Kamis, 09 Agustus 2012

Inabah Di Puncak Suryalaya

Oleh Nasrullah

Seseorang yang dilanda kegalauan berkecamuk dalam diri lantaran tertekan oleh persoalan hidup yang menghimpit membuat Ia merasa putus asa. Ditengah situasi seperti ini banyak orang yang terjebak hingga terjerumus yang pada akhir-nya mencari pelarian kearah yang dinilai umum adalah salah, hal itu dilakukan untuk menyelesaikan problem hidup dengan menggunakan narkoba, miras, sampai dugem ke dunia malam mencari kesenangan sementara dengan tujuan untuk menghilangkan permasalahan hidup yang dihadapinya. Namun apalah arti semua-nya itu, bahwa langkah pelarian yang diambil-nya terkesan sia-sia karena tidak juga menyelesaikan persoalan-nya ketika pengaruh dari narkoba (obat bius) atau miras itu hilang darinya. Semuanya kembali dalam suasana hati yang galau lagi tertekan, hingga akhirnya selalu ketergantungan dengan narkoba bahkan ada yang tidak bisa hidup tanpa narkoba (Sakau).

Metode Kembali kepada Allah (Inabah) sangat ampuh ketika persoalan diatas melanda, “Larilah kepada Allah dan berserah kepada-nya .” Ketimbang lari ke tempat dugem dan mabok, mending kita mandi, wudhu dan sholat di masjid tentunya itu lebih baik. Sebagaimana Metode yang diterapkan Abah Anom Suryalaya, Guru Talqin melalui metode Inabah-nya itu dinilai cukup ampuh untuk menyelesaikan persoalan hidup dengan teknik meditasi-nya lagi tobat. Dan dapat menyembuhkan orang yang selalu ketergantungan dengan narkoba melalui hotel bintang lima Inabah-nya.

Dalam Inabah kita berserah diri untuk kembali pada Allah, dengan menyerahkan persoalan hidup yang dihadapi kepada Allah. Diantara-nya dengan “Tobat”. Allah sangat suka dengan orang-orang yang pernah berbuat kesalahan lalu tobat dan mensucikan diri. Sebagaimana SMS kakak yang masuk memberikan spirit pembenahan diri, “Allah suka orang bertobat, yang sebelumnya berbuat salah lalu bertobat dengan sungguh hati kembali ke jalan-Nya dengan Ilmu. Karena Ilmu itu lebih utama dari pada amal”.

“Sesungguh-Nya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.AlBaqarah 2:222).

Rasullulah SAW berkata, “Demi jiwakku berada dalam genggaman-Nya, Jika kalian tak melakukan dosa, maka Allah akan melenyapkan kalian. Kemudian Allah mendatangkan orang-orang baru yang mereka melakukan dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Allah pun mengampuni mereka.” (HR.MUSLIM).
 
Jangan pernah putus asa dari rahmat-nya karena Allah maha pengampun lagi maha pengasih dan penyayang. Tetap tanamkan sugesti bahwa Allah memang tempat bersandar bagi manusia, walaupun sangat banyak dosa yang telah diperbuat dan kemaksiatan yang menjadi kebiasaan kita sehingga lalai mengingatnya. Yakinlah dengan firman Allah, “Katakanlah : ‘ Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Az-Zumar (39):52)

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS.Thaha (20):82)
Allah juga menjanjikan, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Allah akan memberikan kenikmatan yang baik (terus menerus) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS.Hud (11):3).

Nah jadi jangan pernah putus asa dan takut untuk membenahi diri, karena Allah akan selalu beserta orang-orang yang berserah diri padanya lagi bertobat. Larilah kepada Allah, sembah Ia, dan sebut Ia sebanyak-banyaknya. “Allah maha pengampun, Allah tempat bergantung, Allah tempat bersandar, Allah tempat meminta pertolongan, Allah Maha Pengasih Lagi Penyayang, Allah tempat bernaung serta tempat berlindung, Allah jualah yang mengawasi kita, dan gerak-gerik kita, karena Allah maha bijaksana lagi maha Alim.”

Semoga hidup kita dengan bertobat selalu dalam naungan kasih sayang-nya. Dan menjadi tempat sasaran cemburunya, karena Allah cemburu dengan kasih sayang-nya. “Kasih sayang Allah mendahului kemurkaannya.”

Maqamat dan Hallikhwal
      
      Dengan kita berlari dan bertobat kepada Allah dengan selalu meminta ampun kepadanya. Allah akan menganugerahi orang-orang yang bertobat dengan suatu maqamat atau berupa stasiun. “Inabah dan Tobat merupakan Maqamat atau fase tahapan stasiun bagi orang yang berlari berjalan kepada Allah untuk meraih ampunannya. Barang siapa tidak ada tobat-nya tidak ada pula maqamnya bagi orang itu.”
      Begitupun dengan Hallikhwal (Keadaan Hati), Hallikhwal merupakan anugerah illahi teruntuk orang-orang yang mencintai, mengasihi, lagi menyayangi karena Allah. Barang siapa tidak ada cinta-nya tidak adapula hallikhwal baginya. Hallikhwal sama seperti maqamat namun karakter hallikhwal tidak menetap dan lebih lembut.

 Nah alangkah indahnya, jika niat kita bertobat atas dasar karena Allah. Jadikan Allah dan Ridho-nya tujuan, dan biarkan anugerah illahi berupa hallikhwal (keadaan hati) menghiasi dada ini dengan mengarungi lintasan jalan mustahab berupa berlaku-nya sunahtullah bagi diri. “Allah menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan di dunia ini, ada kanan dan ada kiri. Juga ada hitam dan putih. Untuk itulah berlakunya dua sisi hidup ini tentu lebih utama.“


Selasa, 07 Agustus 2012

Malam Seribu Bulan

Oleh Nasrullah.

      Alhamdullilah(Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) tanpa terasa sudah memasuki malam ke 15 bulan Ramadhan 1433 hijriah, terhitung lima malam lagi hingga malam terakhir bulan Ramadhan terdapat satu malam yang jika seorang beribadah pada malam itu nilainya sama dengan beribadah seribu bulan. Mulailah mencari pada 10 malam terakhir Ramadhan pada bilangan ganjil, satu malam itu adalah malam Lailatul Qadar, dan semua pasti tahu malam itu yang memiliki banyak keutamaan di dalamnya, dimana Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar dengan iringan para malaikat yang turun ke dunia atas izin Allah.SWT, Malaikat Jibril.AS berserta para malaikat turun pada malam itu sehingga malam itu sejahtera, sentosa penuh berkah, malam nan tenang, dan penuh rahmat kasih sayang Allah hingga terbit fajar.
Malam lailatul qadar adalah malam yang dimuliakan Allah melebih malam-malam lainnya, malam kemulian yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan. Orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar nilai pahalanya sama dengan beribadah selama 1.000 bulan.
Tanda malam Lailatul Qadar sebagaimana Nabi kita Muhammad.SAW yang kita cinta dan sayangi kerana Allah menyatakan melalui hadist sahih yang diriwayatkan Bukhari.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan" (HR. Bukhari)
Nabi menyuruh kita mencari malam itu pada bilangan-bilangan ganjil, Lailatul Qadar turun pada malam-malam ganjil yakni malam 21, 23, 25, 27 dan 29 dari bulan Ramadhan.
Ada beberapa tanda malam lailatul qadar, diantaranya :
1. Ada yang berkata orang yang menemui malam lailatul qadar sebelum waktu sahur, mereka melihat cahaya yang sangat terang di sekeliling maupun seluruh tempat yang gelap gulita. Seperti cahaya keemasan di sekelling, dan sontak ‘Aku baru melihat cahaya’. Alhamdullilah.
2. Kata orang tua, tanda malam lailatul qadar itu suasana iklim udara dan angin sekitar nampak terasa tenang, tidak ada hujan. Malam yang penuh kelembutan Rabbaniyatul Il’m, cerah, tidak begitu panas juga tidak begitu dingin. Nampaknya kondisi iklim berimbang, pada pagi harinya matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.
3. Malaikat Jibril.AS dan para Malaikat atas perintah Allah.SWT menurunkan ketenangan pada malam itu untuk umat manusia, dalam beribadah rasa tenang menyelimuti dan hallikhwal seperti ini tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan cerah, tidak ada sinar.

