Jumat, 23 September 2016

Cara Memandikan Mayit



Oleh Nasrullah
Melanjutkan catatan cara memandikan mayit sebelumnya  yang hukumnya fardhu kifayah. Disukai kita banyak mengingat mati, termasuk dengan menulis catatan ini. Bahwa setiap manusia yang hidup didunia pasti akan menghadapi kematian, dan manusia itu tidak najis lantaran matinya. Ada beberapa tahapan dalam mengurus mayit sebelum Ia masuk ke liang kubur. 
1.       Menyediakan perlengkapan mandi termasuk kain kafan serta mengurus hutang piutang jika mayit ada mempunyai hutang sebagaimana pada catatan sebelumnya. Termasuk juga sebelumnya mendampingi mayit tersebut jika Ia seorang muslim dari mulai sakit hingga menghadapi sakaratul maut dan penghabisan nafas terakhir.
2.       Pengubalan yaitu memandikan mayit dengan air biasa yang tujuannya untuk membersihkan seluruh anggota tubuh mayit dari kotoran yang melekat dari mulai bagian atas kepala depan-belakang seperti wajah muka, samping, dan belakang bagian kepala hingga leher. Selanjutnya bagian tengah anggota tubuh depan-belakang seperti dada, lubang pusar, perut, pinggang, bahu pundak dan tungkuk tulang belakang.  Selanjutnya, kedua belah tangan dan bagian tubuh sensitif pada lipatan tangan di bawah bahu pundak yaitu ketiak hingga 10 jari kuku tangan. Selanjutnya, bagian bawah anggota tubuh dibawah pinggang atas batang paha selangkangan depan belakang termasuk liang dubur. Selanjutnya pelipatan belakang lutut kaki dan atasmata kaki hingga kedua telapak kaki dan  ujung 10 jari kaki.
3.       Mengwudhukan anggota tubuh mayit. (Niat wudhu yang hukumnya fardhu karena bagi mayit tersebut wudhunya hingga akhir zaman tak akan batal-batal) Adapun cara wudhunya atau mensucikan diri sama seperti cara wudhu seseorang hendak melaksanakan sholat.
4.       Mandi Sembilan dengan air mutlak dan juga disucikan (ini baru mandi dengan air yang disediakan mulai dari Air Sabun, Air Biasa yang sifatnya Mutlak dan Suci, dan Air Kapur Barus.
5.       Mengkafankan atau membungkus tubuh mayit.  Dari mulai mengukur panjang kain kafan secara Vertical hingga lebar secara Horizontal. Juga merajah dengan minyak wangi bagian dahi dengan kalimat Bismillah dan bagian dada dengan kalimat Laa Illaha Illah Allah.
6.       Mensholatkan mayit secara berjamaah di Masjid atau Musholah.
7.       Mengkebumikan atau Mengubur.
Tahap Pengubalan.
1.PENGUBALAN.
Pengubalan artinya menyiram tubuh mayit dengan air biasa yang tujuannya untuk membersihkan anggota tubuh bagian kulit luar hingga bagian anggota tubuh yang sensitive dan terlipat. Pada tahap ini mayit dimandikan seperti seseorang sedang mandi biasa. Adapun perlengkapan yang dibutuhkan terdiri diantaranya  sapu tangan jenis kain lap pembersih, kapas, sikat gigi, batang lidi, dan cotton but. Dalam tahap pengubalan ini pemandian fokus membersihkan anggota tubuh depan belakang dimulai dari bagian kepala, leher, dada, bahu pundak, kedua belah tangan, tapak tangan, perut,  bagian atas kedua belah kaki mulai atas batang paha kaki depan dan belakang, lutut, betis, mata kaki, hingga ujung bawah kedua telapak kaki.

Kulit orang mati biasanya mengalami pengkeriputan sehingga banyak pori-pori terbuka serta lapisan kulit tertutup. Dan untuk membersihkannya itu diperlukan kapas yang dicelupkan ke air atau kain lap pembersih. Dengan kapas yang basah tadi digunakan untuk membersihkan bagian tubuh yang sensitif seperti rongga mulut, hidung, mata, dan kedua lubang telinga. Sedangkan dengan lap pembersih yang dibasahkan tadi digunakan untuk lapisan kulit luar yang mengeriput atau terlipat seperti di bawah ketiak, selangkangan bagian paha depan liang anus, pelipatan belakang tumit, belakang atas mata kaki.

Bagian Kepala dan Leher: Bagian kepala terdiri diantaranya bongkah kepala, rambut, dahi muka, mata, pelipis, kedua telinga, pipi kiri dan kanan, batang hidung, mulut, dagu, dan leher. Dibagian ini dimulai pada bagian atas kepala depan belakang disiram dari atas ke bawah sekaligus digosok bersih secara perlahan-lahan dengan kain lap basah mulai dari ubun-ubun rambut dan lapisan kulit luar kepala termasuk menyiram helaian lembaran rambut dengan air.
Selanjutnya, bagian muka pelipis kening dahi digosok secara perlahan. Turun ke bawah pada bagian kelopak kedua belah mata dibersihkan dengan kapas basah pada daerah celek mata tempat biasa belek nempel sebagaimana kita bangun tidur pada pagi hari. Setelah itu batang hidung, bersihkan komedo dan debu yang melekat termasuk bagian sensitif lubang hidung. Setelah itu bagian pipi kanan dan kiri. Bagian telinga kanan dan kiri termasuk bagian lubang telinga dengan cottonbut atau kapas basah. Bagian dagu tempat tumbuh janggut bagi lelaki, dan bagian mulut dan rongga mulut. Pada bagian rongga mulut ini dibersihkan dengan kapas basah pada daerah sekitar ilat lidah dan gusi. Adapun bagian disela-sela gigi digunakan sikat gigi untuk membersihkannya.
Dalam menggosokannya itu harus dilakukan secara perlahan. Kenapa mesti dilakukan secara perlahan, hal itu untuk menghormati seseorang yang telah mati dan tanpa harus menyakitinya.  Nah jika bagian tubuh semua itu diyakini sudah baru ke tahap langkah selanjutnya yaitu bagian leher bagian depan dan tungkuk belakang, terutama pelipatan kulit kerongkongan dna tungkuk leher belakang.

Bagian Dada Depan Belakang dan Perut: Pada bagian dada jika mayat bersangkutan pria itu memiliki dada yang rata. Sementara jika mayat tersebut berjenis kelamin wanita, tentu memiliki puting susu yang mengkerut dan perlu untuk dibersihkan dengan kapas basah dan cotun but yang dicelupkan air hangat pada area tempat air susu keluar. Selanjutnya Pusar Perut, terutama pada lubang pusar yang banyak menempel kotoran tempat diputusnya tali pusar pada saat dirinya baru dilahirkan. Daerah pusar ini terlapis-lapis berputar masuk kedalam dengan kerutanpori kulit dan tiap lapisnya menempel banyak kotoran seperti debu yang menjadi daki. Dan kondisi pusar perut jika seorang telah mati itu akan terkeluar dan secara otomatis mengeluarkan cairan kental bercampur kotoran. Untuk membersihkannya itu diperlukan kapas basah dan cotun but yang dicelupkan air hangat.
Selanjutnya bagian tungkuk tulang belakang kanan-kiri hingga batas pinggang dibersihkan dengan kain lap bersih.

Bagian Kedua Belah Tangan: Pada bagian tangan mayit dimulai dari bahu pundak turun ke telapak tangan hingga 10 ujung jari. Dengan kain lap bersih, membersihkan bagian lipat ketiak dan bulunya. Dan dengan batang lidi, membersihkan bagian lipat kuku yang ada di 10 jari kedua belah tangan.

Bagian Pinggang dan Pangkal Paha:  Pada bagian pinggang belakang terdapat dua bongkah lapisan terbelah dua  atau yang dikenal dubur. Demikian bagian depannya  dibawah perut tepat selangkangan terdapat jenis kelamin yang berbeda antara wanita dan pria. Dalam membersihkan bagian ini diperlukan sapu tangan dan dalam aturan untuk bagian ini diminta adalah muhrim mayit bersangkutan dan tidak boleh orang lain. Pada bagian lubang dubur dibersihkan hingga kotoran akhir keluar terbuang seraya menekan bagian kiri lambung perut. Hal itu terus dilakukan hingga kotoran akhir jual. Untuk membersihkan bagian ini digunakan kapas basah untuk memeriksa apakah masih terdapat lendir yang masih keluar dari liang dubur. Disamping itu juga bagian paha kaki kebawah.

Bagian Lutut dan Betis: Pada bagian ini pelipatan lutut kaki bagian belakang menjadi sasaran utama untuk dibersihkan terutama kotoran yang menempel dan nampak berkerut dan terlipat. Disamping bagian depan tulang betis dan lutut juga di lap bersih.

Bagian Batas Mata Kaki Dan Telapak Kaki: Pada bagian belakang mata kaki urat mengkerut, dan lapisan kulit di daerah ini biasanya menjadi sasaran utama dalam membersihkan mayit. Pada bagian tepat belakang mata kaki pori-pori urat kaki mengkerut dan mengeluarkan kotoran. Untuk membersihkan bagian ini, pemandian disamping ada yang menggunakan lap pembersih biasa bahkan sampai dengan sikat gosok. Hal ini terus dilakukan hingga kotoran pada urat kulit belakang mata kaki benar-benar hilang dan bersih. Selanjutnya mengusap dengan kain lap bagian telapak kaki hingga sela-sela jari kaki, dan membersihkan bagian lipat kuku pada 10 jari kaki dengan batang lidi.
Setelah semuanya diyakini sudah bersih. Langkah selanjutnya adalah mengwudhukan mayit sebelum dilakukan Mandi Sembilan.
2.Wudhu Mayit.
Setelah kotoran dibersihkan dari seluruh anggota tubuh mayit dan diyakini sudah benar-benar bersih terutama bagian dubur si mayit. Langkah selanjutnya adalah mengwudhukan mayit, yang niatnya dalam hukum adalah fardhu dan pada saat menyiramnya gugur fardhu.
Cara mengwudhukan mayit dilakukan sama seperti cara kita wudhu hendak melaksanakan sembahyang. Dimulai dari membasuh kedua belah telapak tangan, dilanjutkan berkumur-kumur, menghirup air ke lubang hidung sedalam-dalamnya. Hal itu dilakukan sebanyak 3 kali siraman. Selanjutnya membasuh muka, membasuh kedua belah tangan, membasuh bagian kepala hingga tungkuk leher belakang, membasuh lubang telinga, dan terakhir membasuh kedua belah kaki mulai dari betis hingga ujung mata kaki.
“Manusia itu tidak najis lantaran matinya, dan wudhu si mayit dinilai tak akan batal-batal sampai dirinya dibangkitkan kembali pada hari kemudian”.
3. Mandi Sembilan 9.
Setelah mayit tersebut diwudhukan langkah selanjutnya adalah memandikan dan ini baru yang benar-benar disebut mandi dan hukumnya fardhu kifayah yang niatnya tak wajib melainkan pada saat penyiramannya hukumnya fardhu.
Cara mandi 9, pertama Menyediakan Air Sabun, Air Biasa yang Hukumnya Mutlak, dan Air Kapur Barus.
Tahap pertama penyiraman menggunakan Air Sabun, “Pertama menyiram air sabun pada bagian kepala mayit sebanyak 2 kali siraman. Kedua menyiram bagian anggota tubuh depan sebelah kanan sejajar garis lurus mulai dari bahu pundak terus turun ke bawah hingga ujung kaki. Ketiga, menyiram bagian anggota tubuh bagian kanan posisi belakangnya sejajar garis lurus. Keempat menyiram bagian anggota tubuh depan bagian sebelah kiri sejajar garis lurus mulai dari bahu pundak tangan terus turun ke bawah hingga ujung kaki. Dan kelima menyiram anggota tubuh bagian belakang sebelah kiri mulai dari bahu pundak belakang terus turun ke bawah kaki.”
Selanjutnya, menyediakan air bersih biasa dan mutlak disucikan. Seperti aqua gelas disiram sebanyak dua kali siraman dan penyiraman dilakukan sama seperti diatas pada bagian dahi kepala mayit, anggota tubuh depan-belakang posisi sebelah kanan dan anggota tubuh depan-belakang posisi sebelah kiri.  Patut diketahui, air biasa dan sifatnya mutlak ini tidak boleh tercampur sebab jika air ini tercampur sedikit sabun gugurlah air itu menjadi air sabun dan bukan air biasa dan mutlak. Untuk itulah patutlah menjaganya diantara dengan menggunakan Aqua Gelas dan Air Galon kemasan yang pastilah kalau diniatkan untuk air biasa dan mutlak tetap terjaga. Semoga bermanfaat .
Selanjutnya, menyediakan air kapur barus. “Dengan air kaur barus ini mayit disiram cukup hanya sekali siraman dibagian tubuh yang sama seperti diatas”. Hanya saja bedanya, penyiraman untuk air kapur barus ini cukup satu kali siraman. Dan selesailah proses tahapan memandikan mayit.

















Ingat Mati

Kehidupan di dunia ini hanya sementara, dan semua orang yang hidup di dunia pasti akan menghadapi kematiannya. Untuk itu persiapkan diri dengan memperbanyak bekal kehidupan kita nanti. Caranya dengan bertakwa kepada Allah.SWT dan percaya kepadaNya bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.

Allah.SWT mengutus Nabi Muhammad.SAW sebagai rasul terakhir, sosok dirinya pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Untuk itu kita sebagai umatnya patutlah meneladani Beliau dalam menjalani kehidupan di dunia agar kelak bisa hidup bahagia. Melalui baginda Rasulullah SAW Ayat suci Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai penerang hingga akhir zaman.

Firman Allah: Tiap Jiwa akan merasakan maut, dan kamu akan dibayar tunai pahalamu pada hari Qiyamat maka siapa dihindarkan dari api neraka dan dimasukan dalam syurga, berarti untung. Dan tiadalah kehidupan dunia hanya sekedar kesenangan yang memperdaya. (Al-Imran 185)

Firman Allah: Tiada seorangpun yang mengetahui apa yang akan dilakukan besok hari, sebagaimana tiada seorangpun yang mengetahui dimanakah ia akan mati. (Lukman 34=An Nahl 61)

Jadi segala sesuatu yang akan dikerjakan tidak usah ditunda, mumpung selama kesempatan sisa umur masih ada. Sebab kita tidak mengetahui apa pula yang akan terjadi atas diri kita sendiri. Pergunakan kesempatan waktu sehatmu sebelum sakitmu, sisa hidup sebelum matimu.

Illahi Anta Maksudi Waridhoka matlubi atini mahabahtaka wa marifataka. Allah maksudku, maghfirah dan ridhoNya tujuan hidupku. Yaa Allah berilah kami petunjuk hidayah dan inayahMu dalam menjalani sisa hidup kami di dunia ini dengan tetap istiqomah terhadapMu. Yaa Allah, bimbinglah kami dan berilah kami petunjuk dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan berguna. Tolonglah kami dari gangguan orang-orang yang selalu menghalangi kami dan jauhkanlah kami dari penyakit wahin (tergila-gila pada dunia).

Sebagaimana Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan ingin masuk syurga, hendaknya mati dalam keadaan percaya pada Allah dan hari kemudian.Dan harus berbuat kepada sesama manusia apa yang ia suka diperbuat orang begitu. (Muslim)





Kamis, 22 September 2016

Dzikir Kepada Allah dan Sholat Wajib

 Dzikir kepada Allah.SWT merupakan rangkaian ibadah yang agung dan balasannya bagi yang mengamalkannya dapat menentramkan hati dan banyak lagi manfaat lainnya. Disamping itu  dzikir juga merupakan  satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan diri kita kepada Allah.SWT, dengan dzikir kepada Allah hati menjadi tenteram.

Sebagaimana firman Allah: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Rad)

Disamping berdzikir , kita juga diwajibkan melaksanakan Ibadah fardhu sholat lima waktu. Karena sholat merupakan salah satu tiang agama, dengan melaksanakan  kewajiban sholat kita telah menegakan tiang agama.

Keutamaan sholat sebagaimana firman Allah.SWT.

Sesungguhnya sholat  itu dapat mencegah dari semua kekejian dan perbuatan mungkar. (Al-Ankabut 45)

Usai melakukan sholat kita dapat menambahkan ibadah lain dengan memperbanyak  dzikir kepada Allah, dengan dzikir terhadapNya, Allah dapat mengubah keadaan hamba dari kesempitan menjadi lapang dan mudah, dari kegelapan menjadi terang. Berdzikir kepada Allah dengan memujinya sebanyak-banyaknya secara jahir mapun khafi. Manfaat dzikir kepada Allah di catatan sebelumnya disini.

Yaa Allah semoga shalawat dan salam selalu tercurah bagi Nabi Muhammad.SAW beserta keluarga dan para sahabat Beliau hingga akhir zaman nanti. Yaa Allah yang membolak-balikan hati setiap hamba, tetapkanlah hati kami selalu taat dan banyak ingat padaMu Illahi Rabbi. Ampunilah Kami, dan tolonglah kami untuk tetap taat terhadapMu  hingga akhir hayat nanti.

Yaa Allah bentangilah kami akan curahan cinta kasih sayangMu (Rahmat) kepada kami, Ibu bapak kami, anak istri kami, keluarga kami, yang ada disekitar kami, para pemimpin-pemimpin kami, dan para guru-guru kami yang kami cinta kasih sayang semata-mata karena Allahu Rabbi. Yaa Allah lindungilah kami dari azab, kemurkaan , dan kebenciaanMu.

Yaa Allah berilah kami taufik hidayah dan inayahMu kepada Kami untuk tetap taat dan setia kepadaMu. Berilah kami Ilmu Pengetahuan yang bermanfaat dan berguna, serta rezeki yang luas lagi banyak. Tolonglah kami menggunakannya di jalanMu dengan niat ikhlas karena Allah.SWT.


Rabu, 21 September 2016

Menangis Takut Kepada Allah dan Rindu Allah di Ponpes

Pasal KEUTAMAAN Menangis Karena Takut Kepada Allah dan Rindu Kepada Allah. Oleh Nasrullah Firman Allah Al-Qur’an: Dan sujudlah mereka sambil menangis, dan bertambah khusyu. (Isra 109) Firman Allah Al-Qur’an: Apakah karena keterangan ini kamu heran, lalu tertawa dan tidak menangis ? (An Naz’m 59-60) Abu Hurairah R.A berkata: Bersabda Rasulullah SAW: Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah, hingga dapat kembali air susu ke dalam tetek. Dan tidak akan berkumpul debu dalam jihad fisabilillah dengan asap neraka jahanam. (Artamidzy) Ibn Mas’ud RA berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Bacakan kepadaku Al-Qur’an. Saya berkata: Ya Rasulullah, bagaimana saya akan membacakan kepadamu, padahal kepadamulah Qur’an telah diturunkan. Bersabda Nabi:Aku suka mendengar dari lain orang. Maka saya baca surat Annisa hingga ayat: Fakaifa Idza Ji’na Min Kulli Ummatin Bisyahidin, wa ji’na bika ala haa’ulla’i syahida. (Bagaimanakah bila Kami telah mendatangkan kau sebagai saksi atas semua mereka itu). Bersabda Nabi:Cukuplah, Ibnu Mas’ud berkata:Maka saya menoleh kepadanya, tiba-tiba kedua mata Nabi berlinang-linang air mata. (Buchary, Muslim) Allahumma Sholialla Sayidina Muhammadin Wa Alaihi Wasalim, Yaa Allah Yaa Hayuu Yaa Qayum Birahmatika Astagitsu. Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) Terima Kasih Yaa Allah atas bentangan curahan asuhan kasih sayangMu berupa rahmat kepada kami di sini malam tadi dalam bentuk cucuran air mata yang menangis takut dan rindu kepada Allah seraya berzikir, bershalawat, sujud, dan sholat tahajud malam tadi. Yaa Allah satukanlah khauf kami terhadapMu dengan bentangan curahan rahmat kasih sayangMu selalu. Yaa Allah Engkaulah Maksud Kami dan RidhoMulah tujuan hidup kami. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga para sahabat beliau yang kami Cinta Kasih Sayang semata-mata karena Allah dan pengikut beliau hingga akhir zaman nanti. Ampunilah kami dan bentangilah MaghfirahMu kepada kami yang berdosa dan jahil ini. Yaa Allah, ampunillah kesalahan orang tua (ibu Bapak Kami). Yaa Allah berilah kami yang rindu terhadapMu berupa Taufik Hidayah dan InayahMu untuk terus selalu melaksanakan hakMu atas diriku secara ikhlash semata-mata karena Allah. Sesungguhnya tiada daya dan upaya diri kami untuk melaksanakan hak Allah melainkan atas pertolongan Allah.SWT.

Sabtu, 13 Februari 2016

Menyampaikan Hajat Orang Muslim (Islam)

Firman Allah: Kerjakanlah kebajikan supaya kamu untung. (Al-haj 37).
Dan segala yang kamu kerjakan dari amal yang baik-baik maka Allah mengetahuinya……

      Ibnu Umar R.A berkata: Bersabda Rasulullah SAW : Seorang muslim sebagai saudara kepada sesama muslim, tidak boleh menganiaya atau membiarkannya dianiaya. Dan siapa yang sedang menyampaikan hajat saudaranya maka Allah akan melaksanakan hajatnya. Dan siapa yang membebaskan kesukaran seorang muslim, Allah akan membebaskan kesukarannya di hari kiamat (Qiyamat). Dan siapa yang menutupi kejelekan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat (Qiyamat).  (H.R Buchary Muslim).

      Abu Hurairah R.A berkata : Bersabda Nabi SAW : Siapa yang melapangkan suatu kesukaran dunia pada seorang mu’min Allah akan melapangkan baginya kesukaran hari Qiyamat. Dan siapa yang meringankan kemiskinan se-orang miskin, Allah akan meringankan baginya di dunia dan akherat. Dan siapa yang menutup kejelekan orang muslim, Allah akan menutupi kejelekannya dunia akherat. Allah selalu menolong hamba, selama hamba itu menolong saudara-nya. Dan siapa yang melalui jalan untuk menuntun ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke sorga. Dan tiada berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca dan mempelajari kitab Allah, melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan dan diliputi rakhmat, dikerumuni MalaikatNya, dan disebut-sebut oleh Allah di depan para MalaikatNya. Dan siapa yang lambat amal perbuatannya, tidak dapat dipercepat oleh nasab turunannya. (tidak lekas naik derajatnya). (H.R Buchary Muslim)


Sabtu, 26 Oktober 2013

Salam Untuk Orang Tua dan Guru




      Terkenang Orang Tua dan Guru yang pada waktu itu mereka mengajarkan kepada Kita sekumpulan Ilmu Pengetahuan. Orang Tua mengajarkan kita sejak usia dini berupa kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan dunia masa depan yang menjadi ajang kehidupan nantinya. Dan Guru menanamkan rasa keingintahuan dan hallikhwal berupa rasa cinta belajar seumur hidup, kreatifitas, dan keberanian kemukakan pendapat serta berekspresi.

“Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu“, Doa inilah yang terlontar berulang-ulang dari Guru-Ku nan ku Cinta Kasih dan Sayang Karena Allah. “Ingat Allah Dimana Saja Kamu Berada Nak, Zikir Terus secara Rahasia dan Zahir, sebut terus Allah…Allah…Allah. Inginkan sesuatu pintalah hanya kepada Allah dan bersandarlah hanya kepada Allah” Pesan Orang Tua nan ku cinta, Kasih, dan Sayang Karena Allah.

Ya Allah bentangilah Cinta, Kasih dan Sayangmu selalu kepada Mereka orang tua dan Guru kami yang telah membimbing Kami Di sini. Ampunilah mereka Ya Allah, dan tempatkanlah Mereka ditempat yang tertinggi. Naungilah Mereka selalu Ya Allah dengan Kasih dan Sayangmu, lindungilah Mereka Ya Allah dari Azab dan kemurkaanmu.
Ya Allah Tolonglah Kami disini yang menyandarkan Hallikhwal yang kau anugerahkan kepada Kami berupa rasa Cinta, Kasih, dan Sayang Karena Allah. Dalam meniti titian jalan Hallikhwal, kami niatkan dengan niat semata-mata Karena Allah dengan harapan semoga kami selalu mendapatkan naungan Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini hingga akhir nanti.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Berkat Ilmu Membawa Manusia Ke Arah Kebahagian



Khatib jum’at, Sirajudin menyampaikan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terdapat pada suatu bangsa dan kewilayahan. Karena Ilmu akan mengangkat derajat seseorang atau suatu bangsa ke arah derajat kemulian dan kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW sampaikan kepada umat-nya, Ilmu sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Terbukti dari ajaran Islam yang telah mengangkat derajat ilmu, dengan ilmu pengetahuan akan membawa manusia itu ke arah kebahagian hidup baik didunia dan di akhirat kelak. Berkat ilmu pula menjadi kekuatan dalam menghadapi ujian dari Allah dalam kehidupan, dan berkat ilmu pula menjadi benteng seseorang hingga dapat mencegah seseorang itu dari melakukan perbuatan yang dilarang agama. Ilmu dapat membentuk pribadi seseorang menjadi baik dan menjadikan orang itu bertaqwa dan mencintai Allah.SWT dan Rasul-Nya.

" Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (sekalian makhluk). Ia telah menciptakan manusia daripada segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. Yang mengajarkan (menulis) dengan pena. Yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tiada diketahuinya". “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari pada hambanya adalah orang-orang yang berilmu”. (Al-Fathur ayat 28). “Katakanlah Adakah sama orang-orang berIlmu dengan orang yang tidak berilmu ? Sesungguhnya mereka yang mendapat peringatan dan petunjuk hanyalah dikalangan hambanya yang berilmu dan bijaksana” (Al-Zumar:ayat 9). Ilmu dapat mengangkat derajat seseorang kepada derajat yang tinggi disisi Allah dan masyarakat sebagaimana firman Allah, “Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan” (Al-Mujadalah:11). “Karena itulah sebagaimana sabda Rasullulah SAW tuntutlah Ilmu dari dalam buaian hingga ke liang lahat, dan menuntut Ilmu menjadi kewajiban atas setiap umat Islam,” katanya dalam khutbahnya di Masjid waktu sholat jumat kemarin.

Tiga modal dalam kehidupan ini, Pertama Modal Ilmu, Kedua Modal Harta Materi Rezeki, Ketiga Modal Tenaga. “Dengan modal Ilmu kita cari Ridho Illahi. Dengan Harta Materi maupun rezeki kita bersyukur pada Illahi dan menggunakannya di jalan Allah Yaa Wakil. Dengan Tenaga kita merasa tiada daya dan upaya melainkan semua kekuatan atas izin dan pertolongan Allah serta menggunakannya di jalan Allah”. 

Illahi engkaulah tujuan Kami, Maghfirah dan Ridho Allah x 1.111.111.111.131  maksud niat Kami, berilah Kami petunjuk dan hidayahmu dalam menjalani kehidupan ini, Ampunilah Kami dan tetapkan serta kuatkanlah Kami, kencangkanlah tekad Kami untuk menuju padamu Illahi. Illahi segala puji bagimu atas anugerah yang kau beri kepada Kami berupa titian Hall-Ikhwal yang kau tanam dalam diri kami, menanjak dengan niat menyandarkan hallikwal berupa cinta, kasih dan sayang karena Allah, seraya berharap menjadikan diri ini menjadi tempat persinggahan Illahi dengan terus selalu zikir dan ingat Allah dalam diri ini. Illahi Kukuhkanlah setiap maqamat yang kami lintasi, terutama dalam maqamat tobat kami ini.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls