Jumat, 28 Oktober 2016

Rabbaniyatul Hukum

 Pasal :  HARUS MENURUT TUNDUK PADA  HUKUM ALLAH (RABBANI’YATUL HUKM)  DAN BAGAIMANA SAMBUTAN SEORANG YANG DIAJAK KEMBALI (INABAH) KEPADA HUKUM ALLAH ATAU DIPERINTAH KEBAIKAN ATAU DICEGAH DARI MUNKAR.

Firman Allah: Tidak, demi Tuhanmu mereka tidak beriman, sehingga bertahkim (berhakim) padamu dalam segala sengketa mereka, kemudian tidak merasa berat dalam hati mereka menerima hukum putusanmu, dan menyerah bulat-bulat. (An-Nisa’65)

Sesungguhnya sambutan orang mu’min apabila diajak kembali kepada Allah dan Rasulullah untuk menghukumi antara mereka, yalah berkata: Kami mendengar dan ta’at. Dan mereka yang untung bahagia. (An-Nur 51)
           
   Abu Hurairah r.a berkata: Ketika turun ayat: LILAHI MAFIS SAMAWAATI WAMA FIL’ARDLI WA IN TUBDU MA FI ANFUSIKUM AU TUKHFUHU JUHAASIBKUM BIHILLAAH.  Artinya:Bagi Allah kekuasaan langit dan bumi, apabila kamu keluarkan isi hatimu atau tetap kamu sembunyikan akan diperhitungkan oleh Allah.

Terasa berat yang demikian itu pada sahabat-sahabat Nabi s.a.w. Sehingga mereka datang kepada Rasulullah dan jongkok sambil berkata: Ya Rasulullah kami dapat menerima kewajiban-kewajiban yang dapat kita kerjakan, yaitu sembahyang, jihad, puasa, dan sedekah. Dan kini telah diturunkan ayat ini, kami merasakan tidak dapat melaksanakan dan tidak kuat menanggungnya. Menanggapi hal itu lalu Rasulullah bersabda: Apakah kamu akan berkata sebagaimana ahlil- kitab yang sebelummu.

Kami mendengar dan melanggar. Kamu harus berkata: Sami’na wa atha’na ( Kami mendengar dan ta’at) GHUFRONAKA RABBANA WA ILAIKAL MASHIR. (Ampunkan kami ya Tuhan kami dan kepada Mu bakal kembali) Dan ketika ajaran itu telah dibaca oleh para sahabat, sehingga ringan lidah mereka membacanya, Allah menurunkan ayat lanjutannya: AAMANAR RASULU BIMA UNZILA ILAIHI MIN ROBBIHI WAL MU’MINUNA KULLUN AAMANABILLAHI WAMALA’IKATIHI WA KUTUBIHI WA RASUL-IHI LAA NUFARRIQU BAINA AHADIN MIN RASULIHI WA QAALU SAMI’NA WA ATHA’NA GHUFRONAKA ROBBANA WA ILLAIKAL MASHIR. ( Sungguh telah percaya Rasulullah dengan apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, juga kaum mu’minin masing-masing telah percaya kepada Allah dan MalaikatNya dan kitab-kitabNya dan Nabi-Nabi utusanNya, tidak membeda-bedakan antara salah seorangpun dari utusan-utusan itu, dan berkata mereka: Kami mendengar dan ta’at, ampunkanlah hai Tuhan kami dan kepadaMu akan kembali). Dan ketika telah dilaksanakan yang demikian itu Allah memansukhkan hukum ayat yang diatas itu dengan ayat yang terakhir yang berbunyi: LA YUKALLIFULLAHU NAFSAN ILLAWUS’AHALAHA MA KASABAT WA ALAIHA MAKTASABAT (Allah tidak memaksakan pada seseorang kecuali sekuat tenaganya, baginya keuntungan dari usahanya, sebagaimana diatas tanggungannya resiko apa yang telah dikerjakannya). RABBANA LA TU’AKHIDZNA IN NASINA AU AKH-THO’NA. Dijawab:  ,,Ya”    ,,ROBBANA WALA TAHMIL ALAINA ISHRAN KAMA HAMALTAHU’ALALLADZINA MIN QOBLINA. Dijawab: ,,Ya’’ ROBBANA WALA TUHAMMIL-NA MALA THOQOTA LANA BIHI. DIjawab: ,,Ya” WA’FU ANNA WAGHFIR LANA WARHAMNA ANTA MAULANA FANSHURNA ALAL QAUMIL KAFIRIN. Dijawab: ,,Ya”
(Ya Tuhan kami janganlah menuntut kami jika kami lupa atau keliru. Jawabnya: Ya. Ya Tuhan kami, jangan menanggungkan pada kami keberatan-keberatan sebagaimana yang Tuhan tanggungkan pada orang-orang yang sebelum kami. Jawabnya: Ya. Ya Tuhan kami jangan menanggungkan pada kami yang di luar kekuatan kami. Jawabnya: Ya.  Ma’afkanlah kami dan ampunkan kami, dan kasihanilah kami. Engkau pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum kafir. Jawabnya: Ya.) Hadist Riwayat Muslim.


Selasa, 25 Oktober 2016

Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah

                Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan Salam semoga terus selalu tercurah atas junjungan baginda Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabat beliau hingga akhir zaman nanti. Tekad kami mencintai mereka dengan niat semata-mata karena Allah dan terus mengikutinya dengan meneladani mereka yang tergolong orang-orang sholeh.

Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah. Allah Maksudku Maghfirah dan RidhoNya Tujuanku. Yaa Allah jadikanlah diriku tempat persinggahanMu, Ampunilah kesalahanku yang diketahui dan tak diketahui. Curahkanlah taufik hidayahmu kepada diri Kami dan tetapkanlah Istiqomah ta’at kepada Allah dengan Cinta Kasih Sayang kepadaNya, Yaa Allah curahkanlah rahmat kasih sayangmu terhadap diri kami, kepada orang tua kami, kepada anak istri kami,  kepada saudara-saudara kami, kepada yang ada disekitar kami, kepada pimpinan kami, dan guru kami yang kami cinta kasih sayang semata-mata karena Allah.


Yaa Allah lindungilah kami dari azabMu, dari kemurkaanMu, dan dari kebencianMu. Yaa Allah kami berserah kepadaMu Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah. Yaa Allah tolonglah kami di sisa hidup kami untuk terus bertakwa dan beriman kepada Allah, kencangkanlah tekad kami menuju pada Allah dan Rasulullah.SAW. Yaa Allah berilah kami rezeki, berilah kami taufik dan hidayah kepada kami untuk tetap terus berada dalam curahan asuhan kasih sayangmu. Tobat Yaa Allah…Tobat Yaa Allah…Tobat Yaa Allah. 

Rabu, 05 Oktober 2016

Cinta Karena Allah

Keutamaan orang yang saling cinta kasih sayang semata-mata karena Allah. Mereka yang meletakan hallikhwal keadaan hati berupa cinta kasih dan sayangnya semata-mata karena Allahu ta’ala mendapatkan hak utama dan wajib dari Allahu ta’ala berupa Cinta Allah.

Sebagaimana di dalam hadist qudsi Allah berfirman,
“Kecintaan-Ku wajib Aku berikan kepada orang-orang yang saling mencintai di jalan-Ku, orang-orang yang berteman di jalan-Ku, orang-orang yang saling mengunjungi di jalan-Ku dan orang-orang yang saling memberikan pengorbanan di jalan-Ku.” (HR.Malik, Al Misykah, Juz III, No.5011)

Santri Pondok Pesantren meletakan hallikhwal berupa rindunya semata-mata karena Allah sambil mengingat teman pondokannya dan guru mursyid pembimbing nya di Inabah. Mereka komitmen membangun tali persahabatan dengan niat semata-mata karena Allah, dari mulai cinta, kasih, sayang, rindu karena Allah demikian sebaliknya bencipun karena Allah.

                Membangun tali silahturahmi jauh dekat untuk saling berkunjung karena cinta kepada Allah, maka Allah akan menjaga mereka dengan cinta-Nya. Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan menundukan seluruh makhluk untuk-Nya agar mencintainya. Sebagaimana Hadist dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda,

“Sesungguhnya orang yang mengunjungi saudaranya di desa yang lain, maka Allah mempersiapkan malaikat selama perjalanannya. Malaikat bertanya, ‘Kamu hendak pergi kemana ?’ Orang itu menjawab, ‘Aku hendak mengunjungi saudaraku di desa ini’. Malaikat bertanya lagi, ‘Apakah kamu memiliki kepentingan yang berkaitan dengan harta materi padanya ?’. Dia berkata, ‘Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah’. Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang di utus padamu (untuk mengabarkan) bahwa sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana mencintai-Nya karenamu’.” (Muslim)

                Demikian pula majelis ilmu di desa-desa yang setiap hari sabtu menghadiri majelis ta’lim Guru Sekumpul Martapura, KH.Abdul Ghani RA. Disamping menuntut ilmu kepada Beliau sekaligus menjalin tali silahturahmi antar sesama muslim hingga termasuk orang-orang yang saling mengunjungi di jalan-Ku dan orang-orang yang saling mencintai sesama saudaranya  karena Allah juga cinta gurunya yang arif karena Allah.
                Nabi memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang baru masuk Islam, Nabi berkata, “Orang yang paling aku cintai di antara kamu adalah orang yang paling bagus akhlaknya,  yaaitu orang yang lemah lembut perangainya; serta dermawan yaitu orang-orang yang berlemah-lembut. Adapun orang yang paling aku benci adalah orang yang suka mengadu-domba, suka memecah-belah antara orang-orang yang saling mencintai dan yang suka mencari-cari aib orang-orang yang mulia.” Hadist Riwayat Thabrani Al Misykah, Juz III halaman.323 no.33)

                Umar RA pernah berkata, “Apabila salah seorang dari kamu mendapatkan cinta dari saudaranya maka pertahankanlah cinta itu, karena sedikit sekali orang bisa mendapatkan cinta” Al Fadhl berkata, “Seorang yang memandang wajah saudaranya dengan penuh rasa kasih sayang dan cinta, maka itu merupakan ibadah.”

“Orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, mereka akan mendapatkan mimbar-mibar yang terbuat dari cahaya dan senantiasa bergembira dengan para nabi dan syuhadah.” (Hadist riwayat Tirmidzi, Al Misykah, juz.III, no.5011)


Yaa Allah semoga shalawat dan salam terus selalu tercurah untuk nabi Muhammad.SAW  yang kami cinta kasih sayang karena Allah beserta sahabat dan keluarga beliau hingga akhir nanti. Yaa Allah bentangilah kami dengan curahan asuhan cinta kasih sayang-Mu terhadap kami yang saling mencintai kasih dan sayang karena Allah. Bentangilah kepada orang tua kami, anak istri kami, keluarga kami, teman kami, yang ada disekitar kami, kepada pimpinan dan guru kami yang kami cinta kasih sayang karena Allah. Lindungilah kami dari kemurkaan-Mu, azab-Mu, dan Kebencian yang diniatkan karena Allah.

Jumat, 30 September 2016

Pasal Sembahyang Jenazah.

Oleh Nasrullah.
                Pandangan imam mahzab terkait hukum menyembahyangkan jenazah adalah Fardhu Kifayah. Dilakukan boleh di Masjid, dan Kuburan tempat mayit itu hendak dikebumikan. Sementara waktu sembahyang jenazah dimakruhkan dilakukan usai sholat shubuh pada saat matahari terbit dan usai sholat ashar di waktu matahari terbenam serta waktu sedang rembang. Dan ini pendapat Abu Hanifah dan Ahmad. Sementara Malik memakruhkan di waktu terbit dan terbenam matahari saja. Adapun pendapat Imam Safi’i tidak makruh dilaksanakan disembarang waktu.

Diantara syarat sah sembahyang jenazah ialah suci dan tertutup aurat. Bahkan  Guru Fiqih Fauzi Lumbu Raya menyatakan diperbolehkan saja menyembahyangkan jenazah tanpa bewudhu sebagaimana bersiap hendak melaksanakan sholat lain.
Boleh melaksanakan sholat jenazah di kuburan, diatas tanah dan diharuskan melepas sandal atau sepatu.

Jamaah sekurang-kurangnya tiga shaf walaupun hanya terdiri dari Imam dan Dua Ma’mum. Pengaturan shafnya pun  tergantung jumlah peserta yang menyembahyangkan jenazah untuk mengisi formasi aturan barisan yang tertib.

Aisyah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tiada seorang mayit yang disembahyangkan oleh kaum muslimin sebanyak seratus orang, kesemuanya meminta syafaat dan ampun baginya, melainkan dapat dipastikan di terima syafaat dan doa mereka. (Muslim)

Ibn Abbas RA berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tiada seorang muslim mati, maka berdiri menyembahyangkannya empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, melainkan dapat dipastikan Allah menerima syafa’at dan permintaan ampun mereka itu. (Muslim)

Rukun menyembahyangkan jenazah dilakukan tidak dengan ruku dan sujud sebagaimana melaksanakan sholat lain. Takbir dalam menyembahyangkan jenazah empat kali, dimulai dengan niat melaksanakan sholat bagi si mayit  mayit perempuan dewasa dan laki-laki dewasa, anak perempuan dan anak laki-laki. Takbir membaca Allahu Akbar,  setelah takbir pertama membaca surah Al-Fatihah hukum wajib sholat dan makruh membaca doa iftitah sebagaimana sholat lainnya. Setelah takbir kedua membaca Shalawat Nabi, setelah takbir ketiga mendoakan mayit  dan setelah takbir keempat doa dan diakhiri salam.




Sabar

Pasal SABAR.
Firman Allah.SWT: Hai sekalian orang-orang yang beriman, sabarlah (melakukan ta’at dan menjauhi maksiat) dan jangan kalah sabar dalam menghadapi orang-orang kafir. (Al-Imran 200).

Firman Allah.SWT: Kami (Allah) pasti menguji kamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan hasil kekayaan, kehilangan jiwa (kematian) dan kekurangan makanan. Dan sampaikanlah kabar gembira pada orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 155)

Firman Allah.SWT: Mereka yang bila terkena bala’ (ujian) berkata: Inna lillahi wa inna illahi raji’un: (Kami adalah hamba/ milik Allah dan kepadaNyalah kami akan kembali). (Al-Baqarah 156).

Orang-orang yang bila terkena musibah berupa ujian dari Allah ta’ala, selalu memiliki prinsip keimanan berdasarkan Iman Tauhid  mereka yang sungguh-sungguh kepada Allah (Tiada Tuhan Selain Allah). Bahwa segala sesuatu yang menimpa dan mengenai dirinya itu semata-mata dari Allah.SWT yang seharusnya ia rela menerima hukum Allah. Dan untuk terlepas dari apa yang menimpa dirinya ia merasa tiada daya dan upaya melainkan segala sesuatunya itu atas pertolongan Allahu ta’ala.

Firman Allah: Kami (Allah) pasti akan menguji kamu, hingga nyata dan terbukti mana yang pejuang dan mana yang sabar dari kamu.  (Muhammad 31).

Sungguh akan dibalas orang-orang yang Sabar dalam menjalani kehidupan di dunia itu kelak dengan ganjaran imbalan tak terbatas dari Allah.SWT. Dimana janji Allah akan memberi ganjaran bagi orang-orang yang sabar itu kelak pada saat hisab di hari kiamat tanpa melalui proses persidangan.
Karena dirinya telah menjalani hidup di dunia dengan sabar, baik kala dirinya mendapatkan nikmat dari Allah dirinya bersyukur begitu sebaliknya kala dirinya mendapatkan ujian  berupa musibah dari Allahuta’ala lalu  sabar menghadapinya.  Karena dirinya tahu bahwa dalam menjalani hidup di dunia ini tak lepas dari permasalahan hidup dari mulai masalah kesehatan, keluarga, pekerjaan, pemerintahan, dan lain sebagainya. Untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi itu hanya dengan melakukan sembahyang dan sabar menjalaninya.

Firman Allah: Pergunakanlah untuk mencapai tujuanmu kesabaran dan sembahyang. Sesungguhnya Allah selalu membantu orang-orang yang sabar. (Al-Baqarah 153).

Kesabaran menahan hawa nafsu dalam mencapai cita-cita, dan kesabaran mengusahakan berbagai jalan ikhtiar untuk mencapai cita-cita, disamping itu sembahyang meminta kepada Allah untuk terlaksananya harapan yang dicita-citakan, merupakan jaminan besar untuk tercapainya cita-cita, harapan dan tujuan itu.

Rasulullah SAW bersabda: Bagi seorang Mukmin, jika dirinya mendapat nikmat ia bersyukur kepada Allah, maka syukur itu lebih baik baginya. Dan bila menderita kesulitan lalu sabar, maka kesabaran itu lebih baik baginya. (Muslim)

Mensyukuri suatu nikmat berarti memupuk nikmat dan menimbulkan pahala yang lebih besar dari kenikmatan dunia yang telah diterima. Demikian pula jika menderita bala kesulitan, lalu sabar, maka pahala kesabaran merubah suasana bala’  menjadi kenikmatan, sebab pahala yang tersedia baginya, itu jauh lebih besar daripada penderitaannya.

Momentum Haji,  banyak umat muslim dalam menjalani ibadah haji mendapatkan ujian berupa sakit, seperti  pada saat berjalan melintasi padang pasir ditengah terik panasnya matahari. Mengenang pesan Abah Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani RA yang kita cinta, kasih dan sayang semata-mata karena Allahu ta’ala terkait momentum bulan haji dalam tausyiahnya.
“Umat Muslim di musim haji harus memiliki sifat sabar, dan tetap bersabar dalam melaksanakan perintah Allah.SWT dengan melakukan Ibadah Sholat. Karena pada bulan haji cuaca sangat panas menyengat. Jika di lihat dari tahun ke tahun pada musim haji banyak saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji banyak mendapatkan ujian sakit,  terkendala dalam melaksanakan  ibadah hajinya sehingga menangis cucurkan air mata tanda rahmat Allah.SWT didapat  baginya. Sementara di Banua Bumi kita berpijak  pada musim ini, makhluk-makhluk ciptaan Allah.SWT selain manusia berkeluaran tak biasa dari mulai semut gatal naik ke rumah berkumpul di lantai ambal sampai kasur tilam, juga makhluk kecil lainnya yang berterbangan baik yang Nampak maupun tidak. Namun mau bagaimana lagi mahkluk itu memiliki hak hidup didunia seperti manusia, dan Rasulullah.SAW pun melarang kita untuk memaki dan melaknatnya. Untuk itu besabarlah menghadapinya.

Pasal Haram Melaknat Orang Tertentu atau  Binatang.


Abu Darda RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Tukang laknat (mengutuk-mengupat) tidak dapat memberi syafa’at atau menjadi saksi pada hari kiamat. (Muslim)

Senin, 26 September 2016

Sholat Fardhu dan Sunat

Banyak kelakuan baik baginda Rasulullah.SAW dalam menjaga Ibadah yang hukumnya fardhu- sunat dan tata tertibnya. Sungguh telah ada bagimu dalam kelakuan Rasulullah itu suatu contoh teladan yang baik sekali.

Dan tiadalah Rasulullah berkata-kata menurut hawa nafsu, tiada lain yang diucapkan itu hanya semata-mata wahyu yang diwahyukan padanya. (An-Najm 3-4)

Katakanlah: Jika kamu benar-benar kasih kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya dikasihi Allah dan diampunkan dosamu. (Al-Imron 31)

Apa yang diberikan oleh Rasulullah kepadamu, maka terimalah, dan yang dilarang maka hentikanlah. (Al-Hasyr-7)

Pasal: Perintah Menjaga Sholat Lima Waktu dan Ancaman Keras Terhadap Yang Meninggalkannya.

Dalam sehari itu sebagai umat muslim kita diwajibkan melaksanakan Ibadah Fardhu sholat lima waktu. Dan Tahajudlah sebagai tambahan ibadah sunatmu. Karena pada seperempat malam itu waktu mustajab, dimana Rasulullah.SAW selalu mengisi semperempat malam  untuk sholat.

Aisyah RA berkata: Biasa Nabi Muhammad.SAW, tidur pada permulaan malam, dan bangun pada akhir malam untuk sembahyang. (Buchary Muslim)

Dan pada waktu malam sembahyang tahajudlah sebagai tambahan sunat bagimu, semoga Tuhanmu memberikan kepadamu kedudukan yang terpuji (mulia).

Aisyah RA berkata: Adanya Nabi.SAW bangun sembahyang malam hingga merekah (bengkak) kakinya, maka saya tegur: Mengapa berbuat demikian padahal Tuhan telah mengampunkan bagimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang? Jawab Nabi:Tidakkah sudah selayaknya saya menjadi hamba yang bersyukur (terima kasih) kepadaNya. (Buchary Muslim).


Jumat, 23 September 2016

Hukum Memandikan Jenazah

 Oleh Nasrullah
Syarat wajib memandikan mayit baik di dalam hadist maupun di dalam kitab-kitab fiqih yang mu’tabar bahwa hukum memandikan jenazah  adalah fardhu kifayah terkecuali orang yang mati syahid yaitu orang yang gugur dalam pertempuran melawan orang kafir.
Tata Cara Memandikan Jenazah.
                Mengenang Almarhum Guru Khalik Guru Fiqih yang kami cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah.SWT menjelaskan secara rinci dari kitab fiqihnya tata cara memandikan mayit mulai dari seseorang sakit dan menghadapi azal kematian hingga dirinya dikubur. Subhanallah Maha Suci Allah betapa tinggi dan luhurnya agama Islam yang sanggup memberi tuntunan dan bimbingan kepada orang yang sedang menghadapi ujian derita sakit, dan gelisah susah payah menghadapi kematian dan sempatkan  menyebut kalimat tauhid “Laa Ilaha Illallah” sehingga kelak dijamin masuk surga.
Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Jika mati seseorang, maka putuslah amalnya, kecuali tiga macam: Sedeqah yang terus menerus berjalan, atau ilmu yang telah diajarkan dan berguna. Atau anak Sholeh yang mendoakan baginya. (muslim)
Yaa Allah betapa mulianya ahli fiqih dan menjadi penolong orang untuk memandikan jenazah kerabat dan sanak yang meninggal dunia alias mati. Ilmunya berguna dan bermanfaat tetap mengalir bak sungai dari hulu ke hilir, semoga engkau tinggikan derajatnya selalu Ya Allah hingga dapat berdampingan dengan Nabi Muhammad.SAW yang kita cinta kasih dan sayang karena Allah. Yaa Allah semoga catatan ini menjadi ilmu yang berguna lagi bermanfaat buat kami yang cinta kasih sayang karena Allah.
Pasal Menjenguk Orang Sakit.
Abu Hurairah RA berkata: Rasullulah SAW bersabda: Hak kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim ada lima: Menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, mendatangi undangan, dan menyambut doa terhadap orang yang bersin. (Buchary Muslim)
Pasal Memberi tuntunan pada orang yang akan mati.
Abu Sa’id Alchudry RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Ajarkan kepada orang mati diantara kamu, kalimat: La illaha illallah. (Muslim)
Seseorang menjelang kematiannya, hadist diatas menyebutkan untuk mengusahakan supaya penghabisan kata orang itu kalimat La illaha illallah.
Sebaiknya juga dibacakan ayat suci Al Qur’an seperti surah Yaasin dan lainnya. Hal ini sesuai hadist Nabi Muhammad.SAW riwayat Mikqal bin Yasar bahwa Nabi SAW telah bersabda:
“Bacakanlah Surat Yasin atas orang-orang yang akan mati”.
Perlengkapan Memandikan Mayit
1.       10 m kain untuk dewasa.
2.       100 gr kapas untuk membersihkan bagian tubuh mayit seperti area mata, hidung, telinga, dan bibir. Kapas juga digunakan untuk menutup anggota badan mayit yang mengeluarkan cairan atau darah.
3.       70 grm. Kapur Barus.
4.       Cendana yang sudah ditumbuk halus secukupnya.
5.       Sabun, sabun secukupnya merek cap tangan atau sabun mandi biasa.
6.       Benang dan Jarum.
7.       Minyak wangi Sebaiknya yang paling baik.
8.       Celak Mata.
9.       Dupa atau kayu Gaharu.
10.   Gayung secukupnya dengan melihat banyaknya orang memandikan.
11.   Ember untuk mengisi Air Sabun satu buah, Air Biasa Satu buah lebih besar, Air Kapur Barus.
12.   Gunting untuk melepaskan pakaian baju, diupayakan dengan lembut mengurusnya dan melepasnya.
13.   Sarung tangan digunakan waktu memandikan agar tangan tetap bersih dan tanpa harus menyentuhnya secara langsung. Gunanya untuk menggosok bagian anotomi tubuh mayit dari bagian atas kebawah hingga bagian tubuh yang terlipat.
14.   Gendang atau batang pisang sekitar 5 potong dibelah dua menjadi lima bagian diletakan diatas ranjang pemandian.
15.   Batang lidi tau tusuk gigi untuk membersihkan kuku mayit dengan pelan tanpa harus menyakitinya.
Mewadhukan dan Memandikan jenazah.
Menyembuyikan apa yang dilihat dari mayit aurat dan kemaluan atau yang memalukan. Dalam melaksanakannya di tempat tertutup diupayakan yang melihat orang yang berhak memandikan dan mengurusnya saja. Juga mayit dipakaikan kain basahan agar auratnya tidak terbuka.
Abu Rafi’ (Aslam) berkata : Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang memandikan orang mati, lalu merahasiakan apa-apa yang terlihat padanya. Allah akan mengampunkan baginya empat puluh kali. (Alhakim)
1.       Dengan batang pisang yang dibelah dua diletakan diatas tempat pemandian jenazah, diletakan pada posisi kepala, leher, bahu, pinggang, kaki.
2.       Dalam memandikan Mayit, posisi kaki menghadap kiblat dan diasuh dudukan lantas diusap perutnya secara perlahan seraya ditekan dengan tangan kirinya agar semua kotoran dalam perut keluar hingga kotoran terakhir mayit. Dalam hal ini dianjurkan menggunakan sarung tangan perawat dan dapat dibeli di apotik murah. Agar pemandian tak terganggu disarankan membakar dupa atau wangi-wangian yang dapat mengalahkan bau tak nyaman.
3.       Selanjutnya bersihkan mulut gusi dan gigi mayit dengan kapas. Bersihkan semua tubuh mayit dari Nazis yang melekat.
4.       Selanjutnya wudhukan mayit sebagaimana  melakukan wudhu hendak melaksanakan sembahyang. Dalam niatnya pun tergantung seseorang itu berkelakuan selama hidupnya.  Kalau guru meletakan niatnya wudhunya dengan “Ushali” kakhawashan Beliau kerap memandikan mayit.
Niat wudhu : sahjaku mewudhukan ini mayit karena Allah ta’ala.
Niat Mandi : Sahjaku memandikan ini mayit karena Allah ta’ala.
(red.perhatian huruf arab untuk mayit jenis perempuan dan laki-laki.)
Dalam niat wudhu mayit ini, niatnya hukumnya Fardhu namun setelah disiram ke anggota  tubuh mayit biasa berwudhu menjadi sunah. Niatnya Fardhu dan perbuatannya sunat. Demikian sebaliknya memandikan mayit, niatnya sunat mengerjakannya Fardhu.
 Niat memandikannya sunat, waktu menyiram anggota tubuh mayit dari kepala hingga telapak kaki hukumnya Fardhu.
Siapa yang berhak memandikan Jenazah dan syarat-syaratnya. Diantaranya,
Syarat wajib melaksanakan Fardhu Kifayah  memandikan mayit:  
1.       Mayit itu seorang muslim beragama Islam. Apapun aliran, mahzab, suku, dan profesinya. Selama dirinya beragama islam wajib muslim yang masih hidup melaksanakan fardhu kifayah untuknya.
2.       Didapati tubuhnya kendati hanya sedikit.
3.       Bukan mati syahid (Mati Berjuang dalam membela agama Islam).
Sementara yang berhak memandikan mayit menurut syariat agama Islam.
1.       Jika mayit laki-laki yang memandikan harus laki-laki pula. Perempuan tak boleh terkecuali istri dan   mahramnya.
2.       Sebaliknya jika mayit itu perempuan, hendaklah dimandikan oleh perempuan. Laki-laki tidak boleh memandikan kecuali suami atau mahram-nya.
3.       Jika mayit itu adalah anak-anak, jika laki-laki kecil, perempuan boleh memandikannya. Begitu sebaliknya jika mayit itu perempuan masih kecil, laki-laki boleh memandikannya.






 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls