan ruang asrama bagi
para santri. Selain itu KH.Gazali termasuk kriteria seorang yang tak pernah merasa puas dalam
menuntut Ilmu Agama sehingga melanjutkan belajar lagi dengan menuntut ilmu di
Mekkah bersama seorang ailm ulama di sana hingga Pondok Pesantren Darusallam
Martapura. Setelah melalui proses belajar beliau pulang kampung untuk
memanfaatkan ilmu yang diperolehnya dan berhasil menyebarkan syiar agama Islam
di Banua.
Yaa Allah
Bentangilah Curahan Asuhan Cinta Kasih dan SayangMu selalu terhadap diri kami,
kepada orang tua Kami, Anak Istri Kami, Saudara dan Keluarga Kami, Yang Ada di
sekitar kami, Sahabat kami, Para
Guru-Guru Kami dan Pimpinan kami Yang kami Cinta Kasih dan sayang semata-mata
karena Allah. Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan
Allah, tiada yang lebih kami cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah
selain Allah dan Rasulullah.SAW.
Yaa Allah
lindungilah kami dari kemurkaanMu, KebencianMu, dan AzabMu yang pedih.
Tolonglah kami Ya Allah dan berilah kami Hidayah dan InayahMu untuk dapat terus selalu melaksanakan Hak Mu atas diri
kami (red.Tauhid).
Jadikanlah
diri kami tempat persinggahanMu selalu Ya Allah berupa cahaya ilmu
(Rabbaniyatul Ilm) dan aturan hukum (Rabbaniyatul Hukm) dari Rasulullah.SAW
yang Kami Cinta Kasih dan Sayang Karena Allahu Ta’ala. Allah MaksudKu dan Ridho
Allah Tujuan Hidupku (Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka
Wa Marifataka).
Yaa Allah
berilah kami rezeki yang luas, banyak lagi halal melalui pekerjaan yang engkau
beri pada diri kami. Dan bimbinglah kami
Ya Allah menggunakan rezeki itu di jalanMu Ya Allah Yaa Wakil Yaa Rahman
Yaa Rahim diantaranya untuk menafkahi anak istri kami yang kami cinta kasih dan
sayang karena Allah dan berderma bak Wakil Allah. Yaa Allah Kabulkanlah doa dan
hajat kami. Amin.. (Nasrullah)
Selasa, 21 Agustus 2018
Selamat Hari Raya Idhu Adha dan Hari Raya Haji
PASAL HAJI
Firman Allah.SWT dalam ayat suci Al-Qur’an
(Al ‘Imran 97).
“Dan untuk
Allah diwajibkan atas manusia melakukan Ibadah Haji ke Baitullah, bagi siapa
yang kuasa perjalanannya. Dan siapa kafir tidak mempercayai kewajiban Ibadah
Haji maka Allah Ghani (Maha Kaya) dan tidak berhajat pada sekalian makhluk
seisi alam”. (Al-Qur’an)
Dengan
Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa,
2. Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepadaNya
segala sesuatu,
3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. Dan tidak ada sesuatu dan seorangpun yang
setara dengan Dia”.
(Al-Qur’an
Surah Al Ikhlas)
Ibn Umar
Ra berkata: Rasulullah.SAW bersabda: Islam didirikan di atas lima sendi:
1. Percaya bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan
Nabi Muhammad.SAW utusan Allah.
2. Mendirikan Sholat (Sembahyang).
3. Mengeluarkan Zakat.
4. Pergi Haji ke Baitullah jika mampu.
5. Puasa di bulan Ramadhan.
(Hadist Buchary,
Muslim)
Abu Hurairah Ra bekata: ada
seseorang umat Rasulullah.SAW bertanya kepada Rasulullah.SAW terkait amal
perbuatan yang paling utama dalam Agamanya. Menanggapi pertanyaan itu,
Rasulullah.SAW menjawab Iman Percaya Kepada Allah dan Rasulullah.SAW. Lalu apa
lagi ? dijawab Rasulullah.SAW Jihad berjuang untuk menegakan Agama Allah.
Kemudian apa lagi ? jawab Nabi: Haji yang Mabrur. (Buchary, Muslim)
Abu
Hurairah Ra berkata : Rasulullah.SAW
berkhutbah, maka ia berkata: Hai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah
mewajibkan atas kamu untuk berhaji, maka berhajilah kamu. Maka ada orang
bertanya: Apakah tiap tahun Ya Rasulullah ? Nabi diam tidak menjawab, dan
mengulangi keterangannya itu, orang itupun mengulangi pertanyaannya, hingga
tiga kali. Maka Nabi berkata: Andaikan saya menjawab: Ya. Tentu menjadi wajib,
dan jika telah menjadi wajib kamu tidak dapat melaksanakan. Biarkanlah apa yang
sengaja saya diamkan. Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat yang sebelum
kamu itu, karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mereka. Karena itu apabila aku
perintahkan kepada kamu sesuatu, maka kerjakanlah sekuat tenagamu, dan bila aku
melarang kamu dari sesuatu maka tinggalkanlah. (Muslim)
Yaa Allah Shalawat dan Salam semoga
terus tercurah atas baginda Rasulullah.SAW beserta seluruh keluarga dan para
sahabat beliau hingga akhir nanti. Yaa Allah semoga engkau bentangkan selalu
curahan asuhan Cinta Kasih dan SayangMu kepada kami dan seluruh umat muslim.
Lindungilah kami dari kemurkaanMu dan
Kebencianmu. Yaa Allah Ampunilah kami atas segala khilaf dan dosa-dosa kami
serta kelalalaian kami. Yaa Allah berilah kami kesempatan dapat memenuhi
panggilanMu ke tanah suci untuk menunaikan Ibadah haji dan berilah kami rezeki
yang luas lagi banyak dan halal untuk kami. Amin.
Qurban di
Hari Raya Idhul Adha (Haji)
Ibadah Haji
tak terlepas dari moment peringatan Hari Raya Idhul Adha atau yang akrab
dikenal hari raya haji oleh umat Muslim
di Indonesia. Demikian dengan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban pada hari
raya haji inilah dilaksanakan setiap tahunnya. Penyembelihan hewan qurban tak terlepas
dari ikatan kisah sejarah Nabi Ibrahim.AS yang mengurbankan anaknya demi
tegaknya peraturan hukum di tengah umatnya dengan cara menyembelih anaknya Nabi
Ismail.AS.
Haji adalah Arafah hari perenungan tentang Sang Khalik untuk apa
kita manusia diciptakan….. Menjadi khalifah dan melaksanakan Hak Allah atas
dirinya. Apa itu Hak Allah atas diri setiap muslim adalah mentauhidkan Allah
atau menyaksikan Tiada Tuhan Selain Allah.
Dari sejarah itulah tercatat Nabi Ibrahim.AS dikenal oleh umat Muslim
sebagai Bapak Tauhid yang mampu memberantas kesyirikan di tengah umat pada
massa nya. Bermula dari kisah Nabi Ibrahim.AS
mendapatkan wahyu dari Allah.SWT berupa ujian untuk melaksanakan
perintahNya menyembelih anaknya Nabi Ismail.AS. Tujuan Allah mengujinya adalah
untuk memberantas kesyirikan di tengah-tengah umat pada saat itu. Melihat
sejarah itu dari aspek Ilmu Hukum, seseorang yang dianugerahi sang maha kuasa
ilmu pengetahuan di bidang hukum (Peraturan Perundang-Undangan) tentunya mereka adalah para pimpinan yang
berada dibaris depan tak terlepas dari sifat sabar dan penuh pengorbanan untuk
berada di baris depan dalam memangku kepemimpinan dan menyelesaikan
permasalahan. Bak khalifah yang ter/t/utup pintu kemenangan bagi dirinya demi
membela umatnya.
“Pengorbanan
itu ternyata merupakan syarat setiap sosok para pemimpin yang berada dibaris depan
untuk memperoleh analisa tajam”. Rata-rata seseorang yang bergerak di bidang
hukum pengorbanan merupakan ujian prioritas untuk dapat menyelesaikan kasus
permasalahan dan pekerjaaannya.
Hal ini terbukti sebagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim.AS yang rela
mengorbankan anaknya Nabi Ismail.AS terlahirlah hikmah kebijaksanaan berupa Ilmu
Rabbaniyatul Hukm (Ilmu Hukum Ketuhanan) dan Rabbaniyatul Ilm (Ilmu Ketuhanan)
yang langsung dari Allah.SWT, untuk umatnya secara langsung berupa petunjuk dan
hidayah agar dapat melaksanakan hak Allah atas diri manusia yaitu mentauhidkan
Allah atau menyaksikan bahwa Tiada Tuhan Selain Allah.
Mengenal Tauhid (Keesaan Allahu
ta’ala), sebagaimana manusia yang
dasarnya tiada daya dan upaya bahwa tidak ada yang mampu mentauhidkan Allah
melainkan TauhidNya sendiri. Karena itulah hanya Allahlah yang kuasa mampu
mentauhidkan dirinya yang maha tunggal kepada seluruh umat manusia dan alam
sekitar. Karena itulah ilmu Tauhid ibarat samudera lautan yang luas dan
tempatnya sangat mulia lagi di Istimewakan Allah.SWT dan Rasulullah.SAW. Allahu
Alim (Allah Maha Mengetahui).
Karena itulah Rasulullah.SAW beserta
para pewarisnya mulai dari Aulia Allah dan para Alim Ulama setiap detik
kesehariannya selalu berdzikir ingat
kepada Allah baik berdiri, duduk, hingga berbaring. Selain itu mereka sangat
dekat dengan Allah karena selama hidupnya dihabiskan dan diperuntukan pada
Allah hingga rata-rata mereka dianugerahi ilmu tauhid menyaksikan Tiada Tuhan
Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah, karena itulah Rasulullah.SAW
merupakan teladan bagi seluruh umat manusia dan umat Islam. (Nasrullah)
Kamis, 26 Juli 2018
Hukum-Hukum yang mengenai syarat-syarat, rukun dan sifat-sifat sembahyang. Takbir dapat menggugurkan dosa diri.
Sembahyang mempunyai
beberapa syarat yang tidak sah sembahyangnya dengan ketiadaan syarat itu.
Syarat yang mendahului kita melaksanakan sholat atau sembahyang yaitu wudhu
dengan air atau tayamum jika tak tersedianya air untuk bewudhu. Selain itu juga
berdiri di tempat yang suci bersih misalnya seperti langgar Musholah dan
Masjid, menghadap kiblat dikala sanggup melakukannya dan mengetahui masuk
waktu. Hukum ini semua disepakati oleh imam-imam yang empat.
Keterangan
ini diambil dari Guru Fiqih Kami K.H.Abdul Khaliq.RA yang kami Cinta, Kasih dan Sayang semata-mata
karena Allah dan keterangan kitab hukum islam .
Kala itu Beliau membuka majelis ilmu fiqihnya dan menjelaskan keterangan
hukum tata cara wudhu dan rukun-rukun sholat. Demikian juga kitab hukum fiqih
pandangan 4 mahzab. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian
Alam) hari ini terakhir berada di bulan Rajab, bulan sebagaimana diketahui umat Muslim bahwa
Rasulullah.SAW melaksanakan perjalanan Isra Mir’aj bertemu Allah dan menerima
kewajiban bagi umatnya untuk melaksanakan sholat 5 waktu sehari semalam.
Kebijaksanaan Rasulullah.SAW yang memberikan keringanan bagi umatnya untuk
melaksanakan kewajiban sholat dari sebelumnya 50 kali sehari semalam menjadi 5
kali. Alhamdulillah. “Semoga Shalawat dan Salam Selalu Tercurah Atas Junjungan
Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabat beliau hingga akhir
nanti”.
Lanjut lagi
keterangan syarat sah sembahyang lainnya adalah menutup aurat sebagai syarat
sah sembahyangnya. Ini disepakati oleh Abu Hanifah dan Ahmad. Kata Ashhab Malik
: Menutupi aurat menjadi syarat kalau sanggup dikerjakan dan teringat. Kalau
sengaja dibuka, padahal sanggup ditutupnya, batal deh sembahyangnya. Ada yang
berkata juga: Menutup aurat suatu wajib yang berdiri sendiri, bukan syarat sah
sembahyang. Jika seseorang bersembahyang dengan terbuka auratnya secara sengaja
dipandang durhaka kendati sembahyangnya itu dipandang sah. Dan yang dipegang
oleh ashhab Malik yang mutaakhirin, ialah tidak sah sembahyang bila dikerjakan
dalam keadaan terbuka ‘aurat.
Sembahyang
mempunyai rukun-rukun yang dikerjakan didalamnya, yaitu niat, takbiratul ihram,
berdiri bagi orang yang sanggup, fardhu membaca
ayat suci Al-Alqur’an (Al-Fatihah),
ruku, sujud, duduk pada akhir
sembahyang. Inilah rukun yang disepakati semua Imam, sementara pada yang
lainnya diperselisih pandang mahzab.
Mengenai
niat fardhu bagi sembahyang, di ijma’i
para imam. Abu Hanifah.RA dan
Ahmad membolehkan mendahulukan niat atas takbir asal tidak terlalu lama dengan
sebelum takbir. Malik dan Asy-Syafie berpendapat mewajibkan muqaranah niat
dengan takbir, tak boleh didahulukan dan tak boleh dikemudiankan. Kata
Al-Qaffal seorang Ulama besar dalam mahzab Asy Syafie :Apabila niat itu
muqaranah dengan awal takbir, sahlah sembayang itu. Kata An Nawawy: Pendapat
yang dipilih dalam soal ini, ialah cukup muqaranah urfiyah ‘ammiyah, yaitu asal
saja tidak dipandang lalai dari sembahyang. Inilah yang diamalkan para Salaf.
Takbiratul
ihram suatu fardhu sembahyang dan harus
di lafadzkan. Hukum ini disepakati. Menurut suatu hikayat dari Az Zuhry, bahwa
beliau mensahkan sembahyang dengan berwujudnya niat sembahyang, kendati tidak
diucapkan takbir.
Sah ihram
untuk sembahyang dengan ucapan takbir “Allahu Akbar”. Hukum ini disepakati.
Apakah lafadz yang lain sah juga untuk mengwujudkan ihram ? Menurut pendapat
Abu Hanifah.RA , sah ihram dengan segala lafadzh ta’dhim dan tafkhim, seperti
Allah Djalil, Allahu Adhiem, dan sah dengan lafadzh Allah saja. Sementara
menurut Imam Asy-Syafie sah dengan ucapan lafadzh Allhu Akbar. Malik dan Ahmad
tidak mensahkan selain dengan lafadzh Allahu Akbar.
Orang yang
bertakbir dalam bahasa Arab, tidak sah bertakbir dengan bahasa lain. Hukum ini
disetujui Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah.RA :Sah.
Mengangkat
dua tangan saat bertakbiratul ihram, hukumnya sunat”. Ini diidjmai. Hanya
mereka berselisihan tentang watas mengangkat tangan itu.
Menurut
Malik dan Asy Syafie diangkat setentang bahu. Abu Haniefah menetapkan setentang
telinga. Dari Ahmad diperoleh tiga pendapat, setentang bahu, setentang telinga,
boleh setentang telinga, boleh setentang bahu. Ini disepakati oleh Al Chiraqy.
Mengangkat tangan, diwaktu takbir, ruku, dan itidal, adalah sunat. Begini juga
pendapat Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah: Tidak.
Berdiri
fardhu dalam sembahyang, fardhu atas orang yang sanggup. Bila ditinggalkan pada
hal sanggup dikerjakan, tidak sah sembahyangnya. Sementara tidak sanggup
berdiri, hendaklah duduk. Ini disepakati
semua imam.
Duduk
sebagai ganti berdiri, boleh secara bersila, boleh secara iftirasy. Pendapat
duduk secara bersila disetujui Malik dan Ahmad. Kata Abu Hanifah: Boleh duduk
sebagaimana dikehendaki oleh yang duduk sendiri.
Apabila tak
sanggup duduk hendaklah berbaring atas lambung kanan, menghadap kiblat. Kalau
tak sanggup berbaring, hendaklah telentang atas punggung, kedua kakinya ke
kiblat supaya ruku sujudnya ke kiblat. Pendapat ini disetujui Malik dan Ahmad.
Kata Abu Hanifah: Dia tidur telentang atas punggungnya dan menghadap kiblat
dengan dua kakinya.
Apabila tak
sanggup cukup berisyarat dengan kepala, untuk ruku dan sujud hendaklah ia
berisyarat dengan mata. Menurut pendapat Abu Hanifah: Apabila sampai ke derajat
ini, gugurlah tugas sembahyangnya.
Selanjutnya
disukai kita meletakan tangan kanan atas tangan kiri didalam sembahyang. Dalam
suatu pendapat Malik, tangan itu diulurkan. Posisi tangan itu diletakan di
bawah dada diatas pusat. Demikian pendapat Malik. Kata Abu Hanifah:dibawah
pusat. Disukai supaya orang yang sedang sembahyang itu, memandang ke tempat
sujud. Dalam memandang ke tempat pesujudan ini disepakati semua imam empat.
Doa
iftitah dalam sembahyang, disunatkan.
Ini disetujui Abu Hanifah dan Ahmad. Kata Maliik:Tidak, hanya sesudah takbir
terus membaca surat Al Fatihah. Lafadzh iftitah ialah : “Wadjatu Wayahya
lilladzi fatharus samawathi wal ardhi hanifan muslimin wama ana minal musrikin.
Inna sholati wanusuki wamahyahya wamamati lillahi rabbil alamin. Laa
syarikallahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin”. Inilah lafadzh iftitah
yang dipilih Imam Asy Syafie. Abu Hanifah dan Ahmad memilih lafadzh:
Subhanakallahumma rabbana wabihamdhika watabarakas mukawata’la jadduka wala
illaha ghairuka. Kata Abu Yusuf: Yang baik dikumpulkan kedua-keduanya.
Langganan:
Postingan (Atom)