Malam lailatul Qadar tetap menjadi SIR yang tetap dirahasiakan oleh Allah.SWT agar umat manusia di dunia menghayati dan berkalwat pada 10 malam terakhir di bulan suci Ramadhan yakni dengan memperbanyak amal ibadah.
“Ya Allah semoga kami dapat menemui malam kemulianmu itu, dan mendapatkan berkah darimu di malaam itu. Berilah kami petunjuk dan hidayahmu selalu untuk tetap taat, ingat selalu padamu dalam bentuk zikir dan berserah hanya padamu. Ampunilah kami ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang lagi penerima tobat dan lemah lembut. Ya Allah yang membolak balikan hati manusia, tetapkanlah hati kami untuk selalu taat padamu dan ingat padamu. Ya Allah jadikanlah kami selalu menjadi tempat persinggahanmu ya Allah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui. Naungilah kami selalu dengan cinta kasih dan sayangmu, dan lindungilah kami dari azab dan kemurkaanmu. Ya Allah kabulkanlah hajat kami, dan berilah kami kebahagian di dunia dan akhirat”.

Senin, 30 Juli 2012

Doa

        Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW adalah utusan Allah, Ya Allah semoga engkau curahkan kasih sayangmu selalu kepada Nabi Muhammad.SAW beserta sahabat, keluarga, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

        Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, bentangi dan naungilah kami selalu dengan curahan cinta, kasih, dan sayangmu terhadap kami yang membina keluarga atas jalinan cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu semata dan jadikanlah diri kami sasaran cemburumu selalu. Karena sesungguhnya cemburumu adalah kasih sayang. Teguhkanlah hati dan jiwa kami ya Allah atas Hallihwal yang engkau anugerahkan kepada kami, dan tetapkanlah untuk kami yang selalu mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah. Lindungilah kami ya Allah dari kemurkaan, kebencian, juga azabmu. “Kasih sayang Allah mendahului murka dan azabnya”. Ampunilah kami ya Allah yang maha pengampun atas khilaf dan kesalahan yang kami perbuat, karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri.

      Ya Allah hanya engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Kabulkanlah doa kami (Orang yang saling mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah), sesungguhnya hanya Allah yang dapat mengabulkan setiap doa.

    Ya Allah yang maha mencukupi sesungguhnya engkaulah yang maha kaya juga yang mengurusi setiap makhluk ciptaannya dengan memberikan rezeki yang luas dan banyak. Ya Allah yang maha pemberi dan maha sebaik-baiknya pemberi rezeki, kabulkanlah doa dan hajat kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah).

    Ya Allah berilah kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah) kebahagian di dunia dan akhirat dan mampukan kami serta beri petunjuk kepada kami agar dapat membahagiakan orang yang kami cinta, kasih, serta sayangi karena Allah. Orang-orang yang saling mendoakan dan memberi lagi berbagi antar sesama karena Allah, termasuk tulisan yang ada di blog ini. Ya Allah semoga Ramadhan ini terbentang untuk kami ampunanmu, cinta, kasih dan sayangmu serta pembebasan darimu untuk kami yang saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah.

Ramadhan 1433 Hijriah / 31 Juli 2012.


Pengelola Blogg

Sabtu, 28 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan


Oleh Nasrullah.
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah tuhan seru sekalian alam yang mempertemukan kita kembali kepada bulan mulia yakni Ramadhan yang sebentar lagi datang. Bulan Ramadhan yang ditunggu-tunggu umat muslim terutama kalangan orang-orang yang taat dan patuh kepada-Nya.
Dalam tulisan sebelumnya memiliki konteks yang hampir sama yakni selamat datang Ramadhan, tertera bahwa di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang istimewa. Dimana beribadah pada malam itu nilainya sama dengan beribadah seribu bulan. Malam itu bernama malam Lailatul Qadar. Selain itu banyak keistimewaan lainnya di bulan Ramadhan, dimana nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, doa-doa di ijabah oleh Allah dan keutamaan lainnya. Selama bulan Ramadhan banyak keberkahan, dimulai pada 10 malam minggu pertama bulan Ramadhan itu ada Rahmat (kasih sayang) Allah. 10 malam berikutnya itu ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 malam terakhir bulan Ramadhan, itu pembebasan dari api neraka dan 1 malamnya yang di tunggu-tunggu umat Muslim.
Sebagaimana khatib Jum’at menyampaikan pesannya, “Selamat datang bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang. Marhaban Ya Ramadhan. Sambutlah bulan Ramadhan ini dengan suka cita karena mana didalam bulan Ramadhan itu banyak keberkahan dan kasih sayang. Persiapkan diri secara fisik agar dapat menunaikan ibadah selama bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang. “tuturnya.
“Barang siapa yang bergembira dan suka cita menyambut kedatangan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah lagi mulia. Niscaya Allah mengharamkan jasad-nya dari api neraka. Diampuni segala dosa-dosanya”.
“Shalat lima waktu, sholat jum’at sampai ke jum’at berikutnya, puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR.Muslim).
Semoga di bulan Ramadhan ini kita mendapat taufik dan hidayah dari Allah.SWT untuk selalu dapat mengingat Allah, serta dapat melaksanakan ibadah wajib maupun sunah sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi kita Muhammad.SAW.



Segala puji bagi Allah.SWT,  selamat datang Ramadhan, sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan ‘RAMADHAN’, tamu yang mulia lagi agung yakni bulan yang penuh berkah dan kasih sayang (Rahmat) serta banyak lagi keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. 10 hari pertama bulan Ramadhan itu ada rahmat (kasih sayang) Allah, 10 hari berikutnya itu ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 hari berikutnya itu ada pembebasan dari api neraka. Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya, bulan orang-orang berpuasa wajib, sholat malam, membaca al-qur’an, zikir, dan ibadah sunah lainnya. Di bulan Ramadhan nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal di terima dan doa-doa di ijabah. Bermohon seraya berharap kepada Allah agar membimbing kita untuk melakukan puasa dan membaca kitab suci lagi banyak ingat kepada Allah, hingga Allah mengampuni kita. Dalam  bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya pada malam itu orang beribadah sama dengan seribu bulan.

Sebagaimana Khatib Jum’at kemarin menyampaikan setengah bulan sebelum Ramadhan, tanpa terasa saat ini kita sudah berada dipertengahan bulan Sya’ban, yang sebentar lagi menyambut tamu mulia lagi agung yakni Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan lagi keberkahan.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka jahim serta dibelenggu pemimpin-pemimpin setan, di dalamnya Allah mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan siapa yang dihalangi untuk mendapatkan kebaikannya maka ia telah benar-benar dihalangi dari kebaikan“. Hadits riwayat An Nasai dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib.

“Semoga kita dipanjangkan umur dan bertemu dengan tamu mulia kita yakni bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang, dan semoga juga mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban menunaikan ibadah di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, dan tercapai hajat doa dan mendapatkan Ridho Allah.SWT, Amin, “kata khatib saat sholat jum’at.

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, kita harus menyambut tamu mulia ini dengan suka cita. Termasuk mempersiapkan fisik untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, karena kita akan melaksanakan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan.

“Ya Allah pertemukanlah kami selalu dalam bulan mulia Ramadhan ini, dan naungilah kami selalu serta bentangilah kami dengan kasih sayangmu kepada kami. Ya Allah bentangilah maghfirahmu kepada kami dan beri petunjuk dan hidayahmu agar dapat menunaikan perintahmu dan menjauhi laranganmu. Ya Allah ampunilah kami, tetapkanlah hati dan jiwa kami untuk terus mencari keridhoanmu selalu. Illahi anta maksudi waridhoka matlubi attini mahabahtakka wamarifataka.”

Kamis, 26 Juli 2012

Abah Anom Nan Ku Cinta-Kasih-Sayang Karena Allah







Oleh Nasrullah.
Mengenang Ulama kharismatik di Tasikmalaya, Jawa Barat tepatnya di Pageur Ageng, Suryalaya. Beliau bernama KH.Shoibulwafa Tajul Arifin atau dikenal Abah Anom, Mursyid pembimbing (Sufi) Tarekat Qadiriyah Naqsabandi (TQN). Beliau yang mengajarkan sekaligus membimbing setiap santri yang mondok disana, melalui talqin zikir jahar dan khafi yang ditanam kedalam hati setiap murid yang pernah bertemu Abah Anom.
Pengasuh Pondok pesantren Suryalaya, KH.Zaenal Abidin Anwar, atau yang akrab disapa Babeh oleh para santri di era 1990-an mengatakan, “Melalui pengamalan TQN akan timbul rasa ikhlash, tenteram, adil, asih, ramah, cinta kepada sesama, agama dan Negara. Berpendirian teguh, gontong royong, sabar, tahan godaan setan, hilang rasa benci, emosi, nafsu jahat, iri dengki, dan penyakit hati lainnya. Melalui pengamalan metode zikir jahar dan khafi serta ibadah sholat sunat pada malam harinya itu dinilai dapat menyembuhkan  penyakit hati, “katanya.
Pesan Abah Anom saat talqin kepada ikhwan disini, Perbanyaklah ingat kepada Allah dan tetap berpegang pada tali agama Allah. Bersandar dan bergantung hanya kepada Allah. Ingat Allah dimana pun berada bahwa Allah selalu mengawasi, maha kasih dan sayang lagi maha lemah lembut. Sebut nama Allah dalam khafi-mu dan jaharmu sebanyak-banyaknya, jadikanlah Allah maksud tujuan, dan carilah keridhoan Allah sebagaimana diucapkan sebelum zikir jahar maupun khafi, Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Waa Marifat”.
Zikir atau ingat Allah adalah suatu kewajiban bagi umat Muslim. Allah SWT memerintahkan hambanya melalui Nabi Muhammad.SAW, agar banyak-banyak mengingat Allah baik pada waktu berdiri, duduk maupun berbaring. Sebagaimana firmannya, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah dengan menyebut nama Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al Ahzab 33:41).
Banyak hikmah dan kebijaksanaan yang diberikan Allah terhadap hamba-hambanya yang ingat selalu kepada Allah. Sebagaimana janji Allah bagi orang yang selalu berzikir. “Allah hijrahkan dari kegelapan menuju cahaya-Nya”. (QS.Al Ahzab 41-44).
Dalam Inabah (Kembali kepada Allah.SWT) kita berserah diri kepada Allah untuk kembali pada Allah, dengan menyerahkan setiap persoalan hidup yang dihadapi. Diantara-nya dengan “Tobat”. Allah sangat suka dengan orang-orang yang pernah berbuat kesalahan lalu tobat dan mensucikan diri.
“Sesungguh-Nya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.AlBaqarah 2:222).
Rasullulah SAW berkata, “Demi jiwakku berada dalam genggaman-Nya, Jika kalian tak melakukan dosa, maka Allah akan melenyapkan kalian. Kemudian Allah mendatangkan orang-orang baru yang mereka melakukan dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Allah pun mengampuni mereka.” (HR.MUSLIM).
Jangan pernah putus asa dari rahmat-nya karena Allah maha pengampun lagi maha pengasih dan penyayang. Tetap tanamkan sugesti bahwa Allah memang tempat bersandar bagi manusia, walaupun sangat banyak dosa yang telah diperbuat dan kemaksiatan yang menjadi kebiasaan kita sehingga lalai mengingatnya. Yakinlah dengan firman Allah, “Katakanlah : ‘ Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Az-Zumar (39):52)
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS.Thaha (20):82)

Inabah Ponpes Suryalaya

      Masuk Inabah di Suryalaya ibarat kita memasuki stasiun. Didalam stasiun kita membeli tiket dan menunggu jemputan kereta yang akan menjemput. Selanjutnya mulai berjalan dan melintasi stasiun-stasiun lainnya hingga akhirnya sampai pada tujuan.
Lantunan kelembutan yang terlontar sebelum di talqin oleh Abah Anom, Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Waa Marifat”.
Ya Allah yang maha pengampun lagi maha penerima tobat, ampunilah kami ya allah yang khilaf terjerumus dalam dosa lantaran kejahilan kami. Ya Allah yang maha pengasih lagi penyayang, naungilah kami selalu ya Allah dengan cinta kasih dan sayangmu, dan lindungilah kami ya Allah dari kemurkaanmu dan azabmu, ya Allah yang maha lemah lembut dan pengasih.
Ya Allah berilah kami petunjuk dan hidayahmu berupa faham ilmu pengetahuan yang bermanfaat di dunia dan akhirat, sesungguhnya engkaulah ya allah yang arif, dan juga alim.
Ya Allah cukupilah kami dengan limpahan rizki yang luas dan berilah kami rizki, ya allah yang pemberi rezeki, yang maha kaya, ya wakil. Dan bimbinglah kami menggunakannya rezeki darimu pada jalanmu dengan niat bismillah.

Senyum raut wajah ABAH ANOM membuat seorang pemuda bertobat.
Cerita ini diambil dari ceramahnya KH.M.Abdul Gaous Saefulloh Al-Maslul atau Ajengan Gaos salah satu wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Jawa Barat Indonesia.
Diceritakan ada seorang pemuda yang hobinya melacur, pemuda tersebut berniat untuk berhenti dari pebuatannya yang tercela. Sudah berbagai cara dilakukan untuk menghentikannya itu tidak membuat minat lacurnya berhenti. Padahal, pelaksanaan amalan ibadah yang “super ketat” atas petunjuk dari para kiai yang pernah dikunjungi dari berbagai daerahpun belum berhasil. Jadi, Sudah tidak asing lagi baginya riyadloh (latihan) seperti puasa, dzikir, sholat baik yang sifatnya wajib maupun sunat dan amalan lainnya.
Dalam keadaan kondisi jiwa yang begitu kritis, datanglah pemuda itu ke Pondok Pesantren Suryalaya untuk menemui seorang Waliullah yaitu Abah Anom dan menceritakan maksud kedatangannya. Abah Anom berkata : “Tidak apa-apa, asal jangan dilakukan didepan Abah”. Setelah itu pemuda yang hobi “jajan” perempuan ditalqin dzikir TQN untuk diamalkan.
Seperti biasa pemuda tersebut datang ke hotel yang telah dipesan untuk melaksanakan hasrat nafsunya “meniduri” wanita pelacur. Setelah siap-siap semuanya, terbesit dalam jiwanya akan bayangan wajah Abah Anom “Asal jangan dihadapan Abah!”, pemuda itu terkejut dan gelisah, dengan segera meninggalkan hotel. Gagallah keinginan nafsunya.
Dihari yang lain, pemuda itu datang lagi ke hotel untuk melaksanakan hasrat nafsunya yang tidak terbendung. Namun, disaat detik-detik akan melaksanakan maksiatnya muncul wajah Abah Anom “Tidak apa-apa, asal jangan dihadapan Abah”. Pemuda itu kembali mengurungkan niatnya dan kembali pulang.
Kejadian itu terus terulang selalu melihat bayangan wajah Abah Anom disaat-saat akan melakukan maksiat dengan pelacur. Akhirnya, dengan kejadian itu pemuda tersebut menghentikan dari hobinya melacur untuk selamanya dan menjadi pengamal Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah.
Sesungguhnya kejadian itu suatu anugrah dari Allah untuk hamba yang dicintai dengan perantara Mursyid sebagai pilihan-Nya. Subhanallah..
Bayangan wajah Mursyid itu adalah sebagai burhana robbihi (cahaya / tanda dari Allah) yang membawa berkah terhadap pemuda tersebut.
Kita teringat akan kisah salah satu utusan Allah yaitu Nabi Yusuf as. yang ditolong Allah ketika akan terjadi maksiat dengan Siti Zulaikha. Dalam al-Qur’an Surat Yusuf ayat 24: “Sesungguhnya wanita itu telah bemaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf-pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu (Zulaikha) andaikata tidak melihat burhana robbihi yaitu tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS: Yusuf 24)
Dalam ayat ini terdapat perkataan Allah “Burhana Rabbihi”. Menurut perkataan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, juz II / 474 : “Adapun maksud “Burhaana Rabbihi” yang terlihat oleh Yusuf, maka terdapat beberapa pendapat. Menurut sahabat Abdullah bin Abbas, Said, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Muhamad bin Sirin, Hasan, Qatadah, Ibnu Sholeh, Dlohah, Muhammad bin Ishaq dan lain-lain yakni Yusuf melihat bayangan ayahnya (Ya’kub), rupanya, bentuknya seakan-akan ayahnya marah-marah. Menurut sebagian riwayat memukul dada Yusuf. Al-‘Aufi berpendapat dari Ibnu Abbas, maksud perkataan itu ialah Yusuf teringat kepada bayangan wajah suami Zulaikha yaitu raja Qithfir yang seolah-olah ada dirumah dan mengetahui apa yang akan diperbuat Yusuf. Demikian juga Muhammad bin Ishaq berpendapat yang sama.” (Tafsir Ibnu Katsir, II / 474) Subhanallah…

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls